
"Karena memang hanya ini aja yang belum kami cek" (Reza)
"Kalau gitu kita langsung dobrak aja, siapa tau dia sudah gak sadarkan diri"
"Ayok" (Rama)
Dan mereka langsung mendobraknya hingga pintu terbuka.
Begitu pintu terbuka, langsung melihat kesamping.
"Kak Aya" (Rama)
"Aya" (Reza dan sahabatnya) yang melihat Aya tergeletak dipojokan samping timba air dengan keadaan mengenaskan. Dengan keadaan tubuh terikat dan mulut disumpal lakban, dan keadaan tubuh yang basah.
Langsung Rama dan yang lain melepaskan tali juga lakban di mulutnya.
"Bawa langsung ke UKS aja langsung" (Rofik)
Reza langsung melepaskan jaketnya dan memberikan pada Rama untuk menutupi tubuhnya yang dalam keadaan basah, dari jilbab yang dikenakan hingga ke sepatu nya.
Rama langsung membungkus tubuh Aya dengan jaket dan menggendongnya membawa ke ruangan UKS.
"Tahan Kak tahan, ini Rama" (Rama) sambil menggendong Aya dengan berlari.
Sedangkan Aya hanya merintih kedinginan, dengan bibir yang mulai membiru dan muka yang pucat.
"Tahan Kak, sebentar lagi sampai" (Rama)
"Di ngin" (Aya) dengan mulut yang bergetar
"Ayok langsung masuk" (Rofik) yang membukakan pintu ruang UKS.
"Langsung baringkan, kasihkan selimut buat membungkus tubuhnya biar hangat"
"Ini pasangkan oksigen"
Yang lain para sahabatnya langsung menyelimuti Aya dan melepaskan sepatu juga jilbab nya, dan memasangkan oksigen
"Panggilkan Dokter, buruan" (Rama)
"Buruan panggilkan Dokter" dengan menangis karena Aya kembali tak sadar kan diri setelah diberikan selimut dan dipasangi oksigen.
"Sabar, akan datang sebentar lagi, sudah kuhubungi Dokternya" (Rofik)
__ADS_1
"Kalian kembali ke kelas masing-masing, cukup Rama dan satu saja dari kalian buat nemenin disini"
"Tolong Teza kamu kasih tau ke pihak sekolah Guru yang piket hari ini"
"Sekaligus beritau kekelas Rama, kalau Rama ada ruang UKS"
"Baik Pak" (Reza)
"Akan kusampaikan ke Guru piket nya"
"Kalau gitu saya permisi dulu Pak"
"Iya" (Rofik)
"Duluan" (Reza)
"Semoga cepat sadarkan diri"
"Makasih atas bantuan nya" (Rama)
"Iya sama-sama" (Reza) lalu pergi meninggalkan ruangan UKS setelah menepuk bahu Rama.
"Ay, ini aku sahabatmu Ay" (Sandra)
"Iya Ay, biar mereka tahu dengan siapa mereka berurusan" (Sifa)
"Kami selalu ada disamping mu Ay" (Nina)
"Cepetan sadar ya Ay"
"Kami balik dulu kekelas ya Ay" (Sifa)
"Nanti kami balik lagi kesini"
"Kalian kekelas aja, biar satu dari kalian aja buat disini" (Rofik)
"Rama boleh ikut saya keruangan sebentar"
"Baik Pak" (sahabatnya)
"Iya Pak, setelah Dokter datang memeriksanya" (Rama)
"Kalau gitu biar aku aja yang disini nemenin Aya" (Sandra) pintanya pada yang lain
__ADS_1
"Iya, kalau gitu jagain Aya, kalau dah sadar kasih tau kita" (Sifa)
"Iya, nanti kami kesini lagi setelah selesai pelajaran" (Nina)
"Ay, aku kekelas dulu ya, nanti aku kesini lagi" (Sifa)
"Semoga cepet sadar dan sembuh biar kita bisa ngobrol lagi"
"Iya Ay, jangan tinggalin kita Ay, aku pasti bakal rindu terus sama kamu Ay" (Nina)
"Aku kekelas dulu ya Ay"
"Duluan Ram" (Sifa)
"Aku kekelas dulu Ram" (Nina)
"Aku yakin Aya pasti cepat sadar, dia orang yang kuat"
"Terimakasih buat semuanya hari ini" (Rama)
"Iya sama-sama Ram" (Sifa, Nina)
"Kalau gitu permisi, Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" (bertiga)
"Apakah masih lama Dokter nya datang" (Rama)
"Dia sudah dijalan, sebentar lagi sampai" (Rofik)
"Lebih baik sekarang kamu tenangkan pikiran mu"
"Kita bicarakan masalah ini diruangan ku"
"Karena ini menyangkut sekolah, jadi biarkan sekolah yang menangani masalah ini"
"Ayok keruangan ku, sebentar saja"
"Baik Pak" (Rama)
"Tolong jagain Kak Aya"
"Pasti Ram" (Sandra)
__ADS_1
Dan Rama juga Pak rofik langsung meninggalkan ruangan UKS menuju ruang Guru.