
"Apa dipaksa sama Bunda dan Mama ya Yah" (Rama)
"Apa sama Papi dan Pami"
"Karena bingung milih" (Kami)
"Dua-duanya ada dalam hatinya, selalu disayang dan selalu dapat perhatian dan sebaliknya juga"
"Makanya daripada bingung Mami sama Papi kasih keduanya, daripada nanti malah galau Ayahmu"
"Beneran Yah" (Rama)
"Iya" (Fariel)
"Bunda dan Mamamu itu sama-sama berarti dalam hidup Ayah, gak bisa jauh dari Ayah"
"Ayah juga gak bisa jauh darinya, karena sangat sayang sama Bunda dan Mama kalian"
"Lah terus Tante Tia itu gimana yah, bukannya kata Om Ibnu itu cinta pertama Ayah ya, sampai Ayah sakit karena ditinggal nikah" (Rama)
"Dijodohkan maksudnya"
"Iya bener banget" (Fida)
"Ayah kalian itu gak bisa move on darinya, karena sayanggggg banget dengan Tante itu, sekarang aja masih tuh kayaknya"
"Kalian harus awasin Ayah kalian biar gak dekat sama Tante itu lagi"
"Iya, jangan sampai Ayah kalian itu diambil sama Tante Tia" (Ervi)
"Kalian apa-apaan sih" (Fariel)
"Jangan percaya sama Nama dan Bunda kalian"
"Kalau Ayah masih suka mana mungkin Ayah nikah sama Mama dan Bunda kalian terus memiliki kalian dan Adek kalian"
"Ayah dekat hanya karena masalah kerjaan"
"Itu juga karena Mami yang minta bantuan"
"Jadi kalian gak usah dengarin omongan yang masih ngelantur kaya lagi tidur"
"Kalau memang gak sayang lagi sama Tante Tia, Ayah harus buktikan dong ke Mama dan Bunda" (Rama)
"Bener banget" (Fida, Ervi)
"Bukti apa lagi" (Fariel)
"Ayah dah nurutin apa yang Bunda dan Mama mau, bahkan sering tidur diluar, bahkan sering keluar malam hanya untuk belikan keinginan Mama dan Bunda waktu lagi hamil kalian"
"Kalau gitu gendong Mama sama Bunda sekaligus kekamar, baru Abang percaya kalau Ayah hanya sayang sama Bunda dan Mama bukan Tante Tia" (Rama)
"Hah, harus" (Fariel)
"Iya harus" (Rama)
"Buktikan Yah" (Aya)
"Untuk malam ini Ayah boleh gendong Mama dan Bunda, tapi besok gak ada"
"karena Ayah hanya buat Kakak"
__ADS_1
"ayok buktikan kata mereka, kalau Ayah memang gak ada perasaan apapun selain teman kerja, dan mantan" (Ervi)
"Iya, ayok buktikan" (Fida)
"Kan memang mantan doang, jangan dibikin ribet lagi dong" (Fariel)
"Kan kalian juga yang sering ngajak dia kesini, dan sudah kalian anggap saudara juga, kenapa aku yang disalahkan sih"
"Ya dah kalau gitu gendong kita keatas, tanpa pake lift" (Ervi)
"Cocok itu" (Fida)
"Buktikan kalau memang hanya sayang sama kita"
"Ayok yah berjuang demi keutuhan cinta Ayah" (Rama)
"Iya buktikan kalau Ayah hanya sayang sama Mama dan Bunda, gak ada yang lain" (Aya)
"Jangan bikin malu Yah"
"masa badan Ayah yang besar dan berotot, tapi lembek kaya lemper"
"Iya mana otot tangan Ayah yang kuat itu" (Rama)
"Biasanya kalau kesekolah Rama suka perlihatkan bentuk otot tangan Ayah pake lengan pendek biar pada lihat kalau Ayah itu tangannya berotot"
