
Sambil menunggu buat berbicara dengan Rama muridnya sendiri, menikmati minuman jahe biar pusingnya sedikit reda, karena terlalu banyak memikirkan hal ini. Tak lupa beberapa kali keninganya di pijit karena merasaka sedikit pening.
Hallo Assalamu'alaikum" (Rama)
"Ada apa ya"
"Waalaikumsalam. Apa Rama sehat, atau lagi sakit" (Laila)
"Karena sudah dua hari gak masuk sekolah dan gak ada kabar atau mengirim surat buat keterangan tidak hadir"
"Hanya males aja sekolah, buat apa sekolah kalau hanya bisa dianggap anak kecil" (Rama)
"Oke Ibu minta maaf atas sikap Ibu kemarin karena buat Rama gak masuk sekolah yang mungkin itu karena Ibu" (Laila)
"Bukan maksud Ibu ngatain kamu anak kecil atau apalah itu yang menurut kamu itu kasar dan buat kamu marah hingga gak masuk sekolah"
"Tapi Ibu mohon hari ini dan seterusnya kamu berangkat kesekolah lagi kecuali hari libur"
"Untuk apa sekolah" (Rama)
"Biar pinter dan bisa meraih cita-cita dan jadi orang sukses seperti yang kamu katakan kalau kamu ingin jadi orang yang sukses" (Laila)
"Untuk apa sukses kalau gak bisa bersama sama orang yang kusayang" (Rama)
"Kalau aku sukses bersama orang yang aku sayang gak masalah, tapi kalau sukses untuk sendiri buat apa"
"Yang ada hanya menderita gak ada bahagia"
"Ini bocah belajar darimana sih, bikin makin pusing aja" (Laila) ucapnya dalam hati sambil memijit keningnya
"makin pusing aja pagi ini"
"Oke sekarang apa yang kamu minta dari Ibu sekarang katakan, akan Ibu lakukan" (Laila)
"Emang Ibu yakin akan menuruti kemauan ku" (Rama)
"Yakin bisa dan sanggup memenuhi permintaan ku"
"Akan Ibu usahakan" (Laila)
"Katakan apa yang kamu mau"
__ADS_1
"Jangan aneh-aneh permintaanmu, plisss, bantu aku Tuhan" ucapnya dalam hati
"Oke" (Rama)
"Kalau aku mau Ibu jadi pendampinh hidupku nanti, jadi Ibu buat anak-anakku gimana"
"Dan Ibu juga gak boleh dekat dengan cowok lain selain aku"
"Dan saat bersama Ibu hanya boleh manggil aku Cami alias calon suami, apa sanggup"
"Kalau gak sanggup aku gak maksa tapi aku gak akan masuk sekolah sampai kapanpun"
"kenapa harus seperti ini permintaan mu, bocah-bocah" (Laila) ucapnya dalam hati
"Masa iya aku harus menerima permintaan ini"
ali harus gimana ini
"Ayok Siti, kamu pasti bisa, lakukan apa yang harus kamu lakukan"
"Baiklah semuanya akan Ibu turuti kemauanmu" (Laila)
"Dengan syarat harus tetap sopan saat disekolah sama Ibu"
"Dan sekarang masuk sekolah, akan Ibu tunggu kedatangan mu disekolah"
"Ok deal" (Rama)
"Tapi harus panggil Cami dulu baru aku sekolah"
"Harus lembut bicaranya"
"Astaga kenapa harus aneh begini permintaan mu bocah" (Laila) ucapnya dalam hati
"makin buatku pusing aja nih bocah"
"Oke, oke" (Laila)
"Cami, sekolah ya, ku tungguin di kelas"
"Sampai ketemu disekolah"
__ADS_1
"Iya Cahaya Senja, Canisku, calon istriku" (Rama)
"Sampai ketemu ya disekolah"
"Assalamu'alaikum"
"Dada canisku"
"Waalaikumsalam" (Laila)
Langsung kumatikan sambungannya.
"Kenapa harus terjadi padaku" (Laila)
"Huft" suara hembusan nafas
"Ayok Siti kamu harus kuat, kamu yakin bisa"
"Ayok semangat, demi masa depanmu sendiri"
"Jangan pikirkan hal itu, pikirkan buat masa depanmu dulu"
"Fokus sama tujuanmu"
"Ayok berangkat buat masa depan"
"Jalani hidup barumu Siti"
"Kamu yakin bisa menjalaninya semua ini"
"Yakin pasti bisa, tetap semangat"
"Kita berangkat"
"Lupakan sejenak, rilexs sebentar"
"Tarik nafas, tarik nafas lalu buang"
"Ayok pasti bisa"
"Bismillahirrahmanirrahim"
__ADS_1
Langsung menghabiskan minumnya lalu meraih tas dan buku lalu berangkat kesekolah dengan naik motor maticnya.