KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 25 Gagal Kencan


__ADS_3

MARISSA menatap Kejora dan Reygan dengan mata berkaca-kaca. seperti belati menggoreng hatinya, cewek itu membalikkan badannya dan berlari. Alea dan Cleo yang melihat itu Pun mengejar Marissa. Berbagai sorakan mengejek mereka tujukan kepada Marissa, Alea, dan Cleo


" Malu tuh Pasti, Udah tau dari awal Reygan nggak lirik sama sekali inget, Marissa, lo berjuang sampe guling-guling dari atas tebing Pun Reygan sama sekali nggak ngubris lo," teriak Ana


Kejora mengulum bibir saat beberapa Pengunjung kantin bersorak menggoda Kejora. Sungguh ia malu saat ini. Apalagi Reygan cowok itu berdiri seperti Patung sembari meraba Pipinya


" ini Gue mimpi apa ya tadi malam dicium sama Kejora, " batin Reygan


" Rey " Panggil Kejora. Cewek itu menggoyangkan lengan Reygan, " Reygan,"


Reygan gelagapan, " Y-ya, kenapa sayang,"


" Cieee ! Sayang ! sorak siswa-siswi yang duduk menyaksikan interaksi Kejora dan Reygan


Kejora menoleh dan berdecak sangat kesal," Ayo Pulang Reygan ! Udah bel tuh, " ajak Kejora


" Aku nggak bawa motor Kejora, Tadi aku naik angkot bareng Miko sama Ardian," ucapnya


Kejora berdecak. Kadang ia heran orang kaya satu ini. Ada harta Kenapa tidak digunakan ? Motor ? Mobil ? Entahlah. Apa hanya Pacar Kejora saja yang berbeda dari yang lain ?


Cewek itu menyerahkan kunci motornya Kepada Reygan " Kita Pulang naik motor aku aja kamu ambil motor aku di Parkiran ya, Aku tunggu di depan gerbang sekolah ," ucap Kejora.


Reygan mengangguk. Sebelum ia Pergi menuju Parkiran, Cowok itu menolehkan kepalanya lantaran banyaknya Pasang mata siswa-siswi terfokus Kepadanya


" Apa lo ? sentaknya. Lantas, mereka terkaget dan kembali ke aktivitas mereka masing-masing


...•••••...


Sore itu, Reygan membelah ramainya jalanan ia mengusap tangan lembut yang melingkar di Perutnya


" Kejora, " Panggilnya


" Apa ?"


Reygan berdeham Pelan untuk menetralkan detak jantungnya yang sedari tadi berpacu dengan cepat


" Kenapa kamu tadi - A-anu,"


Kejora mengerutkan dahinya, " Anu apa,"


" Cium aku di depan umum,"


Sontak Kejora langsung melepaskan Pelukannya. ia memalingkan wajahnya dengan malu. Jika mengingat itu semua, ia menyesal, Kenapa ia melakukan hal gila seperti itu apalagi di depan umum ?


" Jangan di lepas, biarin gini aja Kesayangan Reygan," Reygan kembali menarik tangan Kejora untuk melingkar di Perutnya," Biar kalau Marissa liat, dia tambah Panas,"


" itu jawabnya, " ucap Kejora. Reygan menoleh dan menaikkan sebelah alisnya," Biar Marissa tambah Panas dan dia nggak gangguin kita lagi," ucap Kejora


Reygan menghentikan motornya saat lampu merah. ia sedikit menolehkan kepalanya menatap Kejora dengan serius," Besok-besok kalau Marissa sama dua temannya buat ulah lagi jangan diladenin. Biarin aja, lama-lama mereka juga capek dan berhenti dengan sendirinya gangguin kamu," kata Reygan


Sebenarnya bisa saja Kejora mengabaikan tingkah laku Marissa terhadapnya. Hanya saja, ia tidak betah Marissa terus-menerus mengusik hubungannya. Bagaimana jika nanti Marissa berbuat lebih ?


