
Dikantin setelah ulangan selesai, dan kini sedang istirahat menikmati jam istirahat dikantin sambil nongkrong dan ngobrol.
"Ay tuh" (Sifa) dengan menunjuk ke arah sebelah ke cowok dengan mulut dan matanya
"Iya tuh Ay" (Sandra)
"Nikmati jam istirahat, dan makan" (Aya)
"Biarin aja, gak usah dipikirkan"
"Iya, harusnya tuh kita dukung Aya, bukan malah mojokin Aya, kalian sahabat siapa sih" (Nina)
"Jual mahal dikit lah, biar makin klepek-klepek tuh cowok"
"Idih ada yang dah mulai ngerti nih" (Sifa)
"Aku bukannya gitu, tapi hanya ngasih kode aja ke Aya, bukan berarti mencoba untuk gitu ke Aya"
"Iya, dah akunya juga gak papa kok" (Aya)
"Kalian kan tetap sahabat ku"
"Lebih baik kita sekarang makan aja"
"Traktir ya" (Sandra)
"Huhhhhh" (Sifa, Nina) dengan keras hingga dibangku sebelahnya melihat kearah mereka
"Iya iya ku traktir kalian, mau pesan apa silahkan" (Aya)
"Hari ini aku yang bayarin kalian makan"
"Kalian tadi kan gak mau, jadi aku aja yang ditraktir" (Sandra)
"Enak aja, Aya bilangnya aja ke kita semua" (Nina)
__ADS_1
"Iya serakah banget lo Dra" (Sifa)
"Kita kan juga sahabat Aya"
"Kalian kan anak orang kaya, masa iya ikutan minta traktiran ke Aya" (Sandra)
"Kan hitung-hitung biar makin irit" (Nina)
"Bisa buat beli yang lain, biar bisa beli film drama baru" (Sifa)
"Huh dasar manusia drama" (Sandra)
"Udah udah, ni mau makan apa mau berantem nih" (Aya)
"Kalau gak jadi, ke kelas aja, biar aku makan sendiri aja"
"Jangan dong" (Sandra)
"Iya, jangan marah dong" (Sifa)
"Maaf yaa" (Nina)
"Aku kaya biasa aja, jeruk sama bakso pedas"
"Oke Ay" (Sandra)
"Aku juga sama ya" (Sifa)
"Aku juga samain aja" (Nina)
"Enak aja, pesan sendiri lah, kalian punya tangan dan kaki" (Sandra)
"Tanganku hanya dua, hanya bisa bawa punyaku dan Aya, kalian bawa aja sendiri kesini"
"Lah kok ngamuk" (Sifa)
__ADS_1
"Hahahahaha, huhhhhh" (Bertiga) langsung pada lihat kearah mereka yang lebih rame dari pasar walau hanya berempat
"Iya aku pesan sendiri, kasian sobat ambyar kita, nanti makin ngamuk kalau gak kita bantuin" (Sifa)
"Iya deh aku juga ikutan deh pesan sendiri aja" (Aya)
"Eh jangan, Nona Ratu cukup duduk cantik aja disini, biar kami yang kesana pesan" (Sifa)
"Iya, masa Ratu ikutan kesana, nanti cantik nya ilang dong" (Sandra)
"Ada kita, buruan sana" (Nina)
"Lah kok ngusir" (Sifa, Sandra)
"Lo pesan dan bawa sendiri Nin" (Sandra)
"Iya kami hanya pesan ini dan bawain punya Nona kita yang traktir kita" (Sifa)
"Kecuali lo yang teraktir baru kita yang pesanin dan kami yang bawain kemari"
Karena perdebatan yang panjang anatara mereka akhirnya Aya berdiri dan jalan kearah Ibu kantin buat pesan makanan, karena lama kalau nunggu mereka selesai debat.
"Yang jadi Ratu kan Aya bukan lo Nin" (Sandra)
"Loh Aya mana" (Sifa) yang melihat kearah tempat duduk Aya, dan ternyata Aya gak ada
"Iya, kok ngilang" (Nina)
"Kalian sih debat aja daritadi" (Sandra)
"Jadi gagal dong makan gratisnya nih"
"Eh itu dia disana tuh" (Nina) menunjuk pada Aya yang lagi memesan makanan
"Yuk buruan" (Sandra)
__ADS_1
"Iya ayok" (Nina)
Dan mereka akhirnya berdiri dan jalan kearah Aya dan ikutan buat pesan makanan.