Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Cerita Aya


__ADS_3

Setelah mandi dan Aya selesai Shalat nya.


"Sudah mandinya Bu" (Aya)


"Sudah" (Laila)


"Makasih dah boleh numpang mandi"


"Iya, santai aja Bu" (Aya)


"Itu ada jilbab yang belum kupakai, kadang sama Ibu cocok dan pas"


"Nih pakai aja Bu, buat Ibu" sambil menyerah kan jilbab pada Laila


"Tapi" (Laila)


"Pakai aja, gak papa kok Bu" (Aya)


"Aku kurang suka aja sama warnanya"


"Itu juga kepanjangan menurutku, aku gak suka yang seperti itu, kalau Ibu kan suka yang seperti itu yang panjang"


"Aku suka yang simpel aja, seperti ini"


"Beneran ini boleh kupakai" (Laila)


"Tapi ini masih baru loh"


"Beneran boleh buat Ibu" (Aya)


"Aku masih ada yang lain kok, jadi santai aja"


"Sini kubantu buat ngeringkan rambutnya"


"Gak usah, saya bisa sendiri" (Laila)


"Aya lakukan apa yang Aya mau lakukan aja, kan Aya juga belum pakai jilbab"


"Aku mah selow Bu" (Aya)


"Aku pakai yang simpel yang dah tinggal pakai aja, kan cuman dirumah, jadi biasa aja pakainya"


"Sini biar kubantu, biar cepet kering" Langsung membantu mengeringkan dengan hair dryer


"Saya bisa sendiri loh Ya" (Laila)


"Lebih baik Aya ngeringkan rambut sendiri aja, gak usah bantuin Ibu"


"Udah gak papa Bu" (Aya)


"Lagian rambutku cepet kering gak kaya rambut Ibu yang yang panjang dan lebat seperti ini"


"Punyaku mah tipis rambutnya karena habis ke salon buat sasak rambut, jadi cepet kering pastinya"


"Sebenarnya saya juga pengen nyasak rambut biar gak tebal banget, biar kalau mandi keramas bisa cepet keringnya, tapi waktunya yang gak ada" (Laila)


"Tapi malah keliatan bagus Bu" (Aya)


"Apa mau kubantu buat nyasak rambut Ibu"


"Gak usah, makasih" (Laila)


"Nanti kalau ada waktu biar saya sendiri aja kesalon"


"Kalau mau biar Bunda suruh sasakin rambut Ibu" (Aya)


"Bunda" (Laila)


"Iya Bundaku dan Rama" (Aya)


"Kalau cuman nyasak rambut doang Bunda bisa, tapi kalau buat yang lain enggak"


"Kan gak mungkin kalau suruh Ayah buat nyasakin rambut Ibu, bisa gawat nanti"


"Gak usah deh Ya" (Laila)


"Kekgini aja dulu gak papa, walaupun suka gerah"


"Ya udah sekarang kita pakai jilbab dan turun buat makan aja dulu, nanti bisa lanjut ngobrol lagi" (Aya)


"Iya Ya" (Laila)

__ADS_1


"Makasih buat semuanya, dah bantuin dan ngasih pinjaman baju juga semuanya"


"Iya sama-sama Bu" (Laila)


"Aku juga berterimakasih sama Ibu dah dipinjami dan dipakaikan pula lagi tadi saat aku pingsan"


"Dan makasih juga dah mau jadi calon Adek iparku"


"Hah" (Laila)


"Ayok dipakai jilbabnya dan bajunya tinggal pilih buat luarannya, masa mau pakai kaos doang, tapi kalau mau ya gak papa, lagian kan dirumah sendiri, calon rumah sendiri maksudnya" (Aya) lalu tersenyum


"Apaan sih" (Laila)


"Bukan apa-apa" (Aya)


"Itu gamisnya pilih aja ya Bu"