" Ra, Kenapa tadi nggak geser dikit,"


Kejora menoleh dan menaikkan sebelah alisnya tak mengerti, " Geser apanya ? tanya Kejora


" Ciumnya, " jawab Reygan, " kalau bisa di bibir aja kenapa harus di Pipi," lanjutnya. ia terkekeh Pelan setelah mengatakan itu


Kejora mencubit Perut Reygan dengan keras, " Diem deh Reygan,"


" Kejora sakit tau, " Reygan meringis kesakitan


" Kamu kenapa sih malu, " tanya Reygan


Kejora menggeleng. Cewek itu menepuk Pundak Reygan saat lampu merah berubah warna," Ayo jalan. Udah lampu hijau,"


" Kenapa dulu ? Malu," tanya Reygan lagi menggoda Kejora


" Reygan ! sentak Kejora membuat Reygan tertawa


" iya, iya Pegangan, " suruhnya


Kejora melingkarkan tangannya di Perut Reygan. Hal itu membuat senyum Reygan terbit. Kemudian, cowok itu melajukan motornya dengan kecepatan sedang


...••••...


Kejora menatap Pantulan dirinya di depan cermin yang ada di kamar cewek itu terlihat sangat cantik malam ini. Mengingat janji Reygan kemarin, ia berniat tampil berbeda di depan Reygan. Tapi, Kejora berharap semoga di tengah jalan nanti, Reygan berubah Pikiran dan mencari tempat yang jauh lebih bagus dari warkop Mang jajang


Cewek itu mengusap bibirnya. Bayangan-bayangan di mana ia dengan lancangnya mencium Pipi Reygan di depan umum teringat sangat jelas di memori otaknya


" Gue yang lakuin gue yang baper, "decak Kejora


" Kejora ! Woi, Kejora ! Kejora tak mendengar Panggilan itu. ia terus saja tersenyum. " Woi, Dek ! Gue Panggiliin dari tadi juga nggak nyaut," teriak Dikta


Kejora terkejut. ia memutar badannya kemudian berdecak kesal lantaran melihat Dikta berdiri di ambang Pintu kamarnya, " Apaan sih lo, Bang ? kalau masuk utamakan ketuk Pintu dulu Ganggu orang seneng aja lo, " gerutu Kejora


Dikta berdecak, " Percaya gue mah sama orang yang lagi jatuh cinta Buruan gih bikinin gue empat kopi seperti biasa ada temen-temen gue juga," Dikta menunjuk wajah Kejora," Lo dandan Tumben banget lo dandan sok cantik lo,"


" Emang gue Cantik dari dulu baru sadar mau apa lo ? ledek Kejora," Lo emang nggak Pernah Pengin lihatin liat adik kesayangannya lo ini feminim dikit apa Lo liat gue udah Dandan Cantik gini masa suruh ngebabu Ogah banget Gue jadi Pembantu temen-temen lo itu suruh aja dia bikin sendiri ! Kejora bersedekap dada dan menekuk wajahnya sebal. Tapi Dikta mencekal tangannya, " Bang Dikta lepasin ! Manja banget sih jadi Cowok,"


Dikta tak menggubris Kejora Cowok itu mendorong Kejora sampai ke dapur


" Buruan bikinin Kopi ingat tugas cewek itu selalu berada di dapur. " setelah mengatakan itu, Dikta melenggang Pergi

__ADS_1


" Cewek itu harus dimuliakan bukan dijadiin Pembantu, " teriak Kejora tak mau kalah. Kejora menaruh satu sendok kopi ke dalam gelas kaca dengan kasar


" Gue baru tau kalau Pacar Kejora itu anak bosnya bokap gue, Lo gimana Dikta ," tanya Opet, teman Dikta


Dikta mengerutkan dahinya, " Gimana apanya, ?


" Lo setuju Kejora sama Reygan berhubungan ? Takutnya tetangga lo ada yang bilang nggak -nggak,"


" Pikiran orang itu beda-beda. Nggak semua orang yang dipandang jelek, kelakuannya juga ikut jelek. Gue lebih ngerti Kejora duluan daripada mereka. Gue setuju aja, selagi keluarga Reygan nggak mempermasalahkan itu semua Yang Penting Kejora sama Reygan nggak berbuat aneh-aneh itu aja," ucapnya


Derap langkah lambat terdengar di telinga mereka. Kejora baru saja datang membawa nampan berisikan empat gelas kopi


" Wih ! Tumben-tumbena lo cantik malem ini, Ra ? Bolehlah jalan sama gue sebentar, biar dikira nggak jomblo," Opet menarik-turunkan alisnya


