
Diparkiran kantor setelah sampai.
"Dah sampai, yuk turun" (Fariel)
"Ok" (Aya) langsung turun dan melepaskan helm
"Yah lapar"
"Kalau lapar ya makan dong" (Fariel)
"Kenapa laporan kaya mau tugas aja pake laporan segala"
"Bukannya disekolah tadi dah makan di kantin"
"Belum, cuman jajan doang" (Aya)
"Ya dah masuk aja dulu, nanti pesan makan" (Fariel)
"Ok Yah" (Aya)
Langsung kulepas helm dikepala ku dan kucantelkan di motor lalu turun.
"Yuk" (Fariel)
"Gendong, gak bisa jalan karena lapar" (Aya)
"Ayah juga lapar belum ada makan, hanya minum air putih aja tadi pas miting" (Fariel)
"Harusnya Ayah lah yang digendong, kan Ayah capek karena kerja cari uang buat keluarga, lah Aya capek karena main-main sama temen-temen nya"
"Apalagi Ayah harus jemput kamu disekolah, dah pasti Ayah yang lapar"
"Mana kuat kalau gendong Ayah" (Aya)
"Ayah badannya kaya kingkong"
"Ngatain Ayah kaya kingkong nih anak Ayah nih" (Fariel)
"Hehe, ampun Yah" (Aya)
"Aku yang di gendong ya Yah"
"Ya ya ya ya ya ya Yah"
"Ya udah ayok" (Fariel)
"Tapi habis ini sorenya pulang mandi terus ngaji"
"Awas aja kalau bolos lagi"
"Sip" (Aya)
Belum siap aku untuk menggendong, Aya langsung loncat ke punggung ku.
"Ayo jalan Yah" (Aya)
"Gak bisa pelan, sabar gak sih" (Fariel)
__ADS_1
"Kalau tadi jatuh gimana"
"hehehehe" (Aya)
"Maaf"
"Sekarang kita jalan aja ya Yah, buruan"
"Iya" (Fariel) yang langsung jalan
"Dah besar aja masih minta gendong"
"Gak malu apa diliatin sama karyawan Ayah"
"Biarin mereka lihatin kita Yah" (Aya)
"Gak papa di bilang manja anak bos"
"Tapi yang pasti bikin mereka iri lihatnya, karena gak seperti ini"
"Karena itu tandanya Ayah itu sayang sama Aya, mau gendong Aya"
"Hemmm iya deh iya" (Fariel)
"Emang iya" (Aya)
"Ayah itu kan paling sayang, paling mengerti, paling bisa manjain Aya, dan juga yang lain"
"Buktinya setiap Aya minta sesuatu Ayah selalu ada dan siap buat Aya"
"Bahkan seperti hari ini, Aya minta dijemput dan diantar kesekolah, Ayah selalu mau"
''Karena kalian itu tanggung jawab Ayah" (Fariel)
"Jadi apapun yang bisa Ayah lakukan akan Ayah lakukan"
"Kebahagiaan anak dan istri itu tanggung jawab Ayah sebagai kepala keluarga"
"Salah sedikit aja gak bisa buat mereka bahagia maka Ayah akan berdosa"
"Paham kan"
"Paham dong" (Aya)
"Tekan tombolnya buruan, Ayah gak kuat kalau Aya minta lewat tangga" (Fariel)
"Iya Ayahku yang baik" (Aya)
Langsung menekan tombol pada lift, dan lift terbuka langsung kita masuk kedalam. Setelah masuk baru ditekan lagi tombol menuju lantai atas. Setelah sampai lift terbuka dan kita keluar menuju ruangan ku.
"Buka pintunya, dan turun" (Fariel)
"Turunnya kalau dah di dalam" (Aya)
"Ya dah buka pintu nya" (Fariel)
Pintu langsung dibuka.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" (Fariel, Aya)
"Waalaikumsalam" (Fida, Ervi)
"Adududuh manja banget anak Mama ini" (Fida)
"Yang capek siapa yang digendong siapa"
"Harusnya itu Kakak yang gendong Ayah bukan Ayah yang gendong Kakak"
"Kakak kan hanya duduk doang disekolah sama main, kok malah pulang minta jemput dan digendong pula"
"Biarin, Ayah aja mau" (Aya)
"Heii bola" sambil mencubit pipi Aqilla
"Jangan dicubitin" (Ervi)
"Jangan nakal Kakak, Adek lagi mimi cucu" dengan suara anak kecil
"Jangan ganguin nanti kesendak, kasian"
"Kakak duduk aja sini, jangan usilin Adek yang lagi minum" (Fida)
"Gak ah, mau bantuin Ayah" (Aya)
"Ya sana" (Fida)
"Paling mau gangguin iya" (Ervi)
"Emmmmm" (Aya) yang mencium pipi Aqilla
"Miminya gantian sini, buat Kakak sini"
"Kakak jangan gangguin dong" (Fida)
"Iya Ma" (Aya)
"Jangan dihabiskan, nanti Kakak gak kebagian" (Aya)
Aqilla yang diganggu langsung melepaskan minumnya dan ketawa seperti sedang diajak main oleh Kakaknya.
"Ini buat Kakak, Adek gak boleh, nanti Kakak gak kebagian" (Aya)
"Auww" (Ervi)
"Kakak jangan gangguin, dibilangin kok bandel"
"Adek jadi gigit nih gara-gara kamu nih"
"Kakak kalau disini mau gangguin lebih baik pulang dan tidur dirumah" (Fida)
"Kakak yang cantik, jangan bandel dong, jangan bikin Bunda sama Mama marah" (Fariel)
"Ingat, Surga itu ditelapak kaki ibunya"
"Kalau kaka bikin Bunda dan Mama marah nanti Kakak bisa jadi anak durhaka"
__ADS_1
"Sini sama Ayah sini, duduk disebelah Ayah sini"