Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Bahagia Rama


__ADS_3

"Yah ada telepon" (Rama) yang langsung memberikan HP padaku.


Langsung kuterima dan kuangkat lalu ku loudspeaker.


"Hallo Assalamu'alaikum" (Fariel)


"Waalaikumsalam" (Laila)


"Apa ini benar dengan orang tua dari Rezki Ramadhan atau Rama"


"Iya beneran ini saya orang tuanya" (Fariel)


"Ada apa ya, apa ada masalah dengannya disekolah"


"Gini Pak, anak Bapak dah beberapa hari ini gak masuk sekolah" (Laila)


"Saya sebagai wali kelasnya mau menanyakan tentang anak Bapak, apa dia sakit atau kenapa, apa ada acara yang membuatnya tidak hadir kesekolah"


"Kalau itu gak ada sih Bu" (Fariel)


"Anak saya beberapa hari ini dikamar mulu lagi murung, gak tau kenapa"


"Kutanya apa ada masalah disekolah juga gak ada jawaban"


"Apa mungkin Ibu tau dengannya ada apa disekolah yang membuat anak saya gak mau kesekolah"


"Ini aja kamarnya masih dikunci dengan rapat, dah beberapa kali kuketuk pintunya tapi gak dibuka"


"Aku khawatir terjadi apa-apa sama anak saya"


"Atau mungkin Ibu bisa bantu saya biar anak saya semangat sekolah lagi"


"Apapun yang Ibu minta akan aku lakukan, berapapun harus aku bayar aku siap asal anak saya bisa sekolah lagi dengan semangat"


Sedangkan Rama malah mengacungkan kedua jempolnya terhadapku samabi senyum.


"Apa saya bisa berbicara sebentar dengannya" (Laila)


"Oh tentu boleh" (Fariel)


"Apa mau sekarang"


"Iya, kalau bisa sekarang aja Pak" (Laila)


"Kalau gitu tunggu sebentar" (Fariel)


"Biar saya kekamar nya"


"Ya Pak, akan kutunggu" (Laila)


Lalu memberikan isyarat pada Rama, dan aku pura-pura jalan terus mengetuk pintu kamarnya yang sebenarnya mengetuk meja disebelahnya.


"Tok tok tok, Assalamu'alaikum" (Fariel)


"Rama, Rama, buka pintunya Rama"


"Tok tok tok, Rama ini ada telpon dari sekolah dari wali kelasmu, buruan ini"

__ADS_1


Lalu aku mengkode nya dengan tangan ku supaya Rama seolah menjawab dan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa sih Yah, ganggu aja" (Rama)


"Kalau cuman nyuruh bangun terus sekolah, Rama males Yah, mau tidur lagi aja"


Ku acungkan jempolku ke Rama karena pas jawabnya, sandiwara yang pas.


"Ini ada wali kelasmu nelpon, katanya mau ngomong sama kamu" (Fariel)


"Mau ngomong apa" (Rama)


"Mana Ayah tau, nih jawab aja sendiri" (Fariel)


"Ayah mau turun makan lagi, nih terima"


Lalu Rama dengan senyum-senyum sendiri dan mengangkat telponnya. Masih dengan kondisi di loudspeaker dan aku masih sama disamping nya.


"Hallo Assalamu'alaikum" (Rama) dengan nada suara bangun tidur


"Ada apa ya"


"Waalaikumsalam. Apa Rama sehat, atau lagi sakit" (Laila)


"Karena sudah dua hari gak masuk sekolah dan gak ada kabar atau mengirim surat buat keterangan tidak hadir"


"Hanya males aja sekolah, buat apa sekolah kalau hanya bisa dianggap anak kecil" (Rama)


Aku yang mendengar hanya senyum-semyum bahkan hampir ketawa tapi kutahan biar gak ketahuan kalau lagi dalam sandiwara bantu Rama yang sedang usaha pendekatan sama Gurunya.


"Bukan maksud Ibu ngatain kamu anak kecil atau apalah itu yang menurut kamu itu kasar dan buat kamu marah hingga gak masuk sekolah"


"Tapi Ibu mohon hari ini dan seterusnya kamu berangkat kesekolah lagi kecuali hari libur"


"Untuk apa sekolah" (Rama)


"Biar pinter dan bisa meraih cita-cita dan jadi orang sukses seperti yang kamu katakan kalau kamu ingin jadi orang yang sukses" (Laila)


Lalu Rama bingung mau jawab apa, dan mengkode padaku. lalu kubisikan, untuk apa sukses kalau gak bersama orang yang disayang.


"Untuk apa sukses kalau gak bisa bersama sama orang yang kusayang" (Rama)


"Kalau aku sukses bersama orang yang aku sayang gak masalah, tapi kalau sukses untuk sendiri buat apa"


"Yang ada hanya menderita gak ada bahagia"


Kuacungkan jempol padanya karena kata-katanya begitu keren dan mantap.


"Oke sekarang apa yang kamu minta dari Ibu sekarang katakan, akan Ibu lakukan" (Laila)


"Emang Ibu yakin akan menuruti kemauan ku" (Rama)


"Yakin bisa dan sanggup memenuhi permintaan ku"


"Akan Ibu usahakan" (Laila)


"Katakan apa yang kamu mau"

__ADS_1


"Oke" (Rama)


"Kalau aku mau Ibu jadi pendampinh hidupku nanti, jadi Ibu buat anak-anakku gimana"


"Dan Ibu juga gak boleh dekat dengan cowok lain selain aku"


"Dan saat bersama Ibu hanya boleh manggil aku Cami alias calon suami, apa sanggup"


"Kalau gak sanggup aku gak maksa tapi aku gak akan masuk sekolah sampai kapanpun"


"Baiklah semuanya akan Ibu turuti kemauanmu" (Laila)


"Dengan syarat harus tetap sopan saat disekolah sama Ibu"


"Juga harus dapat juara kelas, kalau gak bisa berarti batal janji Ibu buatmu"


"Dan sekarang masuk sekolah, akan Ibu tunggu kedatangan mu disekolah"


"Ok deal" (Rama)


"Tapi harus panggil Cami dulu baru aku sekolah"


"Harus lembut bicaranya"


"Oke, oke" (Laila)


"Cami, sekolah ya, ku tungguin di kelas"


"Sampai ketemu disekolah"


"Iya Cahaya Senja, Canisku, calon istriku" (Rama)


"Sampai ketemu ya disekolah"


"Assalamu'alaikum"


"Dada canisku"


"Waalaikumsalam" (Laila)


Langsung dimatikan sambungannya.


"Hahahahaha, anak Ayah bahagia banget nih sekarang dah dapatkan apa yang dimau" (Fariel)


"Pasti bakal semakin semangat nih"


"Buruan mandi, biar Ayah antar kesekolah biar cepet, makan disekolah aja di kantin"


"Oke Yah" (Rama)


"Makasih bantuannya"


"Iya buruan sana" (Fariel)


"Ayah tunggu dibawah"


Rama langsung loncat dari kasur meraih handuk terus kekamar mandi dengan semangat sambil siul-siul.

__ADS_1


__ADS_2