
Didepan aku duduk sambil melihat kearah pintu gerbang yang dibuka. Ada Aya yang baru turun dari motor yang dibonceng oleh seorang cowok yang mungkin teman dekatnya yang baru atau sudah pacaran mungkin.
Aku hanya tersenyum melihatnya yang bahagia tertawa seperti sedang malu karena menundukkan kepalanya yang gak tau apa yang mereka bicarakan disana. Aku hanya bisa memandang nya dari depan rumah saja.
Setelah Aya masuk dan temannya pergi, aku langsung masuk kedalam rumah dan duduk menunggu penjelasan darinya.
"Mana Aya, apa dah pulang yah" (Fida)
"Sudah, didepan bentar lagi masuk" (Fariel)
"Apa bener dia diantar sama temen cowoknya" (Fida)
"Iya, bener" (Fariel)
"Nanti diem pura-pura gak tau, biar nanti dia yang bicara jujur sendiri aja"
"Jangan mencoba memarahinya"
"Gak baik memarahi anak, cukup dibicarakan dengan baik-baik supaya gak marah dengan kita. Dia juga butuh bahagia sekarang, jangan hanya memikirkan pelajaran sekolah terus, biarkan dia bisa hidup bahagia dan tenang"
"Iya Yah" (Fida)
"Assalamu'alaikum" (Aya)
"Waalaikumsalam" (Fariel, Fida, Ervi)
"Baru pulang nih anak Ayah, tumben gak bareng sama Rama" (Fariel)
"Maaf, Aya pulang sama temen diantar, karena tadi harus mampir sebentar buat beli buku baru" (Aya)
"Iya gak papa, yang penting anak Ayah bahagia dan bisa jadi anak yang dibanggakan orang tua" (Fariel)
"Hayo yang habis pacaran hayo" (Rama)
"Bis nemeng tuh Yah, Bun, Ma"
"Abang gak usah berisik, diem" (Aya)
"Gak ada kok Yah, Bun, Ma"
"Tadi hanya temen aja kok"
"Bilang aja pacar baru Kak" (Rama)
"Baru kenalan terus jadian, dan langsung panggil sayang"
"Abang" (Aya)
"Awas ku hajar ya bang"
"Weeeek" (Rama) yang menjulurkan lidahnya
"Pacar baru, pacar baru, pacar baru"
"Yah Abang Yah" (Aya)
Aku hanya tersenyum, karena selalu ada keusilan pada Aya dari Rama, ataupun sebaliknya yang selalu seperti itu setiap hari. Tapi, setelah itu langsung baikan dan bahkan sering ngerjakan tugas bareng atau belajar bersama.
"Ayah jahat, malah ketawa" (Aya) dengan bibirnya yang mau jatuh
__ADS_1
"Abang, jangan nakal ya, kasian loh Kakak di cengin mulu" (Fariel)
"Biarin Yah, sapa tau pacaran" (Rama)
"Camiku sayang"
"Hah" (Fariel, Ervi, Fida)
Aya langsung melemparkan bantal pada Rama.
"Dasar mulut lemes" (Aya)
"Yah" yang langsung memelukku
"Yah ngadu" (Rama)
"Anak Ayah punya pacar sekarang nih" (Fariel)
"Enggak kok ya, hanya temen" (Aya)
"Teman tapi mesra ya Kak" (Rama)
"Panggilannya aja dah beda, kaya ayah sama tante itu tuh"
"Cami dan Canis panggilan sayangnya"
"Jadi malu"
"Rama diem" (Fariel)
"Ayah yang diem" (Ervi, Fida)
"Gak ikut-ikitan deh, lebih baik bobo siang ahhhh" (Rama)
"Kabur" langsung lari menuju kamarnya diatas
"Ehhh anak Ayah, jangan bikin Ayah tidur di garasi ya nanti malam gara-gara kamu ya" (Fariel)
"Bang"
"Ayah jelasin" (Ervi)
"Berani bersumpah Bun, Ma" (Fariel)
"Gak pernah ada hubungan apapun lagi, kecuali pekerjaan. Silakan aja cek HP ku kalau gak percaya"
"Lagian dia kan dah punya anak juga, bahkan dah besar juga, gak mungkin lah kalau aku selingkuh dari kalian"
"Sumpah"
"Awas aja kalau katahuan bakal kupotong sekali lagi" (Fida)
"Malam ini tidur di pos" (Ervi)
"Tapi bun" (fariel)
"Jangan ikutan Ma, jangan ya Ma"
"Gak ada ampun buatmu" (Fida)
__ADS_1
"Tinggal pilih mau di pos bareng sama satpam apa di garasi"
"Ih tega" (Fariel)
"Itu pelajaran buatmu" (Ervi)
"Biarin, sapa suruh main api dibelakang" (Fida)
"Ini gara-gara Abang nih" (Fariel)
"Bisa-bisa nya seperti itu, padahal gak ada apa-apa"
"Papi sama Mami juga tau kok kalau hanya hubungan kerja doang"
"Aya, ganti baju dulu" (Fida)
"Jelasin tadi siapa"
"Yah bantuin Yah" (Aya)
"Iya ku bantuin" (Fariel)
"Sekarang bicara yang jujur sama Ayah sama Mama dan Bunda ya"
"Jelasin siapa dia"
"Hanya temen biasa aja kok Yah" (Aya)
"Terus kenapa tadi kata abang manggilnya Cami Canis segala" (Fariel)
"Itu artinya apa"
"Ayah gak bakal marah sama anak ayah ini yang suka manja kaya Mamamu dulu"
"Bundamu juga suka manja kaya kamu suka tiba-tiba nyender dan meluk"
"Katakan biar kami tau"
"Dia yang nembak aku, tapi aku belum ada jawab apapun kok" (Aya)
"Kalau panggilan itu aku gak tau, tiba-tiba dianya manggil kaya itu sama Aya"
"Kalau mau pacaran harus tau batas ya" (Fariel)
"Ayah gak mau anak Ayah rusak masa depan nya hanya karena pacaran"
"Besok kenalkan ke Ayah, ajak masuk ya kalau kesini lagi. Masa ada teman spesial Ayah gak dikenalin nih"
"Ayah kan juga pengen tau calon mantu Ayah nanti itu orang nya seperti apa, sifat nya seperti apa, orang tuanya siapa namanya"
"Siapa tau bisa diajak main voli bareng Ayah, atau panco lawan Ayah"
"Ihh Ayah" (Aya)
"Gak ada yang spesial selain teman biasa kok Yah"
"Iya, Ayah ngerti, tapi jangan kelewatan batas ya" (Fariel)
"Besok ajak masuk ya, Ayah mau kenalan sama calon mantu"
__ADS_1
"Ihh Ayah mah" (Aya)