
"Emang dia bisa, kan beda" (Laila)
"Dia itu walaupun kelas satu, tapi pelajaran matematika dia dah belajar yang bagian untuk kelas tiga, rang sebenarnya dia mau langsung dimasukan ke kelas dua langsung, kalau nilainya bagus" (Aya)
"Dia paling hobi sama matematika, yang katanya menuruni Ayahnya"
"Kalau saya mah bego di matematika, hanya dikit yang ngerti, makanya jarang juara kelas, hehehehe"
"Di seharusnya tuh masih SD, tapi karena kemampuannya jadi waktu kelas empat langsung diuji ke kelas lima, eh taunya malah juara kelas, makanya sekarang dah kelas satu si Rama"
"Emang umur dia sekarang berapa" (Laila)
"Setauku sih beda dua tahun sama saya" (Aya)
"Saya mau delapan belas, dia masih lima belas lebih dikit atau belum sampai malah"
"Dia badannya aja yang besar, imbang sama saya, karena hobinya kaya Ayah, sukanya ngegym"
"Hah, jadi dia sekitar lima belas, dan dia anak yang selalu juara kelas" (Laila)
"Iya" (Aya)
"Makanya Ibu siap-siap aja jadi Adek iparku"
"Emang Ibu umur berapa"
"Dua satu, mau ke Dua dua, sekitar bulan depan baru dua dua" (Laila)
"Wah bakal sama berondong dong nikahnya nanti" (Aya)
"Kalau gitu aku duluan ya"
__ADS_1
"Semangat Adek ipar" langsung menyambar handuk dan pakaian lalu masuk kekamar mandi
"Kalau mandi nanti gantian" dari balik pintu kamar mandi
"Kenapa harus seperti ini hidupmu Siti" (Laila) dalam hati
"Masa iya harus terjadi"
"Gimana dong, kalau nanti dia juara kelas dan aku harus menerima permintaan nya"
"Masa akun harus nikah sama bocah, dan dikatain nikahin berondong"
"Bisa-bisa dikatain gila nanti sama orang-orang karena nikah sama bocah"
"Siti, kenapa kamu begi banget sih, kenapa dulu kamu gak cari tau dulu siapa dia sebenarnya, jadi gak bakal terjadi seperti ini"
"Kenapa harus sama bocah dibawah umur sih, man jauh banget dariku"
"Mama, Bapak bantu Siti Ma, Pak"
"Lebih baik sekarang Shalat, dan nanti mandi pinjem punya Aya, siapa tau bisa fresh pikiranku, dan bisa melupakan ini sejenak"
Langsung berdiri dan masuk kekamar mandi buat Wudhu dan lalu Shalat Dhuhur.
Setelah selesai Shalat langsung duduk lagi dipinggiran kasur.
"Apa Ibu mau mandi" (Aya)
"Ini ada handuk di lemari, pakai aja"
"Pakaiannya pilih aja sendiri mana yang suka"
__ADS_1
"Kalau mau yang ini aja, ini sangat cocok sama Ibu buat dipakai"
"Iya, gerah nih" (Laila)
"Tapi apa gak papa nih pinjem punya mu"
"Gak papa, anggap aja ini tuker pakaian, karena Ibu meminjamkan punya Ibu, dan aku juga meminjamkan punyaku" (Aya)
"Kalau celana pilih aja ya, Aku mau Shalat dulu"
"Iya, makasih" (Laila)
"Apa ini gak papa kalau kupakai"
"Nanti takutnya ini Baju spesial lagi"
"Gak dong, pakai aja, itu karena jarang kupakai, bahkan baru sekali kupakai, karena gak suka aja, kalau Ibu mau, ambil aja buat Ibu" (Aya)
"Tapi" (Laila)
"Gak papa ambil aja buat Ibu pakai" (Aya)
"Kalau sama Ibu kan pas gak kegedean"
"Jilbabnya pilih aja dilemari yang ini, kalau ini khusus celana dan rok"
"Pilih mana yang suka, bebas buat Ibu calon Adek iparku"
"Dah ya, nanti malah gak Shalat-Shalat kalau ngobrol mulu"
"Pokoknya pilih aja sendiri, bebas, mau pakai pupur tinggal pakai aja, itu lengkap, buat pupuran atau make-up"
__ADS_1
"Iya, makasih" (Laila)
Dan Laila langsung masuk kekamar mandi buat mandi, dan Aya langsung Shalat.