
"Maafin Adek ku ya Bu" (Aya)
"Dia suka gitu emang"
"Dasar Adek gak tau tempat, bikin Kakak malu aja"
"Sini kuenya buat Kakak, cepetan suapin Kakak"
"Enak aja, rang ini tuh buat Rama bukan buat Kak Aya, heee" (Rama)
"Iya kan Nis"
"Rama" (Laila)
"Itu sebenarnya buat Kakakmu yang lagi sakit, bukan buat kamu, sini"
"Iya, yang sakit siapa yang disuapin siapa" (Aya)
"Gak bisa, ini kan spesial, jadi Kakak makan yang lain aja, tuh makan roti tawar aja" (Rama)
"Rama" (Laila)
"Mau kasih apa enggak"
"Atau mau ibu batalkan janji Ibu" ancamannya
"Iya deh iya, nih" (Rama)
"Ini satu buatku ya"
"Iya ambil terus" (Laila)
"Nih" (Rama)
"Tapi besok harus diganti sama yang spesial ya buatku, buat Cami khusus"
Bu Laila langsung melotot ke Rama.
"Kalau mau bucin dan romantisan jangan disini dong" (Aya)
"Ada yang lagi sakit juga, malah jadi buat cari kesempatan aja"
"Huh dasar"
"Biarin" (Rama)
"Kalau iri bilang aja"
"Mau yang mana, sama Reza atau si Bang Adit, Aditya"
Langsung dilemparkan bantal sama Aya ke muka Rama.
"Ih ngambek dianya" (Rama)
"Jadi mau yang mana nih, biar Abang telpon orangnya atau kupanggil buat kemari"
__ADS_1
"Awas aja kalau berani" (Aya)
"Rama diem" (Laila)
"Kakakmu itu lagi sakit"
"Bukannya dimanjain, dikasih makan disuapin, malah di cengin"
"Iya tuh Bu, Rama" (Aya)
"Marahin aja Bu"
"Kenapa Ibu mau sih sama Adekku yang seperti ini"
"Ibu kan cantik, terus sudah kuliah, jadi Guru pula"
"Kenapa mau sama Adekku yang ganteng nya pas-passan, masih bocah lagi"
"Tinggalin aja Bu"
"Gak bisa, Canis dah janji" (Rama)
"Janji harus ditepatin"
"Canis dah janji mau nemenin Cami sampai tua nanti sampai di Surga"
"Iya kan Nis"
"Nas Nis, Nas Nis" (Aya)
"Berani ngomong gitu lagi awas disini" (Laila)
"Tau tempat"
"Yang sabar ya Bu" (Aya)
"Ini dah lebih dari sabar sebenarnya" (Laila)
"Kalau gak sabar dah kubuang kelaut"
"Untung aja Ibu itu masih tau dengan Dosa"
"Kalau enggak dah kulupakan janji Ibu"
"Lagian Adekmu kenapa bisa beda banget sifatnya darimu" sambil menyuapi Aya.
"Bu Cahaya Senja belum tau kalau dirumah sih" (Rama)
"Kakak kalau manja tuh mau ngalahin semuanya dirumah"
"Kalau pulang dari sekolah minta digendong sama Ayah, terus kalau malam minta ditemenin belajar dan parahnya tuh sering minta di Nina boboin sama Ayah"
Aya langsung melotot, karena sedang ada makanan dalam mulutnya.
"Makan kalau pagi minta disuapin sama Ayah" (Rama)
__ADS_1
"Minta dipangku"
"Pokoknya masih banyak lagi"
"Sampai Bunda dan Mamanya aja tuh sampai heran dengan tingkah Kakak"
"Manjanya dah kelewatan katanya orang rumah"
"Gak usah melotot gitu Kak, makan aja, gak akan kuminta"
"Dah ya, Rama diem ya" (Laila)
"Jangan bikin Kakak marah karena mu"
"Diem, gak usah banyak ngomong"
"Kusumpel nanti mulutmu pakai sepatu kalau gak bisa diem"
"Mau ku sumpel sepatu"
"Kok sepatu sih" (Rama)
"Maunya kan pake" yang membentuk love dengan jarinya
Aya hanya bisa menggelengkan kepala melihat Rama seperti itu.
"Rama" (Laila)
"Jangan bikin Ibu marah ya"
"Gak kok, paling bikin cinta, dan rasa kangen aja" (Rama)
"Walaupun Canis melotot dan marah, tapi masih kelihatan cantik kok, malah tambah cantik menurut ku"
"Dah Bu ah" (Aya) yang gak mau lagi makan kuenya
"Kasih ke Rama aja Bu"
"Mau lanjut tidur lagi aja"
"Kalau mau romantis itu cari tempat, jangan disini"
"Ganggu aja yang lagi sakit"
"Awas aja kalau Kakak lihat suap-suapan lagi, bakal ku laporkan ke Bunda dan Mama, biar tau rasa"
"Masa Guru sendiri di embat, dipacarin"
"Dasar"
"Aku mau tidur lagi, da Adek yang cucok"
"Bajumu bikin makin ganteng dan cucok Dek"
"Pokonya wow banget deh" sambil ketawa dan menarik selimut lagi.
__ADS_1