Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Makan di kantor bersama


__ADS_3

"Sini sama Ayah sini, duduk disebelah Ayah sini" (Fariel)


"Tadi katanya lapar, mau makan apa"


"Sini sama Ayah sini, jangan gangguin Adek yang lagi minum susu"


"Iya Ayah" (Aya)


"Apa pesanannya dah datang Bun" (Fariel)


"Sudah baru aja" (Fida)


"Nunggu mangkok dan Ayah kesini lagi, kan mau makan bareng"


"Pesan berapa tadi" (Fariel)


"Hanya tiga Yah" (Ervi)


"Ya dah kalau gitu biar aku pesan dikantin aja, itu buat kalian dan Kakak" (Fariel)


Langsung ku telpon Sekertarisku buat ngantarin mangkok kosong tiga dan antarkan bakso kosong dua lagi.


"Assalamu'alaikum"


"Tolong antarkan mangkok kosong tiga, dan bakso dua lagi, bakso kosong aja dikantin, satu pedas satu jangan pakai sambal atapun saos, cukup kecap aja"


"Baik Pak, Waalaikumsalam" (Sekertaris)


"Ditunggu diruangan" (Fariel)


"Iya Pak" (Sekertaris)


"Sini anak Ayah sini duduk sini" (Fariel)


"Mau Ayah pangku"


"Duh kasian anak gadisku, ngambek karena diomelin nih sama Mama dan Bunda nih"


"Anak Ayah gak boleh nakal sama Bunda dan Mama, jangan nakal dan gangguin Aqilla yang lagi minum susunya, kasian kalau nanti kesendak gimana"


"Kalau misalnya gigit terus sampai berdarah kan kasian Bundanya, harus nahan sakit"


"Lain kali gak boleh gitu ya"


"Kalau mau ngajak main, nanti setelah Aqilla siap minum, dan dah siap buat diajak main"


"Kakak harus bisa ngasih contoh yang baik buat adek-adek Kakak"


"Jangan ngajarin yang gak benar, nanti mereka ikutan gak benar"


"Iya Yah maaf" (Aya) sambil memelukku karena menangis


"Loh kok anak Ayah nangis, tadi perasaan senang bahagia banget, kenapa nangis sekarang" (Fariel)


"Anak Ayah gak boleh cengeng, harus kuat gak boleh nangis"


"Nanti cantiknya hilang"


"Nanti bisa-bisa tu si camimu nanya siapa"


"Nanti ninggalin Kakak karena Kakak jelek, cengeng, suka bikin onar dan manja"


"Ih Ayah mah" (Aya)


"Dia cuman temen"


"Iya teman tapi jadian kan" (Fariel)


"Gak papa jujur aja sama Ayah"


"Ayah bisa jaga mulut haga rahasia"


"Ih Ayah" (Aya)


"Dah cep cep cep anak Ayah gak boleh cengeng, kalau cengeng diketawain bebek, wek wek wek, si Kakak ciwek" (Fariel)


"Ahhh Ayah" (Aya)


Tiba-tiba Aqilla memukul kaki Aya, pluk, pluk.


"Ehh anak Ayah mau di gendong Ayah juga sini sama kaya Kakak" (Fariel)


"Gak boleh ini punya Kakak" (Aya)


"Aaaaaa" (Aqilla) jeritnya


"Ini punya Kakak, weeee" (Aya) yang menjulurkan lidahnya


Aqilla malah ikutan dan ketawa.


"Kakak bentar dong, Ayah mau gendong Aqilla, jangan kamu mulu yang digendong Ayah" (Fariel)


"Ayah mangku Aqilla aja"


"Tok tok tok Assalamu'alaikum" (OB)

__ADS_1


"Waalaikumsalam" (kami berempat)


"Ini Pak, Bu makananya sama mangkok kosong nya" (OB)


"Letakkan aja di meja langsung gak papa" (Fida)


"Minumnya tolong nanti sekalian, tadi lupa"


"Iya Bu nanti saya antarkan kesini lagi" (OB)


"Putih aja, Aqua empat" (Fida)


"Aku jeruk satu" (Ervi)


"Jeruk dua aqua dua kalau gitu" (Fida)


"Baik Bu, kalau gitu permisi dulu" (OB)


"Iya silahkan" (Fida)


"Assalamu'alaikum" (OB)


"Waalaikumsalam" (kami)


"Yuk kita makan yuk" (Fariel)


"Kita makan bakso"


"Aqilla mau makan bakso gak nih"


"Hemmmm"


"Adek cukup kuahnya aja ya" (Aya)


"Baksonya buat Kakak"


"Masa bakso makan bakso"


