
KEESOKAN harinya, Reygan mengendarai motor matic-nya dengan kecepatan sedang, membelah ramainya jalanan malam hari seorang diri Senyum yang terukir di bibir cowok itu, tak memudar sedikit pun. ia membelokkan motornya tempat tujuannya, Objek Pertama yang ia lihat adalah sosok cewek cantik dengan baju Putih berlengan Pendek, serta jeans highwaist yang duduk di salah satu kursi Panjang di depan rumah
" Masyaallah, modelan kayak gini, nih kalua masakannya gosong kompornya yang gue salahin, " decak Reygan. ia melepaskan helmnya saat melihat langkah kaki Kejora mendekatinya. senyum manis terukir bibir Reygan, tangannya bergerak mengacak-acak gemas pucuk kepala cewek itu, " Udah Lama nunggunya ?' Tanya Reygan
" Nggak baru aja aku tadi selesai buatin makan malam buat ayah sama Abang Dikta, " Ucap Kejora. Canggung dan malu tentu saja menyerang Kejora. ia belum terbiasa mengubah gaya bicaranya yang mula-mula gue- lo menjadi aku-kamu, " Kita mau ke mana," tanya Kejora
" Ke mana aja, asalkan kita berdua, " Jawab Reygan
Kejora memukul Pelan lengan Reygan
," Serius, ah ! aku nggak mau kalau cuma muter-muter doang buang-buang waktu,"
" Maunya ke mana ? tanya Reygan. Cowok itu sibuk memakaikan helm bulat ke kepala Kejora
" Terserah mau ke mana. Kan yang ngajak Pergi kamu, bukan aku Nanti kalo aku yang nentuin, salah lagi aku !" kata Kejora. Cewek cantik itu memosisikan dirinya duduk di atas Jok motor Reygan
" Ya Udah,"
" Ya, udah ? Ya udah apa," tanya Kejora
" kata lo Terserah, kan ? Gue ajak ke hotel mau ?"
" Reygan, " sentak Kejora kesal
Reygan tertawa kecil ia sedikit memutar badannya menatap Kejora yang duduk di belakangnya, Kemudian cowok itu membuka kaca helm yang digunakan digunakan Kejora, lalu mencubit gemas kedua Pipi Kejora," jalan-jalan aja. Bosen di rumah terus, sekali-kali cari angin bareng Pacar, kan ? Pegangan, Jangan dilepas sebelum nanti sampe rumah kamu lagi, " Reygan menarik tangan Kejora untuk melingkar di Perutnya
Malam ini adalah malam Pertama kali Kejora merasakan bahagia yang sangat bahagia. Bahagia yang belum Pernah ia rasakan sebelumnya Ternyata ini asyiknya dan indahnya masa remaja jika dilengkapi dengan kisah cinta ?
indahnya kerlap-kerlip lampu serta cahaya bintang yang bertaburan menjadi saksi kehangatan hubungan kedua insan yang belum lama berjalan ini.
" Reygan, " Panggil Kejora. Cewek itu menyandarkan dagunya di atas bahu Reygan. Reygan tak mempermasalahkan itu, ia malah sangat senang Kejora sudah mulai terbiasa dengannya
" Kenapa ?"
" Kenapa kamu Pilih aku ? Padahal ada Marissa, Nia, Alda dan Rina mantan-mantan kamu yang cantiknya jauh banget daripada aku,"
Reygan menatap Kejora lewat kaca spion motornya, kemudian Reygan mengatakan kalimat yang membuat Kejora terdiam dan berpikir kalau yang buruk tidak selamanya akan menjadi buruk, " Kalau gue milih lo hanya, karena cantik, itu namanya gue mandang fisik kalau gue milih lo hanya karena lo bukan dari keluarga yang kurang berada itu namanya gue cuma kasian sama lo, " Ujar Reygan," istilahnya cinta itu buta, sampe saat ini gue, nggak tau alasan apa yang buat gue jatuh sama lo, " Kejora terdiam mendengar tutur kata Reygan yang terdengar sangat serius," Semua yang ada di lo, itu alasan kenapa gue bisa jatuh cinta sama lo. Sikap lo kesederhanaan lo kelebihan lo, dan kekurangan lo juga," ucapnya
Kejora tak tahan untuk menahan senyumnya. Sudut bibir yang berkedut sedari tadi akhirnya terlepas, senyum bahagia dan senyum manis terukir di sana senyum yang membuat Reygan terpana beberapa kali
" Masih nggak nyangka, kan sama Playboy yang udah insaf ini ?" Reygan terkekeh Pelan ia menggenggam telapak tangan Kejora yang sedikit dingin, " Cowok Playboy ini juga butuh cewek tulus menerima kekurangan gue. Lo contohnya,"
" Reygan, udah, ah !" ucap Kejora malu
Tak dapat dihitung Kejora beberapa kali membuat Kejora baper. Mulai dari belum Pacaran dengan Reygan saja. sudah sempat jatuh dengan Reygan karena kata-kata dan Perlakuan manis cowok itu
Suara gemuruh dari atas menandakan Sebentar lagi langit akan menumpahkan airnya. semua Berlindung berteduh saat gerimis kecil turun. Reygan menoleh menatap Kejora yang mengusap-usap lengannya. Cowok itu memutuskan untuk berhenti di tepi jalan. ia sangat tahu bahwa kekasihnya ini sedang kedinginan Lantas Reygan melepas jaket yang membaluti kaus Putihnya, kemudian melingkarkannya Pada Punggung cewek itu
" Lain kali, kalau keluar malam Pake baju Panjang Udara malam nggak baik buat kesehatan, " ucapnya
__ADS_1
" Kamu nggak dingin ? tanya Kejora
" Peluk gue aja udah cukup,"
" Bilang aja mau modus !" balas Kejora
" Mau Pulang sekarang ? tanya Reygan
Kejora menatap jam tangan yang melingkar di tangannya, " Nanti aja Pulangnya. Aku males di rumah sama Bang Dikta apalagi banyak Temen-temennya,"
" ini udah malem Udah mau jam sembilan lo mau gue dimarahi sama Bang Dikta, "
" Tapi Rey aku ... "
" Sayang, Pulang aja, ya ?"
