Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Ketemu obatnya


__ADS_3

Setelah dari kamar Rama aku langsung turun buat sarapan pagi yang tertunda dan belum sempat kuhabiskan.


"Gimana Abang Yah" (Ervi)


"Apa dah bisa dibujuk buat sekolah"


"Lah kenapa dengan Abang emangnya" (Fida)


"Baik-baik kan, gak lagi sakit"


"Dah tenang aja, gak ada yang sakit" (Fariel)


"Lagi mandi, nanti aku yang ngantar kesekolah nya"


"Dah kukasih obatnya pasti langsung mau nurut kalau sama Ayah"


"Ayah gitu loh"


"Itu semua karena terlalu memanjakan anak Ayah" (Fida)


"Makanya kalau sama Ayah langsung nurut"


"Apa yang Ayah lakukan sama Abang hingga mau" (Ervi)


"Awas aja kalau aneh-aneh"


"Gak ada yang aneh kok Bun" (Fariel)


"Hanya minta sekolah pakai kendaraan sendiri gak mau diantar lagi, dah besar katanya, malu kalau diantar terus pakai mobil"


"Tapi tenang aja, ada syaratnya kok dari Ayah"


"Gak boleh naik motor, harus tetap diantar" (Ervi)


"Iya Yah, kan belum cukup umurnya" (Fida)


"Harus punya SIM dulu baru boleh naik motor sendiri kesekolah"


"Jangan nanti gara-gara Abang, Kakak ikutan berangkat gak mau diantar dan malah milih pakai motornya"


"Dah gak papa Bun, Ma" (Fariel)


"Dah kusuruh buat kok mereka, asal lulus aja ujian buat SIM nya"


"Lagian postur tubuh mereka kan dah besar dan tinggi, apalagi Abang yang posturnya kaya anak kelas tiga"


"Gak usah takut, yang penting mereka bisa tanggung jawab nanti nya"


"Tapi Yah" (Fida, Ervi)


"Udah kalian tenang aja" (Fariel)


"Serahkan semuanya sama Ayah"

__ADS_1


"Percaya kali ini sama anak, biar anak bisa berpikir dewasa sedikit"


"Kasian juga dengan sopir kita yang harus bolak-balik ngantar jemput, terus harus ngantar kalian juga"


"Kalau mereka nanti mau belajar mandiri kan nanti sopirnya bisa ngantar jemput kalian gak terlalu capek, ada istirahat nya"


"Terserah sama Ayah aja lah" (Fida)


"Mana yang menurut Ayah baik buat anak dan buat semuanya"


"Mama ngikut aja"


"Iya, nanti juga gak setiap hari mereka harus berangkat sendiri, harus diantar juga walaupun hanya seminggu dua kali" (Fariel)


"Kalian aja dulu sekolah gak mau diantar, harus bawa motor sendiri, kalau gak gak mau sekolah, makanya nurun ke anak"


"Ihh dasar, suka nyamain ke anak kalau urusan yang kek gini" (Ervi)


"Tapi Mama gak ya Yah" (Fida)


"Siapa bilang enggak" (Ervi)


"Buktinya Aya kekmana coba, manja sama Ayahnya itu karena sama kayak Mamanya yang suka manja kalau malam"


"Kalau pulang sekolah ngapain dulu, hayo"


"Udah-udah, malah pada ribut aja nih" (Fariel)


"Coba kalau gak gitu mana kami bisa gini"


"Bukannya Ayah dulu sama ya kata Mama dan Bapak kalau sekolah gitu juga"


"Beda ya" (Fariel)


"Aku justru gak mau sekolah kalau diantar, karena malu dah besar"


"Ayah dari masuk TK hingga lulus gak pernah diantar kecuali kesiangan"


"Kalau waktu kelas satu itu sih karena Mama aja yang gak mau aku kenapa-kenapa disekolah"


"Maklum anak satu-satunya"


"Hemmmm iya deh iya" (Fida)


"Yang anak tunggal dimanjain tapi gak mau dimanja karena pengen punya adek, malah gak punya, kasian" (Ervi)


"Nah kalau itu bener" (Fariel)


"Siapa sih yang gak ingin punya saudara, biar ada teman berantem saat dirumah"


"Ada yang nemenin main, ada yang bisa dimanjakan gak hanya aku aja yang apa-apa dimanja dikasih ini itu"


"Iya deh iya paham" (Ervi)

__ADS_1


"kita kan anak Mami ya kan Ma, makanya manjanua beda"


"Lo aja kali, jangan bawa-bawa Mama" (Fida)


"Walaupun ada tapi banyakan kamu yang manja"


"Minta ini itu pada Mami Papi"


"Kalau gak dikasih bakal ngilang dari rumah, dan susah dubujuk rayunya"


"Lihat garasi itu penuh milik siapa"


"Udah jangan ribut dan bahas itu ah" (Fariel)


"Yang berlalu sudah lah"


"Jangan kalian jadi pada ribut"


"Mau manja kalian seperti apa kalian tetap Istriku Ibu dari anak-anak ku"


"Tetap orang yang berarti dalam hidupku"


"Jadi gak usah ribut lebih baik sekarang berangkat"


"Ayah pun dah mau berangkat ngantar Abang kesekolah"


"Iya Yah" (Fida, Ervi)


"Gak boleh ada yang saling ribut saling menyalahkan" (Fariel)


"Kalian harus saling kompak, bukan saling menyakiti"


"Kalau kalian saling ribut, jangan salah kalau Ayah cari yang baru"


"Iya Yah iya" (Fida, Ervi)


"Dah ya, Ayah pamit duluan" (Fariel)


"Besok hari minggu Aya mau ke desa mau main, karena gak kalian kasih ikutan lomba"


"Iya gak papa, silahkan aja" (Fida)


"Aqilla mana" (Fariel)


"Dibawa sama Mami" (Ervi)


"Oh ya udah, kalau gitu duluan ya" (Fariel) lalu kucium keningnya mereka dan mereka mencium tanganku.


"Assalamu'alaikum" (Fariel)


"Waalaikumsalam" (Fida, Ervi)


Langsung ke depan buat ngantar anak kesekolah.

__ADS_1


__ADS_2