
Beberapa tahun sudah kujalani hidup berumah tangga memiliki dua istri dan kini memiliki dua anak laki-laki dan juga dua anak perempuan.
Hidup rukun dan damai selalu ceria dan selalu bersam-sama dan selalu menjaga keadilan agar tak ada rasa iri ataupun maresa kurang perhatian.
Kini Ayesha Putri Akhmad telah tumbuh dewasa dan sekarang sudah memasuki sekolah kelas tiga SMA. Begitu juga adeknya anak dari Ervida yaitu, Rezki Akhmad Maulana Ramadhan yang juga telah sekolah ditempat yang sama hanya baru masuk kelas Satu SMA.
Untuk anak yang ketiga dari fida, Akhmad Rizki Nur Raihan yang sudah SMP. Dann anak yang terakhir dari Ervi, Aqilla Salsabilla Akhmad masih kecil baru belajar berjalan.
Setiap hari Rama, dan Aya mereka selalu berangkat bersama dengan diantarkan oleh supir. Begitupun juga saat pulang mereka akan dijemput, berbeda dengan Rizki yang memilih sekolah didesa, karena dari kecil sangat dekat dengan mama tua dan bapak tua yang selalu ngikut kemanapun mereka pergi, walaupun ke kebun tetap minta ikut, tapi setiap libur panjang Rizki akan selalu pulang ataupun kami yang akan kesana untuk melepaskan kangen dengan nya.
Tingkah manja Aya saat pulang sekolah selalu sama seperti dulu gak ada berubah denganku yang begitu manja.
"Assalamu'alaikum" (Rama)
"Waalaikumsalam" (Fariel, Ervi, Fida)
"Mana kakak, kok sendiri" (Fida)
"Lagi sama cowok nya, bentar lagi juga pulang" (Rama)
"Jangan bohong bang" (Ervi)
"Gak bun, beneran. Lihat aja didepan bentar lagi nongol" (Rama)
"Awas aja nanti, mama marahin, masih sekolah dah berani main cowok" (Fida)
"Rama langsung mandi terus Sholat dan makan" (Fariel)
"Iya ayah" (Rama)
"Duluan ya Yah, Ma, Bun"
"Dah biarkan aja napa sih Ma" (Fariel)
"Yang penting kan tau batasnya"
__ADS_1
"Lagian juga Aya bisa jaga diri, kan bisa silat, jadi mana ada yang berani macam-macam"
"Tapi kan Yah" (Fida)
"Udah gak papa, biar nanti aku yang bicara sama Aya, ya" (Fariel)
"Aku hanya ingin mereka tuh bisa belajar yang bener, jangan main pacar-pacaran dulu sebelum lulus sekolah" (Fida)
"Iya aku ngerti, tapi jangan dimarahin, cukup dikasih tau" (Fariel)
"Sapa tau dia makin semangat belajar nya karena ada cowok yang suka padanya"
"Kan Mama sama Bunda tau sendiri Aya gimana orang nya"
"Dia kaya anak laki-laki, karena suka berantem sama anak laki-laki, jadi kalau ada cowok yang suka padanya biarkan, sapa tau nanti Aya mau berubah jadi bisa seperti perempuan seutuhnya, gak suka mainan oli mesin dan mainan trak-trakan dijalan main kros mulu"
"Ini kan gara-gara Bunda, yang suka ngajarin Aya mainan kaya gitu, makanya ngikutin Bundanya" (Fida)
"Kan Aya yang minta" (Ervi)
"Udah gak papa, gak usah jadi masalah itu semua" (Fariel)
"Yang penting dia kan gak buat masalah yang lain lagi"
"Sekarang aku mau kedepan lihat dulu"
"Iya" (Fida)
"Jangan kek gitu dong jawabnya" (Fariel)
"istri ku jangan pada marah-marah ya, nanti aku tidur dimana kalau kalian pada marah sama ku"
"Iya samiku sayang" (Fida, Ervi)
"Maaf ya" (Fida)
__ADS_1
"Nah gitu dong, ini baru namanya istriku yang baik yang cantik yang selalu kusayangi" (Fariel)
"Alah mau rayu, gak mempan Mi" (Ervi)
"Pasti ada maunya nih nanti"
"Iya pasti ada maunya nanti" (Fida)
"Iya dong, masa punya istri mau dianggurin" (Fariel)
"Masa tega dua-duanya mau nganggurin pangeran nya nanti"
"Daripada aku nyari lain lagi, gara-gara kalian kan lebih baik manjain Sami, dapat pahala, jangan maunya dimanjain mulu"
"Iya, iya Samiku" (Fida)
"Awas aja kalau berani nyari dan nambah lagi, kupotong tu punya mu Mi" (Ervi)
"Katanya waktu itu siap jadi yang ketiga dan ke empat, sekarang dah gak berlaku ya" (Fariel) dengan senyumannya
"Silahkan kalau mau hilang karena disunat lagi" (Ervi)
"Iya, kalau berani kita sunat bareng-bareng" (Fida)
"Ih teganya, becanda kali Bun, Ma" (Fariel)
"Becanda nya jelek" (Ervi)
"Ih istri Sami pada ngambek, rupanya masih ada bakat ngambek toh" (Fariel)
"Masih dong" (Fida, Ervi)
"Ya dah aku kedepan ya" (Fariel)
"Iya Sami" (Fida, Ervi)
__ADS_1
Langsung aku berdiri meninggalkan mereka yang masih asik dengan acara nonton siang sambil menemani anaknya yang lagi tidur siang.