
Dua hari sudah kini Rama belum masuk sekolah dan masih sama seperti kemarin hanya berbaring santai dikamar dan bangun agak siang lalu ikut kekantor.
Bunda masuk kekamar Rama, ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Bangun Bang" (Ervi)
"Dah mau siang, emang gak mau berangkat sekolah lagi apa"
"Sudah dua hari kamu meliburkan diri bukan diliburkan dari sekolah"
"Ayok cerita sama Bunda, ada apa sebenarnya"
"Rama bangun" sambil menggoyang-goyangkan badannya
"Gak usah pura-pura tidur, atau Bunda guyur nih pake air"
"Apa sih Bunda" (Rama)
"Rama males sekolah hari ini"
"Besok Rama masuk sekolahnya"
"Rama mau tidur lagi, capek"
"Tidur aja capek, yang capek tuh Bunda bukan kamu" (Ervi)
"Bunda bangun pagi masak ngurusin Adekmu terus nyiapin baju keperluan Ayahmu terus berangkat ke Klinik, pulang sore masak sama ngurus kalian juga"
"Ayok bangun dan berangkat sekolah, masih ada waktu buat berangkat"
"Kali ini aja Bun, plis" (Rama)
"Kamu makin disayang sama Ayahmu dimanjain kok makin ngelunjak aja sekarang" (Ervi)
Dan aku langsung masuk kedalam kamar Rama karena mendengar Bunda nya sedang memarahinya.
"Assalamu'alaikum" (Fariel)
"Waalaikumsalam" (Ervi, Rama)
"Kenapa sih Bun, pagi-pagi dah marah-marah aja" (Fariel)
"Ini lihat jam segini masih tiduran, bukannya bangun terus mandi dan sarapan terus berangkat kesekolah malah masih tidur" (Ervi)
"Oh itu" (Fariel)
__ADS_1
"Bang bangun buruan dah siang nih"
"Nanti telat berangkatnya"
"Males lah Yah" (Rama)
"Kali ini aja Yah, sehari lagi ini aja"
"Gak boleh gitu dong" (Fariel)
"Nanti mata pelajaran mu ketinggalan semuanya loh kalau kamu gak sekolah"
"Katanya mau jadi orang sukses dan berpendidikan, tapi kok sekolah gak mau malah minta libur dihari yang bukan libur"
"Jangan bikin Bunda sama Mama marah karena kamu gak berangkat sekolah"
"Ayok bangun, atau Bunda siram nih" (Ervi)
"Kalau gak sekolah tidur dikebun sana, disawah"
"Disuruh sekolah aja susah"
"Apalagi nanti kalau suruh kerja bantu-bantu orang tua"
"Mau jadi apa kalau malas"
"Dah Bunda turun aja makan, biar ini Ayah yang urus" (Fariel)
"Kalau gak berangkat awas ya" (Ervi)
"Tolong kasih tau biar bener"
"Jangan dimanjakan lagi"
"Ayah terlalu memanjakan anak"
"Iya Bunda" (Fariel)
"Dah ya, gak usah marah-marah, nanti cantiknya ilang pagi-pagi gini karena marah-marah"
"Gak usah ngerayu, gak mempan" (Ervi)
"Gak ngerayu, tapi gak baik pagi-pagi dah marah-marah" (Fariel)
"Biar kan aku yang bujuk"
__ADS_1
"Sekarang Bunda turun dan makan aja"
"Ini jadi urusan ku dan tanggung jawab ku"
"Baik kalau gitu" (Ervi)
"Awas aja kalau gak berangkat sekolah lagi"
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" (Fariel, Rama)
"Dah sekarang Abang bangun terus mandi kita kesekolah" (Fariel)
"Gak papa telat daripada gak masuk dan ketinggalan banyak pelajaran"
"Ayok bangun"
"Tapi Yah, males tau" (Rama)
"Malesnya dilawan ya" (Fariel)
"Dah bangun mandi sana, nanti sama Ayah kesekolah nya"
"Daripada sama Bunda berangkat, makin kacau lebih baik sama Ayah"
"Mai pilih yang mana"
"Iya deh iya" (Rama)
"Alnya Ayah ada kabar gembira untukmu, pasti kamu bakalan senang dan semangat" (Fariel)
"Apaan Yah" (Rama)
"Nih Ayah kasih tau" (Fariel) langsung mengeluarkan HP dalam saku celana dan memberikan pada Rama kalau ada beberapa pesan masuk dari Cahaya Senja.
"Kamu baca aja"
"Pokoknya semua yang Bang minta dah Ayah lakukan buatmu"
Tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomer Cahaya Senja
"Yah ada telepon" (Rama) yang langsung memberikan HP padaku.
Langsung kuterima dan kuangkat.
__ADS_1