" Kalau jomblo ya, jomblo aja kali Nggak usah segala minjem cewek orang, " sahut Kejora


" Udah sana masuk, katanya mau keluar sama Reygan, Mana dia ? tanya Dikta


" Belum dateng ini aja masih jam tujuh, Bang Paling masih salat," ucapnya, kemudian Kejora memasuki kamarnya, Beberapa kali ia mengirimkan pesan kepada Reygan tapi cowok itu tak kunjung membalasnya, ia juga sempat meneleponnya tapi cowok itu tak mengangkatnya


Kejora kembali ke kamar mendudukkan dirinya di atas kasur. ia meremas Ponselnya sembari menunggu Reygan yang tak kunjung datang, " jangan bilang Reygan lupa," Lama ia menunggu hingga jam menujukkan Pukul sepuluh malam


...KEJORA...


...Reygan di mana katanya mau jalan...


...REYGAN...


...Sorry, Kejora nggak jadi...


...•••••...


" Reygan ! jangan belok, bego ! Nanti lo mati ! " Pekikan itu bersumber dari bibir Ardian. Saat ini Reygan dan Miko tengah berada di rumah Ardian


Reygan membanting stok game yang ia Pegang, " Tuh, kan kalah Lo sih Miko,"


" KOK GUE SIH ENAK AJA LO NUDUH GUE SEGALA GUE DARI TADI MAKAN KACANG," sentak Miko


" Pokoknya ini semua salah lo,"


" SIALAN LO ! maki Miko


Reygan tak menggubris Miko. ia menolehkan kepalanya dan mendapati Ardian yang sedang membereskan stik gamenya, " Nyokap Bokap lo belum Pulang liburan ? tanya Reygan, Ardian menggeleng sebagai jawaban," Beberapa hari di sana,"


" Tiga hari, " Jawab Ardian


" Lo nggak diajak ?


" Kenapa lo Ardian," tanya Reygan


" Kalau lo nanya sekali gue usir lo di rumah gue,"


" iya, iya gue gak bakal nanya lagi," jawab Reygan


" Ardian Gue kebelet kencing ini, " ucap Reygan


" KENCING TINGGAL KENCING AJA PAKE SEGALA IZIN, SEGALA," teriak Miko


" Kamar mandi lo di mana, Ardian," tanya Reygan


" Di Amerika ! jawab Ardian kesal, " Biasanya di mana ? kayak baru sekali aja lo ke sini,"


" Santai aja kali, " Kemudian Reygan beranjak dan berjalan menuju kamar mandi


Ardian menggeser tempat duduknya saat melihat Miko sedari tadi senyum-senyum sendiri sembari menatap layar Ponselnya. ia sedikit mencondongkan wajahnya dan menatap foto Vika dan Ana di Ponsel Miko, " Lo itu sebenarnya mau Pilih Siapa Ana Atau Vika, " tanya Ardian


" Gue mau Vika dan gue mau sama Kejora,"


" H-Hah, " beo Ardian


Miko melirik Ardian sekilas, kemudian ia mengambil Ponsel Reygan yang sedari tadi menyala menampilkan notifikasi Pesan dari Kejora. Cowok itu menoleh, mematiskan Reygan belum kembali dari kamar mandi


...KEJORA...


...Reygan di mana katanya mau jalan...


...REYGAN...


...Sorry Kejora nggak jadi...


Setelah itu, Miko menghapus pesan yang ia kirim sekaligus menghapus Pesan yang dikirim Kejora. ia meletakkan kembali Ponsel Reygan dan tersenyum Puas. Melihat itu Ardian menjitak kepala Miko, " Gila lo Awas aja lo diamuk Reygan kalau sampe Ketahuan,"


" Nggak bakalan, " jawabnya enteng, Miko tersenyum usil, " Reygan jomblo waiting for you,"


...•••...


