Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Dikamar Aya


__ADS_3

Ya udah kalau gitu biar ku antarkan kekamar Aya aja, biar nanti pinjam punya Aya kalau mau ganti baju" (Fida)


"Iya Bu makasih" (Laila)


"Yuk" (Fida)


"Gak malu, biasa aja"


"Iya Bu" (Laila)


Dan langsung berjalan ke kamar Aya.


"Ini kamar Aya" (Fida)


Langsung mengetuk pintu kamar Aya.


"Tok tok tok, Kak, Kakak, Assalamu'alaikum" (Fida)


Pintu terbuka.


"Waalaikumsalam" (Aya)


"Ada apa Ma"


"Ini Bu Guru mau Shalat dikamar mu sekalian kasih ganti buat ganti, siapa tau mau mandi juga" (Fida)


"Oh, ayok Bu masuk" (Aya)


"Iya, makasih" (Laila)


"Ibu gak usah sungkan ya" (Fida)


"Santai aja, gak usah malu, kalau dirumah anggap aja dia Adek sendiri"


"Kalau butuh pakaian, pinjem punya anak saya aja yang masih pas kalau dipakai sama Ibu"


"Kalau kukasih punyaku, gak ada pakaian anak muda, rata-rata pakaian daster semua, jadi gak mungkin kukasih pakaian daster, sama pakaian ku yang besar, nanti kebesaran kalau dipakai Ibu"


"Kalau punya anak saya kan pas"

__ADS_1


"Pakai aja apa yang suka"


"Kakak pinjami pakaian ya"


"Iya Ma" (Aya)


"Kalau gitu kutinggal dulu, mau nyiapkan makanan dulu" (Fida)


"Kalian mandi dan Shalat aja"


"Iya Bu, makasih" (Laila)


"Assalamu'alaikum" (Fida)


"Waalaikumsalam" (Aya, Laila)


Fida langsung balik kedapur buat menyiapkan makanan buat makan siang.


Dikamar Aya.


"Ayok Bu, duduk aja dulu" (Aya)


"Maaf kalau berantakan, namanya juga anak gadis Bu, hehehe"


"Iya gak papa" (Laila)


"Tapi ini masih rapi kok, beda sama kamar saya yang berserakan barang-barang"


"Itu foto kamu Ya" tunjuk nya pada foto didinding seorang anak kecil dengan membawa tas dan digandeng oleh Ayahnya.


"Iya Bu, itu foto saya waktu kecil" (Aya)


"Itu favorit saya"


"Itu saat sedang main di pantai, makanya Ayah saya hanya memakai singlet dan celana ponggol"


"Pasti seneng punya Ayah seperti itu" (Laila)


"Ya seperti itulah kira-kira Bu" (Aya)

__ADS_1


"Itu saat lagi senang-senangnya olahraga buat besarin kaki dan lengannya, makanya dulu Ayah tuh suka banget sama yang berbau olahraga buat besarin otot, kalau sekarang dah kurang, dah agak gemukan sedikit"


"Karena sering dimarahin sama Mama dan Bunda kalau olahraga sering bikin para Ibu-ibu bikin melotot matanya kalau lihat Ayah saya"


"Oh iya, apa Ibu mau mandi, atau mau Wudhu dulu biar Shalat, nanti gantian Shalat nya"


"Nanti aja dirumah mandinya" (Laila)


"Ambil Wudhu dan Shalat aja deh"


"Ya udah kalau gitu masuk aja, itu disana buat Wudhu, dan Shalat nya disini, itu samping kasur" (Aya)


"Itu mukena atau rukunya dan perlengkapan Shalat ada diatas meja"


"Saya mau mandi, gerah"


"Kalau Ibu mau mandi juga boleh, nanti pakai pakaian punyaku"


"Anggap aja pinjem punya Kakak ipar pakaian nya sementara" godanya


"Apaan sih kamu ini" (Laila)


"Itu nanti kalau memang jodoh"


"Lagian saya gak ada apa-apa sama Rama, hanya Guru dan murid aja"


"Gak ada yang lebih, hanya tak ingin membuat dia hilang semangat sekolah karena saya"


"Apalagi saya daun janji kalau dia berhasil juara satu, saya terima apa yang diinginkannya"


"Wah kayaknya bakal seru nih" (Aya)


"Ibu siap-siap aja bakal menurutu kemauan Rama, karena dia selalu juara satu terus dari SD sampai kamarin"


"Siap-siap bulan depan adalah ujian semester awal, pasti dia bakl juara kelas"


"Saya selalu yakin sama dia, karena aku sering minta bantuan dia PR matematika buat ngerjain tugasku"


"Emang dia bisa, kan beda" (Laila)

__ADS_1


__ADS_2