Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Berjuang samapai nanti


__ADS_3

"Abang sama Kakak jangan gitu dong, kasian calon mantu Ayah ini" (Fariel)


"Nanti kepalanya kepentok dinding atau tiang kan bahaya"


"Maafin Anak-anak ku ya Bu"


"Maklum masih masa pertumbuhan"


"Ayah apaan sih" (Rama)


"Iya, pakai bilang masa pertumbuhan segala" (Aya)


"Dah besar nih Kakak"


"Abang juga dah gede nih Yah, jangan ngatain anak kecil ya Yah" (Rama)


"Iya deh yang ngaku dah besar tapi masih minta digendong mulu, masih suka manja, minta ditemanin saat tidur" (Fariel)


"Hahahahaha" (Rama)


"Jangan ketawa kamu Bang" (Aya)


"Jangan ngungkit masalah itu napa sih Yah, kan malu sama calon Adek ipar"


"Kamu juga gak usah ngetawain Kakakmu, kamu juga sama, ngakunya dah gede, tapi masih kelakuan macam anak kecil" (Fariel)


"Mana ada anak kecil macarin gurunya, pakai bertingkah dirumah lagi"


"Hahahahahaha, kawus kamu Bang" (Aya)


"Emang enak"


"Ayah mah gitu, gak mau jaga rahasia" (Rama)


"Buat apa pakai rahasia segala" (Fariel)


"Itu biar Buguru tau"


"Jadi kalau dah tau, kan biarkan cinta itu tumbuh dengan apa adanya, bukan karena dipaksa karena ulahmu"


"Kalau memang kalian jodoh, Ayah akan bahagia melihat kalian bahagia"


"Kalau suka itu berjuang, bukak berulah"

__ADS_1


"Iya iya, Rama bakal berjuang sampai nanti" (Rama)


"Sampai kapan" (Fariel)


"Sampai aku bisa menikahi Bu Siti Nur Laila" (Rama)


"Berjuang kok cuman sampai disitu doang" (Fariel)


"Jadi" (Rama)


"Berjuang itu sampai akhir waktumu tiba, sampai akhir hayat" (Fariel)


"Bahkan saat sudah memiliki dan menikahinya pun perjuangan itu belum selesai dan tak akan selesai"


"Karena masih berjuang menafkahi, dan selalu ada saat lemah"


"Makanya saat menikah didoakan menjadi keluarga sakinah mawaddah"


"Itu artinya biar selalu rukun, dan biar rukun kamu masih berjuang supaya gak dikecewakan lalu ditinggalkan karena perjuangan mu dah usai, cintamu seperti hilang"


"Weeehh, Ayah mah jago juga ceramahnya" (Aya)


"Kakak salut sama Ayah"


"Iya bener banget" (Fariel)


"Hidup Ayah sekarang itu setelah menikah menjadi milik kalian semuanya"


"Karena tanggung jawabku pada keluarga itu gak boleh hilang, harus semangat agar kalian bisa mendapatkan apa yang kalian minta dari Ayah"


"Makanya jangan suka mengatakan capek saat disuruh, karena masih ada yang lebih capek dari kalian, yaitu orang tua kita"


"Iya Yah" (Aya)


"Dah sekarang turun, dah sampai" (Fariel)


"Bang bukain pintu"


"Depan ya Yah, gak mau dibelakang, mau disamping Ayah aja titik" (Aya)


"Kamu dibelakang sama Bu Laila aja ya, masa suruh Abang dibelakang, kan gak boleh" (Fariel)


"Gak mau dibelakang titik" (Aya)

__ADS_1


"Biarin mereka biar makin dekat"


"Bang bukain yang depan"


"Aya sama Ibu aja dibelakang ya" (Laila)


"Tuh dengarin" (Fariel)


"Gak deh Bu, maaf" (Aya)


"Ibu dibelakang aja sama Rama, biar aku didepan"


"Anggap aia lagi mencoba suasana baru"


"Kapan lagi bisa duduk berdua dibelakang sama Cami ya kan Bang"


"Kakak" (Fariel)


"Betul banget Kak" (Rama)


"Pokoknya Kakak paling bisa diajak kompromi deh, paling ngerti aja"


"Buruan buka pintu nya" (Aya)


"Oke Taun Putri" (Rama) langsung membuka pintu yang depan.


"Yah turunin buruan" (Aya)


Langsung ku turunkan Aya dan langsung masuk kedalam mobil.


"Bang bukain tuh Canis pintunya, biar kaya di film romantis" (Aya)


"Oke" (Rama) langsung membukakan pintu bagian samping penumpang.


"Silahkan masuk Canis ku" dengan membungkuk dan mempersilahkan pada Bu Laila.


Sedangkan Bu Laila hanya diam dengan menahan malu karena mukanya yang makin memerah kaya udang rebus karena perkataan Aya dan perlakuan Rama.


"Kok malah diam" (Rama)


"Ayok, Canis ku, masuk, kita pulang, atau mau ke KUA hari ini"


Bu Laila langsung masuk karena semakin lama berdiam akan semakin banyak digodain dan makin merah mukanya.

__ADS_1


Rama langsung menutup pintu, dan memutar kesebelah dan ikutan masuk kedalam mobil disamping Bu Laila pujaan hatinya, Canis nya.


__ADS_2