Pagi itu, Kejora berjalan seorang diri di koridor sekolah. Tadi Reygan sempat menghubunginya untuk mengajak berangkat bersama. Namun Reygan menolaknya. Cewek itu masih kesal dengan Reygan ia menghentikan langkahnya saat bahunya ditabrak dengan kencang. Kejora menoleh mendapati Marissa, Alea dan Cleo yang menatapnya remeh


" Sok banget sih lo !" greget Marissa seraya mengangkat tangannya seolah-olah ingin mencakar Kejora


" Daripada lo, udah sok keren, gagal keren Pula Dan tuh, " Kejora menunjuk rok bagian belakang Marissa dengan dagunya, " Nggak mampu beli Pembalut,"


Marissa mengerutkan dahinya dengan bingung ," Maksud lo apa ?

__ADS_1


Kejora menghampiri Marissa. Tanpa rasa takut pun ia menepuk bahu Marissa, Cewek itu mengambil tisu yang ada di saku bajunya, kemudian mengusap bagian rok bagian belakang Marissa. Bercak merah yang terdapat Pada lembar tisu tersebut mengundang perhatian siswa-siswi yang melintasi mereka," Lo tembus banyak, " jawab Kejora


setelah mengatakan itu, ia Pergi memasuki kelasnya, meninggalkan Marissa bersama dua temannya yang menahan malu


" Tumben banget lo, telat ?" tanya Ana saat Kejora baru saja duduk di sampingnya. sebelum Kejora menyahuti Pertanyaan Ana ia sempat melirik meja Reygan, Miko dan Ardian yang masih kosong


" iya males gue hari ini berangkat Pagi-pagi, " jawab Kejora, " sekarang yang delivery Pizza lumayan banyak banget Makanya gue sering terlambat bangun, " lanjutnya. Padahal bukan itu jawabnya, Kejora bangun kesiangan gara-gara semalam ia kesal dengan Reygan hingga sulit tidur


Ana menutup buku Matematika dan menatap Kejora dengan intens," Lo delivery begituan hasilnya buat apa sih, Kejora ? Abang lo kerja ayah lo juga kerja, gue rasa lo nggak kekurangan uang sedikit pun,"


" Buat jaga-jaga aja kalau nanti gue masuk kuliah," ucapnya


" Kuliah ? Gue rasa lo nanti masuk jalur beasiswa Ra. Ada Abang Lo yang bakal Penuhi keperluan lo dari mulai uang jajan dan keperluan yang lainnya,"


" Kalau gue bisa cari uang sendiri Kenapa harus bergantung sama Abang ? Abang gue keperluannya juga nggak kalah banyak nantinya Biarin dia ngumpulin uangnya buat biaya nikah nanti," jawab Kejora," Apalagi Ayah ? Lo tau sendiri gue udah nggak punya ibu Ana, Udah seharusnya nanti gue sama Abang gue yang gantiin posisi ayah, " lanjutnya


Ana menekuk bibirnya berlagak sedih, lalu ia memeluk tubuh Kejora dengan erat," Gue jadi terharu sama lo, "


Kejora menyentak tangan Ana hingga Pelukan Ana terlepas," Jijik gue Ana,"


Dengan Perasaan kesal, Ana menoyor kepala Kejora, " Sekali-kali kek lo bisa diajak harmonisan sama sahabat,"


" Kejora, Ana udah belum bicaranya kalau belum sini maju ngobrol-ngobrol di depan Bapak, biar Bapak dengerin,"


Kejora meneguk ludahnya. ia menoleh bersamaan dengan Ana kemudian menyengir menatap Pak Beni yang sudah berdiri di depan Papan tulis


" Hehehe, Ada Pak Beni Apa kabar, Pak ? tanya Ana basa-basi


" Apa, kabar, apa kabar ! Ribut terus kerjaannya Giliran diterangkan Planga-Plongo. sekolah dibawa Serius, jangan bercandaan ! kata Pak Beni


" Hidup itu harus seimbang Pak, kalau Hidup dibawa Serius yang ada nambah beban Pikiran, Pak Mending senyumin aja, Yoi nggak Aldo, " sahut Kris kemudian ia menyenggol bahu Aldo


" Yoi Kris, Apapun masalahnya senyumin aja,"


" senyum-senyum ! Apa kamu Pikir senyum jelek kamu itu bisa meruntuhkan dunia ? Apa senyum kamu itu bisa mengubah nilai merah kamu ini, " Kata Pak Beni. ia menggelengkan kepalanya tak habis Pikir Dari dulu ia mengajar Matematika di sekolah ini, Pak Beni tidak Pernah mendapatkan kelas yang siswa-siswinya waras semua


...••••...