Kejora mengembuskan napasnya Dulu, sebelum ia berpacaran dengan Reygan. ia sering keluar malam sendirian kalau teman-teman abangnya sedang berkumpul. Kejora hanya tidak mau dijadikan Pembantu oleh temen-temennya abangnya terutama Abangnya
" Ya udah ayo Pulang aja," ucap Kejora menuruti Permintaan Reygan
Mendengar jawaban yang terlontar dari bibir kekasihnya, Reygan kembali melajukan motornya. Selama di Perjalanan mereka tak henti berbincang. Reygan tersenyum melihat Kejora lewat kaca spion motornya kenapa ia baru menyadari kalau ia memiliki rasa yang luar biasa kepada cewek di belakangnya ini ? Kenapa tidak menyadari dari dulu
" Kejora, " Panggilan
Kejora sedikit mencondongkan kepalanya, " Kenapa ?"
" I love you, "
...••••...
Kejora turun dari motor Reygan dan melepaskan helmnya, Begitu pula dengan Reygan
" Dari mana aja, lo, Dek ? Wuih Pacar baru tuh ! Rian menunjuk Reygan
" Pacaran tuh naik motor gede Bocah ingusan ! Apaan coba naik motor Scoopy, " Kata Opet Sembari Menatap Reygan dengan tatapan mengejek
" Songong banget ini anak dia belum tau gue ini siapa," batin Reygan. ia menahan umpatannya. Mana mungkin ia berkata demikian dengan teman-teman
Bang Dikta ? Reygan berdeham Pelan ia lantas menatap Dikta yang terus menatapnya dengan intens. Apakah Reygan membuat kesalahan hari ini ?
" Santai aja muka lo, Reygan ! kayak apa aja, sini duduk dulu ngopi bareng gue. Habis dari mana tadi ? tanya Dikta
" Bisalah, Kak cuma jalan-jalan aja Kejora sih jawab terserah aja dari tadi Daripada salah, ya udah gue aja muter-muter aja," Jawab Reygan kemudian menerima jaketnya yang dipakai Kejora. Kejora menatap Reygan dengan sebal, " Gue Pulang dulu habis ini langsung tidur, " Ucap Reygan Pada Kejora
" Nggak mau mampir dulu Sebentar lagi hujan, Takutnya kehujanan nanti di jalan, " Ujar Kejora mengajak Reygan
" Nggak usah, Ra," tolak Reygan. setelah mengatakan itu ia melenggang Pergi dengan membawa motornya
...••••...
__ADS_1
Hari ini, Kejora bertopang dagu dengan bosan. ia menyentuh lebar serta dahinya yang terasa hangat. Cewek itu menutup jendela kamarnya yang terbuka. Jika sakit begini, Kejora jadi merindukan almarhumah ibundanya ia mengusap air matanya," Kenapa gue jadi cengeng banget sih ? Bukannya gue udah biasa ya, apa-apa sendiri ? ucap Kejora diiringi tertawa kecil
Suara ketukan dari jendela kamarnya membuat Kejora menoleh Cewek itu kembali membuka jendela kamarnya
" Nggak ada siapa-siapa," gumam Kejora
" Selamat Pagi kesayangan Reygan,"
" Astaghfirullah !" Kejora Terkejut saat tiba-tiba Reygan memunculkan dirinya dari bawah, " Kamu ngapain Reygan ke sini ? tanya Kejora sedikit berteriak cowok itu naik memasuki jendela kamar Kejora, " Turun nggak ?
