
"Ya udah sebentar lagi sampai, jadi siap-siap akan ditanya-tanya sama orang rumah" (Fariel)
"Jawab apa yang memang harus di jawab saja"
"Gak usah ragu, katakan apa yang ada dalam hatimu"
"Nanti kubantu jawab jika sulit menjawabnya"
"Baik" (Laila)
Sampailah kini dirumah.
"Ayok turun, dah sampai" (Fariel)
"Gak usahtakut, santai aja"
"Gak bakal dimakan sama orang rumah kok"
"Ayok Bu kita turun" (Aya)
"Iya" (Laila)
"Gak usah malu, biasa aja" (Rama)
"Kan mau ketemu calon mertua, jadi biasa aja"
"Abang" (Fariel)
"Hehehe, maaf Yah" (Rama)
"Ayok Laila, kita turun dan masuk kedalam rumah" (Fariel)
"Barangnya disini aja, gak bakal hilang, gak ada maling disini, kecuali malingnya itu yang disampingmu"
"Hahahaha" (Aya)
"Kalau dia maling nya beda kali Yah"
"Beda gimana" (Rama)
"Siapa juga yang mau jadi maling"
"Maling hati maksudnya" (Aya)
"Hahahahaha" (Aya, Fariel)
"Bisa aja kamu Kak kalau ngomong suka pas" (Fariel)
"Iya dong" (Aya)
Dan kitapun langsung turun dari mobil.
"Masih aja bikin malu" (Fariel)
"Ada gurunya pun masih aja minta digendong mulu"
__ADS_1
"Turun ah"
"Males, maunya digendong sampai dalam" (Aya)
"Kalau nanti tiba-tiba jatuh terus pingsan gimana, kan Ayah juga yang jadi repot"
"Bisa aja jawabnya" (Fariel)
"Dasar anak Ayah manja nya kelewatan"
"Maaf, ini kebiasaan anak saya begini"
"Iya, gak papa" (Laila)
"Justru saya iri lihat keluarga ini seperti ini, bisa akur dengan anak dan orang tua"
"Apa Canis mau saya gendong seperti Kakak saya" (Rama)
"Hus, kalau ngomong" (Fariel)
"Gak usah, makasih" (Laila)
"Belum muhrim, dasar Adek gak punya rasa berdosa" (Aya)
"Dah Yah kita masuk aja langsung"
"Yuk Adek ipar"
"Iya" (Laila)
"Assalamu'alaikum" (Aya, Rama, Fariel)
"Ayok masuk aja" (Fariel)
"Iya" (Laila)
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" (Fida)
"Eh ada tamu ya"
"Iya nih Ma, ada Guru dari sekolah Kakak, dan Abang yang kuajak kemari buat makan bareng dirumah" (Fariel)
"Tadi habis bantuin mereka, makanya kuajak kerumah buat makan disini"
"Oh boleh kalau gitu" (Fida)
"Ayok masuk aja, gak usah sungkan"
"Iya, makasih Bu" (Laila)
"Kakak turun, jangan manja" (Fida)
"Gak malu apa ada gurunya juga"
__ADS_1
"Abang langsung kekamar buat ganti dan Shalat, terus mandi setelah itu makan dibawah sama-sama"
Rama hanya mengangguk dan menyalami Mamanya dan menuju kamar setelah menyalami.
"Iya Ma" (Aya)
"Yah turunin, sebelum nanti macannya ngamuk"
"Hemmm" (Fida) dengan mata yang menatap ke Aya
"Ih serem Ma, ampun" (Aya)
"Dasar anak manja" (Fida)
"Maaf ya Bu, biasa anak saya seperti itu dirumah, gak bisa jauh dari Ayahnya, maunya nempel mulu, gak malu kalau dah besar"
"Gak papa Bu, justru malah saya senang bisa lihat keluarga yang bisa seperti ini" (Laila)
"Kakak, sana mandi, terus ganti baju dan Shalat, nanti makan bareng" (Fida)
"Oke Ma" (Aya)
"Dada"
"Bukannya salaman malah lambaikan tangan, dasar anak Mama" (Fida)
"Itu pakaian siapa kamu pakai"
"Minjem punya Bu cantik" (Aya)
"Tadi ku pinjemi punya saya Bu, maaf" (Laila)
"Karena tadi pakaian Aya basah, jadi kusuruh pakai pakaian milikku, karena kebetulan saya bawa ganti dan badan kami sedikit sama"
"Wah, makasih loh Bu, dah bikin repotin Ibu Gurunya" (Fida)
"Iya sama-sama Bu, ini dah tugas saya sebagai Gurunya" (Laila)
"Ya udah kalau gitu kita kekamar buat Shalat dulu aja ya, belum Shalat kan" (Fida)
"Ayah sana masuk kekamar, mandi dan Shalat"
"Sip" (Fariel) langsung meninggalkan mereka setelah memberikan tanganku untuk dicium.
"Belum Bu" (Laila)
"Ya udah kalau gitu biar ku antarkan kekamar Aya aja, biar nanti pinjam punya Aya kalau mau ganti baju" (Fida)
"Iya Bu makasih" (Laila)
"Yuk" (Fida)
"Gak usah malu, biasa aja"
"Iya Bu" (Laila)
__ADS_1
Dan langsung berjalan ke kamar Aya.