Reygan uring-uringan seorang diri di kantin Mak Gendut. Seharian ini Kejora mengabaikannya, Bahkan tadi Pagi saja Kejora menolak untuk dijemput


" Ngapa lo ? Marahan sama cewek lo ? tanya Miko merasa tak bersalah


Reygan menoleh tanpa minat menjawabnya. ia setia menatap Ponselnya yang menunjukkan room chat-nya dengan Kejora. Miko berdeham Pelan sebisa mungkin ia menutupi semuanya bahwa dirinya-lah Pelaku utama gagalnya kencan Reygan dan Kejora


" Gini, ya Bapak Reygan terhormat cewek itu bakal sembuh marahnya kalau dibawa disuatu tempat, " usulnya


" Ke mana, " tanya Reygan


" Ke Kuburan," Jawab Miko kesal, " Di tempat romantislah, bego ! Heran gue sama lo, Reygan ! sekali-kali kek lo senengin Kejora,"


Reygan melempar Tisu bekasnya ke arah Miko, " Cewek jangan suka diajak ke tempat yang begituan nanti kebiasaan dan minta lebih, Kejora gue ajak ke gubuk kita aja udah seneng banget,"


mendengar kata gubuk Miko dan Ardian menoleh bersama Ardian memicingkan matanya menatap Reygan curiga. Menyadari tatapan yang ditunjukkan Ardian, Reygan berkata," jangan Suuzan dulu lo Gue cuma nulis nama Kejora di kertas origami gue,"


Miko melempar sebuah Pisang goreng ke arah Reygan, " Halah,"


" Bangsat lo ! Balikin Pisang goreng gue Miko " sentak Ardian sambil mengambil Pisang gorengnya yang dilempar Miko


Bel Pulang sekolah baru berbunyi, menghamburkan siswa-siswi yang sedang bersantai, " AYO PULANG ! ajak Miko


" Duluan aja Gue mau bujuk cewek gue dulu, " ucap Reygan


...••••...


Kejora berdiri di depan ruang guru bersama Bara. Tadi Bu Gina meminta Bara untuk mengambil buku sejarah miliknya yang ada di rumah Kejora cowok itu diminta untuk mempelajari materi yang ada di buku tersebut untuk olimpiade bulan depan


" Gue Pulang duluan, Bara, " Pamit Kejora


" Kejora Tunggu " Bara menahan tangan Kejora, " Lo nggak bawa motor, kan Ayo gue anterin Pulang, sekalian gue ambil buku sejarah Bu Gina di rumah lo," Ucap Bara


Kejora nampak berpikir sejenak. Hari sudah mulai sore, Ana juga sudah Pulang duluan sedangkan Abangnya pun masih sibuk di kampus Reygan ? Kejora masih malas bertemu dengan cowok itu


" Ayo, " ucap Kejora ajakan Bara


Bara tersenyum mendengarkannya, kemudian ia berjalan di samping Kejora hingga teriakan terdengar dari arah belakang mereka, membuat kaki mereka berhenti berjalan


" Kejora, " Reygan berlari menghampiri Reygan, " Ra, " Panggil Reygan Pelan, " Ayo Pulang, " Reygan menarik tangan Kejora


" Nggak bisa gue ada urusan sama Kejora," Bara menepis tangan Reygan


" Lo ... " Reygan menarik kerah baju Reygan dan hendak melayangkan Pukulannya, Namun, Bara menangkap tangan Reygan dan menurunkan dari depan wajahnya


" Gue Pinjem cewek lo," Kata Bara


" Reygan, " Panggil Kejora, Reygan menundukkan kepalanya dan menatap cewek itu dengan dalam


" Ra, Pulang sama aku, ya," ajak Reygan dengan nada lembut


Kejora menggeleng, " Aku Pulang sama Bara, " tanpa memerdulikan Reygan, Kejora melangkah mengikuti Bara yang mendahuluinya


Reygan terdiam sembari menatap Punggung Kejora yang menjauh Hingga beberapa menit kemudian ia masih berdiri di sana menatap Kejora yang duduk di beberapa jok motor Bara


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2