
Setelah sampai dirumah langsung kulepas baju dan celanya, ganti dengan pakaian yang lain supaya gak kotor.
Setelah ganti langsung berangkat buat jemput Aya disekolah.
Sampai didepan gerbang sekolah langsung ku telpon Aya kalau aku dah sampai disini di gerbang sekolah.
"Halo Assalamu'alaikum" (Fariel)
"Ayah dah didepan buruan, Ayah ninggalin Aqilla lagi tidur"
"Waalaikumsalam Ayah" (Aya)
"Iya, ini kesitu langsung"
Sambungan telepon pun langsung dimatikan. Ditempat Aya yang lagi nongkrong dikantin.
"Duluan ya, dah dijemput nih sama pangeran didepan" (Aya)
"Pangeran mana, bukannya tadi pangeran muda masih main bola sama yang lain" a
"Iya" b
"Jangan bilang lo punya gebetan yang lain" c
"lo selingkuh Ya" d
"Iya lo selingkuh" b
"Enak aja" (Aya)
"Aku jadian aja belum, karena gak boleh pacaran sebelum aku lulus"
"Lah terus yang jemput yang kamu maksud pengeran itu siapa" a
"Iya siapa, kenalin sama kita-kita" e
"Kalian dah kenal kok" (Aya)
"Kan kalian mengidolakan nya"
"Masa gak tau"
"Siapa lagi yang punya dua istri dan selalu nongol di TV kalian di acara olahraga pagi"
"Maksudnya itu Om Fariel Ayahmu Ya" d
"Iya Ya" a
"Yang sering ada di acara minggu pagi" f
"Yang bikin Ibuku selalu melototin Ayahmu kalau pagi didepan TV" g
"Apalagi kalau malam kalau asik lihatin story Ayahmu di IG"
"Berarti Babeh lo dicuekin sama Makmu" b
"Gak juga" g
"Hanya kalau main HP gak lupa kesitu pastinya kalau dah berkutat dengan HP-nya"
"Berarti itu yang lagi nungguin lo Ayahmu Ya" a
"Betul banget" (Aya)
"Pangeran ganteng, pacarku saat dirumah ya Ayahku, yang selalu mengerti denganku dan bisa manjain aku, emang siapa lagi"
"Kan cuman dia yang mau ngerti dengan aku"
"Ayah sendiri lo embat juga" c
"Sadar dong woy" a, b, c
"Kan pacar sekaligus Ayah, hehehehe" (Aya)
__ADS_1
"Emang kalian pikir aku gila apa yang suka sama Ayah sendiri, walaupun dia Ayah sambung ku tapi aku tau diri juga kali"
"Oh kirain ya kan" e
"Mau rebut Ayahmu dari Bunda dan Mamamu"
"Kapan Ayah mu buat acara FTV lagi, kan aku pengen nonton acara pagi yang FTV nya Ayahmu" a
"Iya kapan Ayahmu main di sinetron lagi, dah lama nih gak lihat Om ganteng di TV lagi" d
"Gak boleh sama Bunda dan Mamaku, karena bikin para Ibu-ibu pada minta foto bareng" (Aya)
"Sekarang suruh fokus kerja dikantor daripada akting"
"Kalau gitu kita ikutan nebeng ya" c
"Iya, sekalian" a, b, c, d, e
"Gak bisa, karena Ayahku pakai motor, hehehe" (Aya)
"Biar kalian gak ikutan buat nebeng dan gangguin Ayahku"
"Sadar dong, masa Ayah temen sendiri mau kalian embat"
"Kalau gitu akhir pekan saat libur kita boleh kan main kerumah mu" f
"Iya bolehkan" g
"Gak boleh, karena kalian main kerumah bukan mau main sama aku tapi mau natapin Ayah ku" (Aya)
"Enak aja mau mandangin Ayah ku yang ganteng"
"Rugi kalau kalian yang mandangin wajah Pangeran Ibu-ibu"
"Cukup aku, Bunda, Mama, dan keluargaku saja bukan kalian dan para Ibu-ibu"
"ya mana tau Ayahmu tertarik sama daun muda" a
"Iya sapa tau tertarik sama kita-kita" c
"Jangan harap Ayahku bisa sama kalian"
"Gak bakal kupanggil kalian sahabat lagi kalau itu terjadi, jika Ayahku nikah sama kalian"
"Ya kan manggilnya jadi Bunda atau Mama muda juga ok" a
"Iya, kan bisa jadi lebih akrab buat ngumpul dan selalu bersama" d
"Gila" (Aya)
"Jangan ngarep, itu gak akan terjadi"
"Lama-lama disini makin setres, makin gila kalau gabung sama kalian"
"Daaaa"
"Woi Salam ya buat Om ganteng ya Ya" a
"Iya Salam ya" e
"Salam mesra kalau bisa" d
"Salam sayang pun boleh" b
"Males" (Aya) yang langsung pergi meninggalkan teman-temannya.
"Lama bener sih anak Ayah ditungguin" (Fariel)
"Maaf Yah, tadi ada gangguan sedikit" (Aya)
"Gangguan apa" (Fariel)
"Biasalah Yah teman-teman Aya" (Aya)
__ADS_1
"Mereka mau ikutan nebeng tadi"
"Kan Ayah tau sendiri kalau mereka pada suka sama Ayah"
"Makanya Ayah sekarang jangan nongol lagi di acara TV lagi"
"Nanti bisa-bisa mereka makin gila karena Ayah nongol mulu di acara minggu pagi"
"Kan memang enggak" (Fariel)
"Mungkin hanya diulang aja acara itu"
"Ayah juga gak mau bikin Bunda dan Mamamu marah karena Ayah di kerubutin Ibu-ibu"
"Ya dah sekarang kita pulang aja yuk"
"Ayah masih ada kerjaan"
"Iya ayok" (Aya)
"Seragam mu mana" (Fariel)
"Di dalam, kutitipkan ke Abang buat dibawakan pulang yang pake mobil" (Aya)
"Kalau begini kan bisa meluk Ayah, bisa leluasa manja sama Ayah"
"Terserah kamu aja lah" (Fariel)
"Ayah capek kalau debat sama kamu, gak akan menang"
"Nah tuh tau" (Aya)
"Jadi kalau gitu kita pulang aja ya Yah"
"Eh kekantor aja langsung Yah"
"Bolehkan Yah"
"Iya boleh, tapi apa gak ganti dulu" (Fariel)
"Gak perlu, ini juga dah gnti tadi disekolah kok" (Aya)
"Kan tadi olahraga pake seragam sekolah bukan baju olahraga"
"Hanya cuman tenis meja aja tadi sebentar, jadi aman yah gak bau, gak kotor"
"Iya deh iya" (Fariel)
"Ya dah buruan naik"
"Ini helmnya pake"
"Ok Yah" (Aya) langsung menerima helm dan memakainya lalu naik
"Dah belum" (Fariel)
"Dah Yah" (Aya)
"Ya kalau udah turun lah" (Fariel)
"Iih, jalan aja belum" (Aya)
"Katanya udah tadi, berarti turun dong" (Fariel)
"Ya kan udah naiknya loh Yah" (Aya)
"Ya kalau dah naik berarti tinggal turun dong" (Fariel)
"Ih Ayah mah gitu ah" (Aya)
"Iya ayok jalan" (Fariel)
"Pegangan yang bener"
__ADS_1
"Sip" (Aya) sambil mengacungkan jempol kedepan
Langsung kutancap gas buat pulang setelah Aya berpegangan padaku.