Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Makan bersama


__ADS_3

Sampai di meja makan


"Ayok sini gabung" (Fida)


"Ayok kita duduk disini disebelah ku aja Bu" (Aya)


"Iya, makasih" (Laila)


"Gak usah malu, santai aja" (Fida)


"Kami sering kok makan sama yang lain disini, ada temen Aya dan Rama juga yang kadang ikutan makan disini karena lagi pada main kesini"


"Kayaknya ada yang spesial dari Ibu, tapi apa ya" (Ervi)


"Bunda apa-apaan sih" (Aya)


"Oh iya, belum tau namanya nih" (Fida)


"Namanya siapa Bu Guru"


"Siti Nur Laila" (Laila)


"Oh, bagus banget namanya" (Fida)


"Kaya pernah dengar, waktu itu" (Ervi)


"Dengar dimana Bun" (Aya)


"Ada pokoknya, Rahasia" (Ervi)


"Tunggu sebentar ya, nunggu Anak saya masih dikamar, entah ngapain, kayaknya lagi dandan biar tampil ganteng dulu"


"Hahaha, Bunda ada aja" (Fida)


"Iya, Bunda mah gitu" (Aya)


"Maaf Bu, Bundaku memang suka gitu, tapi baik kok"


"Iya" (Laila)


"Ayah mana" (Aya)


"Masih dikamar, tadi lagi gendong Aqilla" (Fida)


"Rewel minta digendong Ayahnya"


"Suruh nidurin dulu"


"Papi sama Mami, apa gak pulang" (Aya)


"Baru aja, paling lagi ganti, baru mandi" (Ervi)


"Bu Laila gak usah malu sama kita, kan bentar lagi sekitar beberapa tahun lagi jadi keluarga"


"Iya, gak usah malu ya Bu" (Fida)


"Oh ya manggilnya biasa aja ya"


"Panggil ke saya Mama, dan dia Bunda aja, biar akrab"


"Iya, jangan manggil tante ya" (Ervi)


"Emang Bunda sama Mama tau apa sih, kok kayaknya aneh banget" (Aya).


"Apa aja ya Bun" (Fida)


"Orang tua itu gak pernah salah dengan perasaan anaknya sendiri"


"Pasti apapun yang anak lakukan pasti orang tuanya bakal tau, walaupun disimpan serapat mungkin"


"Karena ada ikatan batin yang kuat antara Ibu dan anak"


"Bener banget apa yang Mamamu katakan" (Ervi)


"Pasti gak akan salah dan meleset"


"Karena yang aku yakin pasti apa yang kupikirkan iti benar"


"Emang apaan sih, kok Kakak penasaran" (Aya)


"Gak usah pura-pura gak tau, karena Bubda yakin Kakak dah tau dari awal" (Ervi)


"Bingung" (Aya)


"Maaf ya Laila, jadi merasa dipojokkan nih sama kita" (Fida)


"Iya, maaf ya, bukan maksud kita seperti itu kok" (Ervi)


"Jangan nanti karena kami seperti ini malah Laila gak mau kesini buat main lagi"


"Iya Bu, gak papa kok" (Laila)

__ADS_1


"Kok Bu sih, Bunda dan Mama" (Ervi)


"Gak usah malu sama kita" (Fida)


"Kan Laila bukan temen Aya, tapi apa ya"


"Mama jangan bikin Bu guru bingung deh" (Aya)


"Ada apa sih, kok kayak nya rame banget" (Fariel) yang baru datang


"Apa dah tidur Yah" (Ervi)


"Sudah, minta di jagain sama Bibi, takut nanti kebangun" (Fariel)


"Rama mana, apa belum turun juga"


"Lagi dandan yang guantenge pol dulu" (Ervi)


"Masa ada yang sepesial gak dandan dulu"


"Bunda apaan sih, jangan bikin malu deh" (Fariel)


"Iya tuh Yah, daritadi Bunda sama Mama kayak gitu mulu" (Aya)


"Kalian juga tau lah" (Fida)


"Gak usah ditutupin tentang Rama sama Laila ada apa" (Ervi)


"Kalian pikir selama ini Bunda gak tau apa yang kalian bicarakan dikamar Rama"


"Dan dimobil tadi emang Bunda gak tau apa yang sebenarnya terjadi"


"Iya, Mama juga tau semuanya" (Fida)


"Makanya cctv dimatikan dulu kalau mau ngobrol penting"


"Kan jadi ketahuan apa yang kalian bicarakan dimobil"


"Hehehe maaf, Ayah lupa matikan cctv" (Fariel)


"Maaf ya Laila, kelupaan kalau ada cctv yang nyala"


"Ketahuan kan sekarang" (Ervi)


"Tapi Laila gak usah takut sama kita, anak kami yng salah gak tau sopan santun"


