Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Minta ditemanin Ayah


__ADS_3

"Dah sekarang turun ya" (Fariel)


"Jangan begini terus dong"


"Ayah mau berdiri mau kekamar mau tidur, Ayah ngantuk"


"Ayah tidurnya nanti kalau Aya dah ngantuk dan dah tidur" (Aya) yang masih dalam pelukanku


"Kan Kakak masih dipangkuan Ayah, gimana Kakak tidur" (fariel)


"Kakak harus belajar dulu malam ini, kan ada PR"


"Males belajar" (Aya)


"Anak Mama gak boleh gitu" (Fida)


"Lihat Ayah tuh dah ngantuk dah mau tidur"


"Anak Bunda sama bunda sini, tidur sama Bunda dikamar bunda yuk, nanti Bunda bantuin ngerjain PR" (Ervi)


"Gak mau Bunda, Mama" (Aya)


"Bunda bantuin Abang buat puisi" (Rama)


"Ya Bun"


"Iya nanti" (Ervi)


"Anak ayah kenapa makin manja sekarang sih" (Fariel)


"Katanya mau ngenalin cowok ganteng sama Ayah, kok gak jadi, padahal Ayah kan mau kenalan sama calon anak Ayah yang cantik ini"


"Ayah gak usah bahas itu" (Aya)


"Dia cuman teman doang ayah"


"Gak lebih"


"Ah masa, tapi kok kemarin bahagia banget ya, sampai nunduk pas dikatain cantik" (Fariel)


"Hehe, Ayah tau loh" bisikku


"Ayah nguping" (Aya)


"Gak nguping, Ayah lihat langsung dari depan" (Fariel)


"Ayah jahat" (Aya) sambil memukul dadaku


"Kakak ketahuan sama Ayah" (Rama)


"Namanya tuh kalau gak salah siii" langsung dapat pelototan dari aya


"Gak jadi deh, nanti bisa diamuk beruang" lalu tersenyum


"Anak Bunda dah besar dah tau cowok ganteng dah tau pujian juga rupanya ya" (Ervi)


"Wah bakal langsung resmi nih bis lulus sekolah"


"Apanya Bun" (Rama)

__ADS_1


"Enggak ada" (Evi)


"Becanda"


"Setelah lulus sekolah langsung kuliah, gak ada mikir kesitu" (Fida)


"Jangan terlalu muda buat kejenjang itu"


"Kuliah, nyari kerja yang bener, kalau dah dapat hasil dari kerja dah punya tabungan baru mikir kedepan nya"


"Itu si Rama yang mau nikah Bun" (Aya)


"Rama kan suka godain" belum selesai dah dipotong


"Kakak" (Rama)


"Mau sama-sama buka-bukaan hayo"


"Abang dah berani juga cinta-cintaan sekarang" (Ervi)


"Baru masuk kelas satu dah berani begitu ya"


"Fokus belajar dengan sekolah mu, waktu mu sekolah bukan pacaran"


"Kakak juga, fokus sekolah bukan jalan sama cowok"


"Bener kata Bunda" (Fida)


"Kalian harus belajar yang benar, perhatikan guru didepan bukan gosip masalah pacar"


"Awas aja kalau Mama tau"


"Huh" (Rama) ke Aya


"Wekkk" (Aya) yang menjulurkan lidahnya ke Rama


"Kakak, sama Abang gak boleh gitu ah" (Ervi)


"Gak baik"


"Sekarang pada belajar, dan nanti istirahat tidur" (Papi)


"Asal Ayah yang nemenin Aya belajar" (Aya)


"Ayahmu dah ngantuk karena banyak kerjaan kesana-kemari, sama Mama aja yuk" (Fida)


"Gak mau kalau gak sama Ayah" (Aya)


"Males kalau sama Bunda dan Mama yang suka marah-marah sama Aya"


"Apalagi kalau salah sedikit dah dimarahin, jadi males sama Mama"


"Gak kaya Ayah yang suka bantuin, gak suka ngomel mulu, tapi langsung dikasih tau"


"Mau sama Ayah belajarnya titik"


"Yah ya Yahh"


"Iya iya" (Fariel)

__ADS_1


"Ya udah yuk kita belajar yuk, biar Ayah temanin anak Ayah yang cantik ini"


"Tapi turun dulu"


"Gak mau, maunya digendong" (Aya)


"Manja, punya kaki gak digunain" (Rama)


"Kakak anak manja"


"Abang gak boleh gitu" (Fariel)


"Kan emang iya Yah, Kakak itu manja" (Rama)


"Iya, tapi gak boleh gitu juga ya sama Kakak" (Fariel)


"Apa Abang mau Ayah gendong juga"


"Gak ah, malu sama Mama dan Bunda, apalagi Mami" (Rama)


"Aku dah gede dah bisa sendiri, makan juga gak perlu disuapin kaya tadi Kakak, masih ada tangan Abang"


"Aduh aduh kok malah jadi ribut sih cucu Mami ini" (Mami)


"Kalau abang mau Mami suapin. Kan bilang tadi sama Mami, pasti Mami suapin"


"Gak perlu Mi, lebih baik Papi aja tuh yang disuapin Mami daripada aku" (Rama)


"Kasian tuh Bunda sama Mama, mereka juga mau dimanja sama Ayah, bukan Kakak terus yang dimanjain"


"Makan harus disuapin, kekamar harus digendong"


"Mama, sama Bunda juga pengen kali Kak digendong Ayah kekamar"


"Kan dah lama gak lihat Bunda sama Mama digendong sama Ayah"


"Jadi kangen lihat Ayah gendong Bunda dan Mama sekaligus"


"Kalau lihat Kakak mah bosen"


"Kalau gak mau lihat ya merem lah" (Aya)


"Gampang kan"


"Kasian kalau gendong Mama ayah kalian" (Fida)


"Kita mah sering digendong sama Ayah kalian, bahkan Ayah kalian juga Bunda gendong sama Mama" (Ervi)


"Iya gak Ma"


"Iya" (Fida)


"Kalau sekarang dah gak lagi, dah berat, kasian Ayah kalian gak bakal kuat"


"Nantangin tuh mah, Mama sama Bunda bilang Ayah gak kuat" (Rama)


"Buruan Yah gendong Mama sama Bunda, tunjukin kalau Ayah masih kuat"


"Abang mau lihat"

__ADS_1


__ADS_2