
Sedangkan Bu Laila hanya diam dengan memainkan kekinya dengan menunduk.
"Bu gimana" (Fariel)
"Hah" (Laila)
"Gimana" (Fariel)
"Apanya Pak" (Laila)
"Kok apanya sih" (Fariel)
"Belum ada kepikiran kesitu Pak, lagian juga dianya masih sekolah, Tungu sampai Lulus sekolah dan kuliah aja dulu" (Laila)
"Hah, kok nunggu sampai lulus sekolah" (Fariel)
"Sekarang mana mungkin bisa, lagian masih terlalu dini" (Laila)
"Aku juga belum ada niat buat kesitu sekarang, masih fokus ngejar karirku dulu, setelah itu baru mikir buat nikah"
"Hah, jadi maksudnya Ibu itu tadi saya nanya hal itu" (Fariel)
"Jadi apa Pak" (Laila)
"Ibu lucu deh" (Rama)
"Jadi malu akunya"
"Maksud saya tadi itu, gimana kalau pulang bareng saya aja" (Fariel)
"Kok malah jawabannya seperti saya minta buat nikah sama anak saya ya"
"Apa dah sabar ya Bu"
Sedangkan Ibu Laila menunduk dan menutup mukanya karena menahan malu, malu yang sangat-sangat memalukan diri sendiri.
"Kenapa aku bisa sebodoh ini sih, Siti" (Laila)
"Mau ditaro mana mukaku ini"
"Begini, bego-bego"
"Gak usah malu Bu, biasa aja" (Fariel)
"santai aja kalau sama saya mah"
"Saya juga gak mau buru-buru buat menikahkan anak saya sekarang juga"
"Harus bisa nyari pekerjaan dulu buat menafkahi keluarganya nanti"
"Semoga aja Ibu bisa tahan menunggu nya"
"Dan kalau anak saya macam-macam, itu hak Ibu buat apapun, mau tarik kupingnya atau mau tabok juga boleh"
"Kuserahkan semuanya sama Ibu, karena anak saya masih kekanak-kanakan, dan Ibu sudah matang pikirannya, jadi Ibu boleh memarahinya nanti kalau anak saya nakal sama Ibu"
"Manggilanya gak usah pake Pake, biasa aja, kalau bisa Ayah aja biar sama kaya Rama"
"Cocok itu Yah" (Rama)
"Ketahuan deh kalau Ibu ternyata suka sama Rama" (Aya)
__ADS_1
"Selamat ya Bu, semoga tahan"
"Emang aku ngelakuin apa emang, sampai Canisku harus bisa tahan" (Rama)
"Banyak, seperti saat aku tadi sedang tidur, alias pura-pura tidur, hehehehe" (Aya)
"Maaf ya Bu, kalau buat Ibu jadi gak nyaman" (Fariel)
"Apalagi kelakuan Anak saya yang suka manggil seperti itu"
"Kuharap Ibu bisa mengerti"
"Yuk kita pulang yuk, biar bareng sama saya, sekaligus mau berterimakasih banyak sama Ibu"
"Tapi Pak" (Laila)
"Kok Pak, Ayah" (Aya, Rama) lalu ketawa, dan Rama hanya senyum-senyum.
"Kakak, sama Abang gak usah godain Guru kalian" (Fariel)
"Ini masih disekolah, bukan diluar"
"Disini tempat buat belajar, bukan buat godain orang apalagi ke Guru"
"Maaf Yah" (Aya)
"Abis lucu lihat Ibu Laila seperti itu sih"
"Seperti salah tingkah gitu, dan mukanya juga merahal gitu Yah"
"Hehehehe" (Rama)
"Kan Ayah juga yang yang bikin Camiku jadi malu seperti itu"
"Saya orangnya itu santai, jadi gak usah malu"
"Kalau diluar sekolah kalau ketemu jangan panggil Pak ya, panggil Ayah aja, gak papa"
"Saya juga bakalan manggil ke Ibu dengan nama biar makin akrap, masa sama calon mantu gak akrap sih, kan apa jadinya nanti"
"Tapi Pak" (Laila)
"Gak papa, santai aja kaya dipantai" (Fariel)
"Justru kalau mau main kerumah akan kupersilahkan, asal kasih tau ke saya dulu, alnya kalau ke rumah gak ada saya nanti bisa Ibu hanya digodain mulu sama makhluk aneh"
"Hahahahaha, Ayah lucu deh" (Aya)
"Masa Adek dikatain makhluk"
"Ayah aneh-aneh aja kalau ngomong" (Rama)
"Ya kan emang makhluk bumi" (Fariel)
"Hanya kamu bakalan aneh-aneh kalau sempat Ibu Siti kerumah, Bila-bila nanti kubawa kalian ke KUA"
"Emang ngapain kok sampai dibawa ke KUA segala" (Rama)
"Ya siapa tau sifat garongnya muncul, kan gak tau" (Fariel)
"Masa iya ada gadis kerumah didiemin, pasti bakal macam-macam"
__ADS_1
"Yuk kita pulang yuk"
"Ayok" (Rama)
"Gendong" (Aya)
"Hemmmm" (Fariel)
"Bang gendong tuh Kakak"
"Ayah yang gendong bukan Adek" (Aya)
"Maunya tuh sama Ayah"
"Dah besar aja masih gitu, gak malu tuh sama Guru kamu tuh" (Fariel)
"Kalau Ibu mau, biar minta sama tuh si Cami" (Aya)
"Boleh juga idemu Kak" (Rama)
"Hus, kalau ngomong" (Fariel)
"Nanti dikatain sama temen-temen kalau Aya anak manja, gimana"
"Gak papa, kan manjanya juga sama Ayah sendiri bukan sama yang lain" (Aya)
"Ya Yah gendong ya"
"Kalau Ibu gimana" (Rama)
"Ku tarik kupingmu Bang, kalau berani kek gitu" (Fariel)
"Tau batas, belum mukhrim"
"Jalan sendiri aja" (Laila)
"Kalau gitu kita jalan berdua dibelakang ya Nis" (Rama)
"Abang" (Fariel)
"Apa sih Yah, rang cuman jalan aja kok" (Rama)
"Gak akan macam-macam, ini kan sekolah"
"Bagus deh kalau ngerti" (Fariel)
"Yaudah yuk sini"
Yang langsung balik badan den Aya langsung nempel dan tangan melingkar di pundakku.
"Ayok Yah, lets go" (Aya)
"Oke" (Fariel)
"Bang bawakan barang Kakak ya"
"Siap bos" (Rama)
"Mari Bu, kita pulang"
Dan kita langsung keluar dari UKS.
__ADS_1
Aku berjalan didepan sambil menggendong Aya, dan dibelakang ada Rama dengan membawa tas Aya sambil beriringan dengan Bu Laila yang juga membawa barangnya.