Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Cahaya Senja


__ADS_3

"Huh dasar gak tau sopan santun" (Aya)


"Guru sendiri di embat juga"


"Setres punya adek setres"


"Buruan cepet"


Rama langsung berjalan lagi kearah Bu Laila.


"Bu Cahaya Senja, aku mau minta tolong bisa" (Rama)


"Iya mau minta tolong apa" (Laila)


"Bu, boleh pinjam uang gak, lupa gak bawa uang, hehehehe" (Rama)


"Tapi tenang, besok kukembalikan langsung deh"


"Iya boleh, bentar" (Laila) langsung mengambil uang dalam baju disakunya


"Nih" yang memberikan selembar lima puluhan pada Rama


"Makasih Bu cantik" (Rama)


"Besok kukembalikan"


"Iya" (Laila)


"Dah sana kekantin buat istirahat"


Rama langsung berjalan ke Aya lagi.


"Nih, balikin loh" (Rama)


"Iya bawel" (Aya)


"Dah sana hus hus" (Rama)


"Gangu aja"


"Iya sana lanjutin lagi berjuang nya" (Aya)


"Gak perlu dikasih tau dah tau sendiri" (Rama) langsung berjalan lagi dan duduk didepan Bu Laila lagi


"Kenapa balik lagi, apa masih kurang" (Laila)

__ADS_1


"Gak kok, dah cukup" (Rama)


"Hanya kurang perhatian aja dari Ibu Cahaya Senja"


"Lalu kenapa balik lagi, gak istirahat kekantin" (Laila)


"Tadi tuh Kakak yang pinjam uang" (Rama)


"Aku lagi belajar menabung, biar nanti bisa bahagiakan Ibu Cahaya Senja"


"Biar nanti bisa mencukupi kebutuhan Ibu Senja saat kita dah nikah"


"Omonganmu kok makin ngelantur aja" (Laila)


"Ibu capek harus ngeladenin kamu"


"Jangan capek-capek dong, nanti kalau sakit kan Rama juga yang bakalan susah, karena calon ibu dari anak-anakku sakit" (Rama)


"Aku kan gak mau calon ku sakit"


Sedangkan Bu Laila hanya memutar bola matanya.


"Ibu kalau marah tetap cantik" (Rama)


"Apalagi kalau pas senyum, duh bikin akun tuh gak bisa tidur"


"Senyumnya itu lebih manis daripada gula"


"Bahkan kopi tanpa gula aja, kalau kuminum sambil lihatin senyum Ibu langsung terasa manis"


"Hilang pahitanya langsung"


"Ibu itu membuat hari-hariku terasa berarti dalam hidup ini, terasa indah"


"Apalagi kalau ada Ibu Cahaya di sisiku setiap saat, pasti bakal terasa indah hidupku"


"Apa udah ngomongnya" (Laila)


"Kalau belum lanjutin terus"


"Tapi jangan harap Ibu mau sama anak kecil, kamu itu muridku bukan yang lain, paham ya"


"Paham" (Rama)


"Sekarang mungkin iya aku masih kecil, masih muridmu, tapi esok belum tentu"

__ADS_1


"Karena esok akan ada waktu hari yang indah buat kita, yaitu hari dimana kita duduk berdua dipelaminan setelah kita sah menjadi suami istri"


"Murid hanya status sesaat, tapi sepasang suami istri akan selamanya"


"Karena aku akan selalu meminta kepada Tuhan, kalau aku hanya ingin Ibu Cahaya Senja yang akan menemani hari-hariku sampai tua nanti"


"Karena aku cinta sehidup sesurga sama Ibu Senja"


"Duh nih anak, makin lama kok makin aneh aja" (Laila) ucapnya dalam hati


"Masa iya aku dirayu sama anak didikku sendiri"


"Apa dunian ini semakin sempit aja"


"Bisa-bisa nya muridku sendiri mengatakan seperti itu padaku secara terang-terangan didepanku" lalu menggelengkan kepalanya


"Kenapa Bu" (Rama)


"Lagi mikirin kata-kata ku barusan ya"


"Pasti akan menjawab iya aku mau, ya kan Bu"


"Maaf ya Rama ya" (Laila)


"Ibu gak ada niat buat menikah sama anak didikku sendiri, paham ya"


"Lebih baik kamu cari yang seumuran sama kamu"


"Ibu gak akan bisa menerimamu"


"Apalagi berharap jadi Ibu jadi istrimu nanti"


"Dah Ibu mau pulang, mau kuliah"


"Jangan kebanyakan nonton TV, jadinya seperti ini kebanyakan menghayal"


"Belajar yang bener"


"Kalau Ibu gak mau sama Rama, Rama gak akan masuk sekolah lagi" (Rama)


"Untuk apa sekolah kalau Ibu gak mau sama aku"


"Terserah sama kamu" (Laila)


"Sekarang Ibu permisi mau pulang"

__ADS_1


"Jangan anggap ucapanku ini hanya bohong dan mainan saja" (Rama) yang berteriak karena Bu Laila dah berjalan sambil membawa kertas ulangan keluar kelas.


__ADS_2