
"Baiklah kalau gitu kita ke rumah ya" (Fariel)
"Gak usah takut banyak nunduk"
"Kalau anak ku gombalin mulu bilang aja sama Ayah, biar ku pites"
"Kalau ngatain kamu cantik, itu memang semua cewek itu cantik, gak cantik diwajahnya tapi bisa di hatinya"
"Jadi biarkan aja kalau gombalin kamu"
"Emang semut apa" (Rama)
"Kan gombal ini Ayah yang ngajarin"
"Buah jatuh gak jauh dari pohonnya"
"Ayah gak bisa ngomong lagi" (Aya)
"Kok diem sih Yah" (Rama)
"Kata siapa Ayah diem" (Fariel)
"Ayah lagi nyetir, kalau banyak ngomong nanti nabrak"
"Kan kasian mobil Ayah jadi lecet"
"Hahahaha, Ayah ada aja mah" (Aya)
"Itu Bu Laila diajak ngobrol dong, jangan didiemin aja, kasian" (Fariel)
"Masa dicuekin doang"
"Bu Guru gak mau ngomong" (Rama)
"Suaranya mahal kayaknya Yah"
"Hahahahaha, ada aja Abang ini" (Aya)
"Mungkin suaranya merdu kali ya Bang, makanya mahal"
"Ngomong dong, jangan diem aja" (Fariel)
"Masa sama keluarga baru gak mau ngomong"
"Iya" (Laila)
"Ngomong aja Adek ipar, gak usah malu" (Aya)
"Bebas mau ngomong apa aja"
"Jangan gitu Kak, nanti jadi malu calon mantu Ayah" (Fariel)
"Lah Ayah juga sama aja" (Aya)
"Oh iya ya" (Fariel)
"Maklum dah pengen mantu"
"Huh, Ayah mah ada aja" (Aya)
"Kakak aja tuh Yah suruh nikah" (Rama)
"Kan sebentar lagi lulus, dan calonnya juga sudah ada tuh, yang maren tu loh Yah, si Aditya anak kuliahan"
__ADS_1
"Oh iya, Ayah lupa namanya" (Fariel)
"Jurusan apa dia kuliahnya"
"Tanya aja tuh sama calonnya langsung Yah" (Rama)
"Apaan sih Yah" (Aya)
"Abang gak usah buka-buka"
"Rang Ayah dau tau juga kok" (Rama)
"Ya kan Yah"
"Kirain Ayah masih anak sekolah" (Fariel)
"Tapi kok kemarin bilangnya habis ngerjain tugas ya"
"Maaf Yah" (Aya)
"Tapi Kakak harus janji sama Ayah kalau bakal kenalin ke Ayah mingu-minggu ini" (Fariel)
"Ayah pengen tau teman kalian itu seperti apa"
"Orang yang paling dekat sama kalian itu seperti apa"
"Ayah gak mau kalian itu salah bergaul"
"Iya Yah" (Rama, Aya)
"Kalau yang disamping kamu Ayah mah dah tau dikit Bang" (Fariel)
"Makanya kamu jagain yang bener, jangan disakiti"
"Susah nyari yang bisa mengerti dengan kita"
"Makanya kalau sudah dapat yang dimau, yang bisa mengerti, dijaga dengan benar"
"Iya Yah" (Rama)
"Ini yang ada disamping ku bakalan kujaga sampai kapanpun"
"Kalau hati dah berasa nyaman, sudah berasa yakin, kenapa harus disakiti dan ditinggalkan, nyari nya susah Yah"
"Weiisssss" (Aya)
"Kayaknya dah ada yang paham banget nih"
"Harus dong" (Rama)
"Kalau Adek ipar gimana" (Aya)
"Hah, apanya" (Laila)
"Emang daritadi gak nyimak pembicaraan kita ya Bu" (Aya)
"Gak usah dibahas lagi" (Fariel)
"Yang penting yakin dan mampu menjadi Kakak buat Rama"
"Karena Rama masih kaya anak kecil"
"Kok bawa-bawa namaku" (Rama)
__ADS_1
"Kenapa jadi Kakak buatku"
"Biar kamu bisa berfikir dewasa" (Fariel)
"Kalau dah berfikir dewasa baru boleh manggil yang kamu mau, sekarang jangan dulu"
"Kuharap Nur Laila mau menjadi Kakak sementara sampai Rama menjadi anak yang berprilaku dewasa"
"Kalau dah bisa berprilaku dewasa baru nanti kalau mau kalian meresmikan hubungan akan kupersilahkan dengan senang hati"
"Aku sebagai orang tua akan mendukung selalu hubungan kalian"
"Misalnya nanti tak bisa bersama jangan nanti saling menyakiti dan bertengkar"
"Siap Yah" (Rama)
"Tapi akan kuperjuangkan sampai akhir hayatku agar bisa bersama selalu"
"Kalau dianya gak mau gimana" (Aya)
"Kutunggu sampai dianya mau, walaupun sudah tak muda lagi" (Rama)
"Berarti dah jadi nenek-nenek dong" (Aya)
"Iya" (Rama)
"Karena yang dihati tak akan mampu diganti"
"Wedehhhh" (Aya)
"So sweet banget sih, jadi mau"
"Gimana Adek ipar menurut mu, apakah dah yakin dengan Adek ku yang suka gak jelas ini"
"Belum memikirkan kesitu" (Laila)
"Masih ingin fokus ke tujuan ku jadi Guru yang sesungguhnya, karena itu cita-citaku dari dulu"
"Ini baru namanya calon mantuku" (Fariel)
"Fokus ke cita-cita dulu, baru mikir ke pernikahan"
"Karir untuk menghidupi keluarga nya juga penting"
"Untuk apa masa muda di buang begitu saja, nanti nyesal karena gak bisa dapatkan apa yang diharapkan"
"Cinta memang perlu, karena buat semangat, tapi kalau kebanyakan mikirin cinta, ya bakal hilang masa depan"
"Gapailah cita-cita mu, kudoakan semoga terkabulkan cita-cita mu"
"Makasih untuk doanya" (Laila)
"Iya, yang penting jangan nanti setelah jadi apa yang diharapkan jadi sombong" (Fariel)
"Masih ada yang ingin merasakan cita-cita nya juga, jadi bantulah mereka yang belum bisa mendapatkan cita-cita nya"
"InsyaAllah enggak" (Laila)
"Ya udah sebentar lagi sampai, jadi siap-siap akan ditanya-tanya sama orang rumah" (Fariel)
"Jawab apa yang memang harus di jawab saja"
"Gak usah ragu, katakan apa yang ada dalam hatimu"
__ADS_1
"Nanti kubantu jawab jika sulit menjawabnya"
"Baik" (Laila)