" Nggak,'
" Turun Reygan, " suruh Kejora dengan lembut
" Nggak mau, Sayang, "
Kejora berdecak kesal. ia hanya takut ada tetangga yang melihatnya dan berujung salah Paham. Melihat Reygan duduk di jendela kamarnya lantas cewek itu menarik tangan Reygan membuat cowok itu masuk ke dalam kamar
" Kasar banget sama Pacar ?" decak Reygan
" Di depan kan ada Pintu, Kenapa harus lewat jendela kamar aku Coba aja kalo ada orang yang liat kamu nanti dikira maling !" ucap Kejora
" Mana ada maling seganteng gue Kejora," Kejora memutar bola matanya malas. Kenapa tingkah kepercayaan diri seorang Reygan tidak Pernah hilang ?
Reygan mendudukkan dirinya di atas kasur Kejora. Cowok itu bolos sekolah demi menjenguk Pacarnya yang katanya lagi sakit Manik matanya menatap isi kamar Kejora yang dibilang sangat rapi
" Ra, " Panggil Reygan. Cowok berperawakan tinggi tersebut berjalan menghampiri Reygan. Leher Kejora terekspos bebas, membuat hati Reygan menjerit tertahan. Dengan satu gerakan cowok itu melepas jepitan rambut Kejora
" Kenapa bisa sakit ? Semalem telepon gue juga nggak dibales Sengaja ya buat gue uring-uringan kayak gini, " tanya Reygan
" Semalem HP aku sengaja di-silent Aku lupa buat matiin datanya makanya masih keliatan online,"
"Lain kali, kalau emang nggak mau diganggu, datanya sekalian dimatiin biar gue nggak terus-terusan gelisah mikirin lo. Udah makan, " Tanya Reygan. Kejora menggeleng sebagai jawaban. Reygan mengambil bekal dari dalam tasnya, " Makan. Tadi nyokap gue bawain itu buat gue sebenernya gue mau bawa bekal kayak anak TK, " Ucapnya
Kejora menerima bekal dari Reygan. ia hendak membuka tutup bekal tersebut. Namun Pergerakannya terhenti saat Reygan tiba-tiba mengambil bekalnya lagi, " Gue suapin aja, " ucapnya. saat ia menyuapi Kejora matanya tertuju ke mata Kejora yang sedikit memerah dan berair. Reygan mengusap mata Kejora, " Lo habis nangis Kejora kamu kenapa ? Kejora memalingkan wajahnya dan menggeleng, " kamu jangan Bohong Kejora kalau ada apa-apa itu bilang, jangan diem Gue bukan orang lain di sini Ra, Lo anggap gue di sini sebagai apa ?"
" Aku nggak mau repotin kamu, apalagi buat kamu khawatir,"
" Dan dengan cara lo diem aja jutsru buat gue makin Khawatir sama lo,"Reygan menatap Kejora dengan serius. kemudian Cowok itu mengikuti arah Pandang Kejora yang menatap sebuah bingkai foto seorang wanita. Reygan yakin jika wanita yang ada di dalam foto ini adalah almarhumah ibunda Kejora
" Ra, " Panggil Kejora, " Gue tau lo nahan sesuatu. Lo kangen sama ibu lo, kan bilang aja sama gue," Kejora terdiam, cewek itu menatap Reygan sekilas ia tersenyum Paksa kemudian tertawa hambar
" Setiap hari aku kangen sama almarhum ibu, kangen masakan beliau, Perlakuan beliau, dan kasih sayang beliau. Andai aja dulu aku nggak masuk sekolah waktu detik-detik terakhirnya ibu, pasti aku bisa liat ibu tersenyum buat terakhir kalinya, " Ujar Kejora menatap kosong lemari kayu di depannya
Reygan mengusap bahu Kejora,. Kemudian memeluk cewek itu dengan erat, " jangan sedih gue ada di sini buat nemenin lo, jangan ngerasa kesepian Masih ada ayah lo, Bang Dikta dan masih ada gue yang selalu ada buat lo, " ucap Reygan sedikit berbisik
Kejora tertawa kecil. Awalnya ia mengira kalau mengenal Reygan adalah suatu kesialan. Namun justru sebaliknya, mengenal Reygan adalah keberuntungan baginya
Reygan melepas Pelukannya, " Jangan tekuk bibir lo ke bawah tapi tekuk bibir lo ke atas. Biar gue bisa liat senyum lo yang manis ini, " Ucap Reygan diiringi senyuman," Kejora," Panggil Reygan sedikit berbisik," jangan nangis lagi, ya ? tetep tersenyum kayak gini Karena senyum lo adalah ketenangan gue dan bahagia lo adalah bahagia gue juga,"
__ADS_1
...••••...