"Kuharap Laila sebagai Guru disekolah nya bisa memaklumi anak kami ini"


"Iya Bu" (Laila)


"Jangan bikin dia makin malu dong Bun" (Fariel)


"Gak papa, biar terbiasa aja sampai nanti, kalau dah biasa kan nanti dah gak bakalan kaku lagi" (Ervi)


"Eh ada tamu cantik" (Mami)


"Eh iya ada tamu rupanya" (Papi)


"Siapa" (Mami)


"Guru Aya disekolah Pi, Mi" (Fida)


"Oh gurunya cucu Mami toh" (Mami)


"Kirain calon mantu cucu Mami"


"Hus, Mami kalau ngomong suka gitu" (Papi)


"Maaf ya Bu"


"Iya" (Laila)


"Panggil aja Mami" (Mami)


"Ini Papi, jangan Kakek"


"Namanya siapa"


"Siti Nur Laila" (Laila)


"Laila, cahaya senja" (Papi)


"Nama yang bagus, dan cantik kaya orangnya ya Mi"


"Iya, secantik orang nya" (Mami)


"Ini pasti cucu kita yang paling ganteng masih dandan pakai parfum terus sisiran, pakai minyak rambut biar makin ganteng"


"Ya gitu lah cucu Mami" (Ervi)


"Kaya gak tau aja"

__ADS_1


"Ini pasti kayaknya karena ada Guru cantik kerumah, jadi mungkin mau pdkt sama gurunya, padahal kan gak boleh, masa pdkt ke guru, bikin malu aja" (Mami)


"Ya gak papa, malah seru kayaknya Mi" (Papi)


"Iya, bakal seru loh Mi" (Fida)


"Pasti perjuangan nya bakal berat"


"Kalian ya" (Mami)


"Bukan gak boleh, tapi gak sopan"


"Kecuali Gurunya laki buka cewek, itu bisa, tapi juga gak boleh, gak sopan"


"Kalau suka itu nanti kalau dah lulus dah gak jadi muridnya atau gurunya, baru silahkan lakukan"


"Tapi kalau dah sama-sama suka ya silahkan, asal tau sikap, dan tau tempat aja"


"Kenapa malah jadi bahas ini sih" (Aya)


"Kan kasian Guru Aya, jadi seperti sedang disindir"


"Gak dong" (Mami)


"Mami gak lagi nyindir atau ngomongin orang"


"Biar cucu Mami gak seenaknya aja"


"Maaf ya Siti Laila ya"


"Iya" (Laila)


"Gak usah takut, kami gak akan makan kamu" (Papi)


"Anggaplah seperti sedang kumpul sama keluarga kamu sendiri dirumah"


"Kamu kan ngajar di sekolah kami, jadi kamu termasuk keluarga kami juga"


"Jangan sungkan jika ingin kemari untuk sekedar bermain disini, atau untuk curhat sama kita disini butuh temen ngobrol"


"Kalau mau nginep juga boleh, ada kamar kosong atau mau tidur sama cucu saya yang paling cantik ini"


"Makasih Pi" (Aya)


"Iya makasih" (Laila)


"Baru nongol, yang lain dah nungguin dari tadi malah asih dandan" (Fida)


"Hihihihihi" (Aya)


"Rang tadi bisa nyuci baju dulu bentar, rang seragam Abang basah makanya kucuci sekalian" (Rama)


"Ya udah duduk aja, biar kita langsung makan sama-sama, dah mau sore nih" (Papi)


"Kamu duduk disini disebelah Mami" (Ervi)


"Bahaya kalau duduk disitu"


"Apaan si Bun" (Rama)


"Bunda dah tau semua, Mama juga" (Fida)


"Cctv mobil nyala, jadi tau" bisiknya


"Duduk, buruan" (Ervi)


"Iya Bun" (Rama)


"Ayok kita langsung makan" (Ervi)


"Ambil sesuai selera aja ya" (Fida)


"Gak usah malu, apa mau diambilkan"


"Eh gak usah, biar sendiri aja" (Laila)


"Ambil yang banyak ya Nak, jangan malu terus makan sedikit dan nanti malah masih lapar lagi" (Mami)


"Kalau mau jadi keluarga kami, kalau makan gak boleh sedikit, harus banyak biar kenyang"


"Ayok ambil yang banyak ya"


"Iya, Mi" (Laila)


Setelah semuanya siap dan makanan sudah dalam piring masing-masing, lalu dipimpin doa.


"Bang, sebagai pemimpin keluarga yang baru, pimpin Doa" (Ervi)


Rama malah memajukan mulutnya.


"Cepetan" (Ervi)

__ADS_1


"Ayok cucu Mami yang ganteng, tunjukan sama kita, sama yang ada di depan" (Mami)


Rama langsung memimpikan Doa, dan kami makan dengan santai hingga semuanya selesai.


__ADS_2