"plakk" (Aqilla) yang memukul Aya dipipinya


"Pukul aja dek pukul kakaknya" (Fida)


"Siapa suruh nakal gangguin"


"Adek ku yang bulet kaya bola, kaya bakso" (Aya)


"Gak boleh nakal sama Kakak, nanti gak Kakak ajak main boneka lagi, gak main coretan lagi"


"Gak Kakak ajarin gambar kalau nakal"


"Hahahaha" (Fida)


"Tabok aja, nanti mainnya sama Mama sama Bunda dan Ayah, kan masih ada Abang juga" (Ervi)


"Kalau Kakak nakal tabok aja lagi"


"Plak, plak, plak" (Aqilla)


"eee eeee eeee" (Aya) yang pura-pura menangis


Aqilla malas ketawa senang


"Duh anak Ayah seneng bener yang bikin Kakanya nangis" (Fariel)


"Jangan dipukulin lagi Kakaknya kasian"


"Turun Kak, katanya tadi lapar mau makan"


"Tuh makan baksonya sana"


"Suapin ya" (Aya)


"Daripada nyuapin kamu mending nyuapin Adek Aqilla" (Fariel)


"Kamu kan dah besar jangan manja terus sama Ayah dong, nanti kalau dah nikah masih manja juga gimana Suamimu nanti"


"Pasti cemburu karena lihat lebih manja sama Ayahnya daripada sama Suamimu sendiri"


"Mulai sekarang belajar mandiri ya"


"Ini punya Kakak" (Aya) yang memelukku


"Adek sama Mama tuh apa Bunda aja sana"


Aqilla hanya ketawa.


"Assalamu'alaikum Bu" (OB)


"Ini minumnya"


"Waalaikumsalam" (kami)


"Makasih, taro dimeja aja" (Fida)


"Iya Bu, kalau gitu saya permisi" (OB)

__ADS_1


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam" (kami)


"Yuk makan Yah" (Fida)


"Biarin anak Mama kalau gak mau makan"


"Sini Aqilla sama Bunda sini, kita makan bakso" (Ervi)


"Aem bakso"


"Kakak turun, jangan kaya gitu, Ayahmu mau makan" (Fida)


"Yuk kita makan yuk" (Fariel)


"Kakak juga makan, Ayah dah lapar"


"Habis makan kita pulang"


"Assalamu'alaikum" (Rama) dengan teriak


"Astaga, bikin kaget aja" (Ervi)


"Kalau Bunda kena serangan jantung gimana"


"Waalaikumsalam" (kami)


"Hehehe maaf Bun" (Rama)


"Jangan diulangi lagi Bang" (Fida)


"Gak boleh kaya gitu ngucapin salamnya"


"Harus benar, gak boleh pake teriak"


"Iya Ma" (Rama)


"Bang dah makan" (Fida)


"Belum, tadi langsung kesini belum pulang buat makan" (Rama)


"Ya dah makan dulu kita" (Fida)


"Tuh ada bakso"


"Wah pas banget tuh" (Rama)


"Yuk turun nanti dihabiskan sama Abang" (Fariel)


"Itu punya Kakak" (Aya)


"Adek tuh yang dah di mangkok"


"Dah punya Bunda aja itu ambil gak papa" (Ervi)


"Biar Bunda makannya sama Aqilla, kan adek juga gak bakal habis, hanya makan kuahnya aja paling"


"Ok Bun, makasih" (Rama)


"Ya dah buruan turun nanti dihabiskan sama Abang" (Fariel)


Aya langsung turun dan langsung duduk menyiapkan bakso ke mangkuk buat dimakan.


"Yuk anak Ayah kita makan" (Fariel)


"Itu yakin habis segitu" (Ervi)


"Itu satu buat dua orang cukup"


"Kalau aku yakin Bun" (Rama)


"Dah keroncongan, bisa main bola lawan Caminya Kakak"


Aya langsung melototinya.


"Kakak habis gak segitu, itu jumbo loh" (Fida)


"Yakin Ma" (Aya)


"Nanti setengah buat Ayah kalau gak habis, Ayah sisanya aja"


"Ayah kok dikasih sisanya" (Ervi)


"Iya nanti Ayah makan sisamu kalau gak habis baksonya" (Fariel)


"Kalau kurang beli sendiri"


"Sip Yah" (Aya)


"Jangan lupa berdoa kalau makan" (Fida)


"Iya" (Aya, Rama)


Dan kita pun makan bakso bersama, sesekali menyuapi Aqilla kuahnya, kalau baksonya takut belum bisa ngunyah dan malah jadi bahaya.

__ADS_1


__ADS_2