"Iya, jangan nunjukin keteman-teman Aya yang bikin histeris karena lihat opa-opa berotot" (Aya)
"Ayah masih keliatan muda, kan Ayah masih empat puluh tahun pas, jadi masih keliatan muda"
"Bahkan kalau mungkin Aya bukan anak Ayah dah Kakak sikat AAyah buat jadi pendamping hidup Kakak nanti"
"Iya, masih keliatan awet muda" (Papi)
"Masih ganteng, masih kaya keliatan kalau masih anak bujangan gitu" (Mami)
"Masih banyak yang ngantri pokoknya kalau bilang masih singgle"
"Apalagi makin keliatan putih gini sekarang ya gak"
"Ayok yah buktikan, daripada nanti Ayah dihukum sama Bunda dan mLMama karena cemburu, terus Ayah tidur diluar selama sebulan, lebih baik buktikan kalau Ayah itu hanya sayang sama Bunda dan Mama" (Rama)
"Cinta tak ada artinya bila hanya dimulut saja" (Aya)
"harus ada pengorbanan, dan perjuangan Yah"
"Karena cinta itu bukan mainan"
"Bener banget cucu Papi yang cantik ini, ayo buktikan dong" (Papi)
"Iya ayok buktikan" (Mami)
"Dah lama Mami gak lihat kalian digendong sama anak Mami yang ganteng ini"
"Oke demi cintaku pada kalian, demi sayang ku ini hanya untuk kalian, akan kubuktikan kalau aku hanya buat kalian, dan kasih sayang ku hanya sampai di kalian bukan yang lain" (Fariel)
"Ayok sini biar ku gendong"
"Ayok"
"Buat keutuhan keluarga ku apapun akan kulakukan"
__ADS_1
"Kalian lah belahan jiwaku, semangat hidupku"
"Akan kuperjuangkan"
"Heeeeiiiisssss" (Rama, Aya) sambil tepuk tangan
"Kata-kata nya kaya di film-film" (Rama)
"Kaya di film yang lagi berjuang demi mendapatkan cinta sejatinya" (Aya)
"Buruan Ma, bLBun"
"Mau ku video in ahhh" (Rama) langsung mengambil HP dalam sakunya
"Kakak juga ah" (Aya) sama seperti Rama
"Buruan Yah, dah siap nih kamera nya" (Rama)
"Ok" (fariel)
"Ayok sini, siapa yang mau ku gendong didepan dan siapa yang bagian dibelakang"
"Ok, kalau gitu Mama didepan" (Fida)
"Bunda juga didepan, kalau memang Ayah gak ada yang lain, jadi harus kuat kami didepan berdua" (Ervi)
"Gimana caranya" (Fariel)
"Bilang aja kalau gak kuat" (Fida)
"Iya bilang aja kalau gak mau berjuang" (Ervi)
"Ok, deh ok, ayok" (Fariel)
"Mama dikanan yang lebih berat, dan Bunda dikiri"
"Enak aja bilang Mama gemukan" (Fida)
"Sapa bilang" (Fariel)
"Hanya bilang lebih berat bukan berarti gemuk"
"Kalian masih **** dan langsing masih keliatan ABG dua puluh limaan ya kan Bang, Kak"
"Iya, bener banget" (Rama, Aya)
"Masih cantik kok, dan muda" (Papi)
"Pokoknya masih bisa kasih kita cucu lagi lah ya Mi"
"Iya dong, buruan Mami mau lihat, Mami juga mau bikin story, masa kalah sama cucu Mami" (Mami) yang juga mengeluarkan HP
"s
Sini biar ku gendong sampai kamar depan diatas" (Fariel)
"Kalau dah sampai kalian ltidur ya, kerjakan PR kalian"
"Ok" (Rama, Aya)
"Dan sebagai ganti cape Ayah, Mama dan Bunda harus pijitin Ayah nanti" (Fariel)
__ADS_1