
"Tapi aku mohon sama Ibu, aku minta tolong sama Ibu" (Aya)
"Jangan dikeluarkan dari sekolah, cukup kasih hukuman yang lain saja"
"Karena ini juga akan merusak masa depan nya jika harus mengeluarkan dari sekolah dan malah akan jadi masalah diluar sekolah denganku karena dendam"
"Baiklah, biar nanti Ibu sampai kan ke Kepala Sekolah" (Laila)
"Sekarang lebih baik Aya pulang saja ya"
"Rama kamu gendong Aya ya"
"Baik Bu" (Rama)
"Ayok Kak"
Tiba-tiba.
"Assalamu'alaikum" (Fariel)
"Waalaikumsalam" semua nya
"Eh Ayah" (Rama)
"Ayah sama siapa"
"Sendiri aja" (Fariel)
"Kalau bawa Bunda sama Mama bikin repot"
"Repot apa repot" (Rama)
"Apa aja yang bikin kamu senang" (Fariel)
"Hemm" sambil memainkan matanya sebelah, dan Rama hanya senyum, tapi Ibu Laila malah bingung.
"Apa Ibu Guru sehat, kok kayaknya pucet gitu"
__ADS_1
"Apa anak saya yang buat Ibu jadi seperti ini"
"Maksudnya gimana Pak" (Laila)
"Gak papa, santai aja kalau sama saya Bu" (Fariel)
Jawabanku membuat Bu Laila makin bingung.
"Gimana, apa dah lebih baik, atau mau kedokter" (Fariel) tanyanya pada Aya.
"Gak perlu kok Yah" (Aya)
"Ini dah enakan, hanya dikit aja berasa masih ada pusing"
"Ya dah, gak papa" (Fariel)
"Apa mau pulang sekarang"
"Yah, apa Ayah sudah tau semua nya yang terjadi sama Kakak" (Aya)
"Sudah, kenapa emangnya" (Fariel)
"Ini hanya masalah sepele aja kok Yah, jadi Ayah jangan ikut campur, biar Kakak aja nanti yang menyelesaikan nya"
"Tadi Ayah dah serahkan semuanya pada pihak sekolah, karena ini tanggung jawab sekolah" (Fariel)
"Biarkan sekolah yang melakukan sesuai peraturan yang ada"
"Biar sekolah yang menangani, tapi Ayah juga gak minta buat dikeluarkan dari sekolah, hanya dihukum biasa aja, walaupun ini membahayakan keselamatan mu, tapi karena ini masih disekolah ya jadi tanggung jawab sekolah"
"Ya udah deh kalau gitu, Kakak hanya gak mau jadi perkara dan malah nanti makin jadi dendam terus musuhin Kakak terus" (Aya)
"Iya, Ayah paham" (Fariel)
"Tapi ini sudah diluar batas, karena mengeroyokmu"
"Apalagi sampai gak sadar karena disiram dan dikurung, terus diikat dan mulutmu dibungkam"
__ADS_1
"Sebenarnya Ayah juga ingin melakukan sesuatu pada mereka, tapi Ayah gak punya hak, karena, ini masih terjadi dalam lingkungan sekolah"
"Makasih dah mau ngertiin Kakak Yah" (Aya)
"Iya anak Ayah" (Fariel)
"Yaudah yuk kita pulang aja yuk"
"Biar sekalian ngantarin Ibu Guru"
"Emang Ibu gak bawa motor, Bu" (Aya) tanyanya pada Bu Laila.
"Gak, motor Ibu lagi di bengkel, lagi rusak" (Laila)
"Kalau gitu bareng sama aku aja ya Bu" (Aya)
"Sebagai ucapan terimakasih karena sudah menggantikan bajuku, dan memberikan pakaian Ibu buatku, dan juga sama itu tuh" ledek Aya.
"Iya, sama-sama, karena tadi Ibu habis dari loundry terus kemari buat ambil buku Ibu yang ketinggalan kemarin" (Laila)
"Tapi gak usah, Ibu naik ojek aja, nanti malah jadi repotin"
"Gak kok, yak kan Yah" (Aya)
"Gak dong, kan biar tau dan bisa makin dekat" (Fariel)
"Yakan Bang"
"Iya dong Yah" (Rama) dengan semangat
Sedangkan Bu Laila hanya diam dengan memainkan kekinya dengan menunduk.
"Bu gimana" (Fariel)
"Hah" (Laila)
"Gimana" (Fariel)
__ADS_1
"Apanya Pak" (Laila)