
Didalam ruang makan ini kami berkumpul untuk menikmati masakan makan malam bersama, tak lupa pula seperti biasa setelah makan kita lanjut ngobrol sebentar.
"Yahh" (Aya) sambil menyanderkan badannya padaku
"Hmmm apaan anak Ayah yang cantik" (Fariel)
"mau minta apa sama ayah"
"Mulai deh Kakak kumat lagi" (Rama)
"Biarin" (Aya)
"Pasti ada muanya anak mama seperti itu" (Fida)
"Yahhh" (Aya)
"Duhhh cucu Mami kok manjanya kelewatan bener sama Ayahnya nih, gak mau lepas" (Mami)
"Yah, aku mau ikutan balapan Motor Kros boleh ya" (Aya) bisiknya padaku
"Hah" (Fariel) lalu ditutup mulutku oleh aya
"Jangan keras-keras, nanti Mama sama abunda tau" (Aya) bisiknya lagi
"Kenapa bisik-bisik gitu" (Fida)
"Pasti lagi minta yang aneh nih anak Bunda ini" (Ervi)
"Iyalah, Kakak kan emang gitu" (Rama)
"Bilang sendiri sama Mama, sama Bunda juga" (Fariel)
"Ayah gak bisa bantu kalau soal itu"
"Anak Ayah harus berani bilang sama Mama dan Bunda tanpa bantuan Ayah"
"Yahhh" (Aya)
"iya Anak Ayah yang cantik dan manja" (Fariel)
"Emang minta apaan sih Yah anak Bunda ini" (Ervi)
"Bilang sana" (Fariel)
"Kalau mereka setuju, Ayah juga setuju, kalau enggak ya Ayah juga enggak"
Aya malah nunduk.
"Cucu Papi lucu kalau minta sesuatu pasti lewat Ayahnya" (Papi)
"Kan yang selalu manjain Kakak hanya Ayahnya Pi, gimana gak begitu sama Ayahnya" (Mami)
"Anak Mama gak boleh gitu sama Ayah" (Fida)
"Bukannya Mama gak mau nurutin kemauan Aya, tapi Mama gak mau anak Mama kelewatan batas manjanya"
"Anak Bunda mau minta apa coba ngomong sama Bunda, sapa tau Bunda bisa bantu, bisa kasih apa yang klKakak minta" (Ervi)
"Minggu depan ada balapan Motor Kros, Aya mau ikutan, boleh kan" (Aya) sambil nunduk
"Hah balapan motor" (Fida)
"Gak ada gak ada begituan, gak boleh ikutan begituan"
"Kamu itu anak cewek, itu bukan untuk cewek, gak ada main ikutan seperti itu, paham"
__ADS_1
"Mama gak setuju anak gadis Mama ikutan itu"
"Lebih baik fokus belajar, sekarang dah kelas tiga gak boleh banyak main"
"Tapi Ma" (Aya)
"Gak ada tapi-tapian" (Fida)
"Sekali enggak ya tetap enggak"
"Kamu gak seperti Bundamu yang suka mainan motor dan trak-trakkan dijalan"
"Jangan ikut-ikut Bundamu itu, paham"
"Ini gara-gara Bundamu nih yang suka ngajarin kamu naik motor, jadi seperti ini kan jadinya"
"Lah kan alQnak bunda yang minta, masa gak Bunda kasih" (Ervi)
"Daripada Bunda dicuekin mulu, ya kuikutin aja kemauannya"
"Aku kan gak mau jauh dari anak-anak karena gak nurutin keinginannya"
"Tapi kan gak harus sampai seperti ini juga dong" (Fida)
"Iya maaf, Bunda yang salah terlalu memanjakan anak" (Ervi)
"Bunda boleh yaa" (Aya)
"Gak ada" (fida)
"Gak boleh titik"
"Tapi kenapa Rama boleh ikutan sedangkan aku gak" (Aya)
"Awas aja kalau iya"
"Hehehehehe" (Rama)
"Ohhh jadi beneran ikutan turnamen itu" (fida)
"Kalian masih sekolah, gak ada yang boleh ikutan"
"Kalau Bunda mah gak bisa apa-apa, semua ada ditangan Mama kalian dan Ayah kalian. Bunda hanya bisa dukung aja apa yang kalian mau" (Ervi)
"Yah padahal Rama dah daftar Ma" (Rama)
"Rama dah belajar juga"
"Rama kan selalu peringkat satu, kenapa gak boleh ikutan juga, lagian teman Rama dah pada ikutan"
"Ini juga aku ikutan untuk klas pemulanya, jadi aman"
"Kalau gak boleh ya tetep gak boleh" (Fida)
"Yah Mama mah" (Rama)
"Yahh" (Aya) sambil memeluk dan berada dalam pangkuan ku
"Ayah gak bisa bantu Kakak" (Fariel)
"Gak ada begituan" (Fida)
"Jadi adil kan kalau seperti ini" (Ervi)
"Jadi gak ada yang boleh ikutan, cukup nonton aja"
__ADS_1
"Gak boleh bantah sama orang tua, anak Bunda sama Mama gak boleh bantah"
"Bukannya Bunda juga ikutan" (Rama)
"Gak, Bunda gak kuat lagi main gituan" (Ervi)
"Bunda lebih baik ngurus Adek kalian sama Bayi besar Bunda yang suka aneh"
"Bener, daripada ngurusin balapan lebih baik ngurus anak sama bayi besar" (Fida)
"Yahh, kali ini aja Yah" (Aya)
"Duh cucu Mami kok tetap ngotot ya" (Mami)
"Mana manja begitu lagi"
"Kalau dah lulus baru boleh, sekarang fokus belajar. Kakak dah kelas tiga jadi harus rajin belajar" (Fida)
"Rama juga sama, harus rajin belajar karena baru kelas satu, fokus tetap fokus"
"Kalau dah lulus bakal abunda kasih ijin buat ikutan, kalau sekarang gak ada" (Ervi)
"Nanti bakal Bunda kasih yang bagus buat kalian kalau dah lulus, sekarang belajar"
"Lihat adek kalian yang didesa, dia gak ada minta apapun dari Mama, dan Bunda selain sepeda buat sekolah, gak kaya kalian yang selalu minta sesuatu harus dipenuhi" (Fida)
"Belajar jangan jadi anak manja"
"Dah ya, sekarang kalian belajar dan tidur" (Papi)
"Anak Ayah yang cantik turun ya dari pangkuan Ayah ya" (Fariel)
"Duduk ditempat yang tadi lagi Kakak duduk"
"Gak mau" (Aya)
"Kakak manja" (Rama)
"Biarin, iri bilang bos" (Aya)
"Kakak gak boleh kaya gitu sama Ayah" (Fida)
"Duduk yang bener ditempat duduk"
"Gak mau" (Aya)
"Cucu Mami dah besar kok masih manja sama Ayah sih" (mami)
"Masa dah kenal sama cowok ganteng masih manja"
"tuh dengarin Mami ngomong" (Fariel)
"Biarin" (Aya)
"Ayah gak kuat nih, Kakak terlalu berat" (afariel)
"Ayah mau ambil minum gimana nih kalau Kakak kaya gini"
"akan tangan Ayah nyampe buat ambil minum digelas" (Aya)
"Ayah gak boleh kemana-mana, karena Aya gak boleh ikutan, jadi Ayah harus tanggung jawab" dengan bibir bawah yang mau jatuh.
"Hmmm" (Fariel)
Langsung kuraih minum digelas dan kuminumnya.
__ADS_1