"Nanti kalau saya pilih dan yang kupakai itu favorit dan spesial gimana" (Laila)


"Gak ada yang spesial dan favorit kok Bu" (Aya)


"Semuanya sama, kecuali ini yang digantungan ini, itupun hanya satu aja, itu punya Mama yang spesial buat aku dari seseorang yang selalu kusebut dalam do'a ku"


"Ini juga model lama, sepuluh tahun yang lalu, bukan model sekarang, jadi mana mungkin akan ada yang mau pakai lagi model seperti ini"


"Tapi Saya juga punya dan sering pakai kalau di kosan" (Laila)


"Emang siapa"


"Gak usah dijawab, maaf"


"Sebenarnya Ayahku yang sekarang itu bukan Ayah kandungku" (Aya)


"Ayah kandung ku dan ninggal saat aku masih dikandungan Mama, masih baru dua bulanan"


"Kalau Ayah Sielfa itu Ayah sambung Aya saat Aya sering sakit karena butuh Ayah yang selalu menemaniku"


"Dan jadilah Ayahku yang sekarang itu jadi Ayahku, yang sebenarnya akan jadi pamanku, karena mau menikah dengan Bunda"


"Akhirnya dengan berat hati Ayah mau menerima semuanya dan menikahi Mama dan Bunda sekaligus"


"Maaf dah bikin kamu sedih" (Laila)


"Tapi bukannya setahuku menikahi dua sekaligus yang sedarah gak boleh" (Laila)


"Bunda dan Mama itu beda orang tuanya, hanya dibesarkan sama Papi dan Mami dan jadi Adek Mama" (Laila)


"Makanya Ayah bisa menikahi keduanya"


"Ohh" (Laila)


"Pasti kamu sayang banget sama Ayahmu yang sekarang, kalau saya lihat dari caramu itu"


"Apalagi banyak foto Ayahmu dan kamu disini, dan hanya ada satu foto itu"


"Iya bener banget aku sayang banget sama Ayahku yang sekarang" (Aya)


"Iya dia itu Ayah kandungku yang sebenarnya"


"Memang ada kemiripan dari bentuk wajahnya mereka, hanya Ayah Sielfa mungkin lebih keliatan putih saja, sedangkan Ayahku agak seperti sawo matang kulitnya"


"Tapi mereka hanya sekali bertemu dirumah ini, dan hanya sekali ngobrol"


"Tapi sebelum Ayah ku meninggal dia memberikan surat buat Mama dan Ayah"


"Ayah ku menitipkan aku pada Ayah Sielfa dan juga Mama, dan Ayahku rela jika Mama nikah lagi tapi harus dengan Ayahku yang sekarang"


"Maaf kalau buat Aya jadi sedih" (Laila)


"Gak papa kok Bu" (Aya)


"Justru aku seneng bisa ngobrol dan cerita sama Ibu ini semua, karena hanya Ibu yang baru tau tentang ini semuanya, sahabat ku belum ada yang tau tentang Ayahku yang sebenarnya"


"Walaupun mereka main kesini tidur dikamar ini, tapi mereka gak pernah kuceritakan tentang ku"


"Mereka hanya kagum dengan hidupku dan Ayahku yang kata mereka gak cocok jadi Ayahku karena mereka bilang masih seperti bujangan yang belum nikah"


"Kalau menurut Ibu Ayahku itu gimana"


"Ya mungkin yang mereka katakan itu ada benarnya juga, karena kelihatan muda seperti umur tiga puluh satu atau dua gitu, dan apalagi disini kan banyak yang menikah diumur segitu, jadi wajar aja kalau mereka katakan masih seperti bujangan Ayahmu" (Laila)

__ADS_1


"Bahkan saya juga mengidolakan Ayahmu itu"


"Maaf ya Ya"


"Iya gak papa Bu, lagian juga banyak yang mengidolakan Ayahku kok Bu" (Aya)


