Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Kaya anak kecil


__ADS_3

Ayok Yah, lets go" (Aya)


"Oke" (Fariel)


"Bang bawakan barang Kakak ya"


"Siap bos" (Rama)


"Mari Bu, kita pulang"


Dan kita langsung keluar dari UKS.


Aku berjalan didepan sambil menggendong Aya, dan dibelakang ada Rama dengan membawa tas Aya sambil beriringan dengan Bu Laila yang juga membawa barangnya.


Tak lupa banyak Anak sekolah dari teman Aya maupun dari teman Rama yang melihat kearah kamu dalam kelasnya.


"Tuh banyak yang lihatin, gak malu apa dah besar minta digendong sama Ayah" (Fariel)


"Mana berat lagi"


"Aku tuh gak berat ya Yah" (Aya)


"Rang langsing gini kok dan bilang berat"


"Aku beratnya hanya enam puluh kilo aja Yah, jadi gak berat, sedang"


"Kalau malu buat apa, lagian kan sama Ayah sendiri minta digendong nya, kecuali sama yang lain baru aku malu Yah"


"Mereka lihatin tuh karena iri, gak bisa kaya gini sama Ayah nya sendiri"


"Iya deh iya" (Fariel)


"Tapi jangan berani ya anak Ayah seperti ini ditempat umum sama pacarmu ya si sapa itu yang maren namanya"


"Ih Ayah mah" (Aya)


"Itu hanya teman doang kok Yah"

__ADS_1


"Kemarin hanya minjam buku, karena dia dah kuliah jadi bukunya kan gak kepakai jadi dikasihkan ke aku"


"Gitu doang gak ada yang lebih"


"Iya deh gak ada yang lebih, tapi kok kayaknya kemarin ada senyum yang berada ya" (Fariel)


"Sampai nunduk lagi kayaknya karena ada yang berbeda tapi itu apa gak tau karena dihati"


"Ih Ayah mah gitu" (Aya) sambil memukul pundakku.


"Jangan mukul ah, nanti jatuh gimana" (Fariel)


"Lagian Ayah juga" (Aya)


"Kemarin tuh aku malu karena dikatain cantik dan unik, kaya macan, manis dan cantik"


"Kirain Mama cantik" (Fariel)


"Itu sih Mama Fida yang cantik yang suka bawel" (Aya)


"Gak boleh gitu" (Fariel)


"Kalian didepan deh jalannya, bahaya"


"Apaan sih Yah" (Rama)


"Gak ada apa-apa" (Fariel)


"Kalau dah gak sabar, belajar yang benar, terus bantuin Ayah dikantor saat pulang sekolah biar nanti lulus langsung ke KUA" sambil berhenti


Ada yang langsung menundukkan kepalanya.


"Gak usah nunduk gitu calon Adek iparku" (Aya)


"Santai aja, ini dah dibawah, gak ada yang bakal lihat kecuali yang lewat"


"Kakak gak boleh gitu, ini masih dalam lingkungan sekolah, dan sekarang masih menjadi gurumu, paham ya" (Fariel)

__ADS_1


"Hehehehe" (Aya)


"Abis lucu sih Yah lihat Bu Laila nunduk mulu"


"Padahal kan gak ada uang yang jatuh dibawah"


"Bukan uang yang jatuh Kak, tapi takut akunya yang jatuh dibawah, makanya lihatnya kebawah mulu" (Rama)


"Abang sama Kakak jangan gitu dong, kasian calon mantu Ayah ini" (Fariel)


"Nanti kepalanya kepentok dinding atau tiang kan bahaya"


"Maafin Anak-anak ku ya Bu"


"Maklum masih masa pertumbuhan"


"Ayah apaan sih" (Rama)


"Iya, pakai bilang masa pertumbuhan segala" (Aya)


"Dah besar nih Kakak"


"Abang juga dah gede nih Yah, jangan ngatain anak kecil ya Yah" (Rama)


"Iya deh yang ngaku dah besar tapi masih minta digendong mulu, masih suka manja, minta ditemanin saat tidur" (Fariel)


"Hahahahaha" (Rama)


"Jangan ketawa kamu Bang" (Aya)


"Jangan ngungkit masalah itu napa sih Yah, kan malu sama calon Adek ipar"


"Kamu juga gak usah ngetawain Kakakmu, kamu juga sama, ngakunya dah gede, tapi masih kelakuan macam anak kecil" (Fariel)


"Mana ada anak kecil macarin gurunya, pakai bertingkah dirumah lagi"


"Hahahahahaha, kawus kamu Bang" (Aya)

__ADS_1


"Emang enak"


"Ayah mah gitu, gak mau jaga rahasia" (Rama)


__ADS_2