"Makanya sekarang Ayah itu gak boleh lagi buat acara di TV lagi, biar gak makin banyak yang dekat sama Ayah, apalagi banyak Ibu-ibu yang carper sama Ayahku"


"Kenapa Ibu mengidolakan Ayah ku"


"Ibu suka dengan orang yang suka olahraga" (Laila)


"Rambut di pipinya, rambut tipisnya itu yang bikin saya suka"


"Postur tubuh juga, dan semuanya deh"


"Apalagi pas lihat kalau dia sayang banget sama keluarga nya, jadi pengen punya yang seperti itu nanti, yang selalu menyayangi ku dan anak-anak ku nanti"


"Hanya itu aja sih kayaknya"


"Ayah memang sayang banget sama kita semua" (Aya)


"Bahkan saat aku masih dikandungan aja dia sayang banget sama Aya"


"Sampai rela lakuin apapun buat nurutin Mama saat ngidam"


"Bahkan saat Mama mau menggugurkan aja Ayah selalu ada disampingnya dan siap merawatku dan dijadikan anaknya kata Mama"


"Berkat Ayah Mama jadi mau merawat kandungan nya dan selalu ditemani sama Ayah, bahkan makan dan disuapin di masakin apa yang mau dimakan sama Mama, asal Mama mau menjaga kandungan nya hingga nanti"


"Saat lahiran juga Ayah yang menemani Mama, bahkan Ayah sampai macam orang gila, karena rambutnya ditarik sama Mama dan bajunya sampai robek karena ditarik, bahkan sampai ditampar pipinya"


"Kapan-kapan Ibu lihat aja videonya, kalau dah sah jadi Adek ipar ku"


"Emang dibuat Video" (Laila)


"Hanya Video dari HP pas lagi vc doang sama Mami, dan yang rekam itu suster" (Aya)


"Akhirnya sama Papi dan Mami dibuatkan jadi video buat kenangan katanya"


"Karena lucu lihat Ayah seperti itu, biar nanti kalau dah besar akan disuruh lihat perjuangan Ayahku buat Aku"


"Pasti kamu sangat bangga punya Ayah seperti itu" (Laila)


"Iya dong, karena hanya dia Ayahku yang mau memanjakan ku apa yang kumau dan kuminta selalu diturutin" (Aya)


"Makanya aku tuh sayang banget sama Ayahku yang sekarang, bahkan sering bikin Mama dan Bunda itu marah sama aku karena manjanya sama Ayah suka aneh-aneh"


"Seperti disekolah tadi yang minta digendong"


"Ya udah sekarang kita turun buat makan aja yuk Bu, dah siap kan"


"Udah, ini dikit lagi" (Laila) yang memakai gamis


"Mau dibantu" (Aya)


"Gak usah, ini aja dah selesai kok, hanya tinggal ngikat tali aja kok" (Laila)


"Ya udah ayok kita makan bareng sama calon keluarga baru" (Aya)


"Apa-apaan sih Ya" (Laila)


"Gak papa, nanti pasti bakal bikin Rama makin gak percaya kalau calonnya cantik banget" (Aya)


"Pasti bakal dibilang Bidadari turun kang dari surga kalau lihat Ibu seperti ini cantik nya"


"Kamu juga cantik kok Ya" (Laila)


"Tapi cantikan Ibu daripada aku" (Aya)


"Apalagi dimata Rama, pasti paling cantik deh"


"Ya udah yuk, kita kebawah"


"Iya" (Laila)


"Yuk biar ku gandeng, biar makin akrap dan seperti Kakak dan Adek ipar beneran yang telah sah" (Aya)


"Atau seperti sedang mengantarkan calon pengantin ya, ke Rama dibawah"


Laila hanya memajukan bibir bawahnya, dan Aya tersenyum melihatnya.

__ADS_1


Dan mereka berdua langsung turun kebawah dengan saling bergandengan tangan.


__ADS_2