
"Dan sebagai ganti cape Ayah, Mama dan Bunda harus pijitin Ayah nanti" (Fariel)
"Ok beres" (Fida, Ervi)
"Tapi Aqilla gimana"
"Tenang ada Papi" (Papi)
"Kalian lanjutkan aja, selow aja"
"Ok deal" (Ervi)
Dan ervi juga Fida langsung mengalungkan tangannya di pundakku.
"Pegangan yang benar" (fariel)
"Demi cinta dan sayang ku pada kalian" langsung kuangkat b****g nya mereka lalu jalan
"Semangat Yah" (Rama, Aya)
"Ayok, ayok, ayok"
Baru melewati tangga setengahnya aku berhenti berjalan, tapi masih menggendong mereka.
"Apa masih kuat" (Fida)
"Iya apa mau nyerah" (Ervi)
"Gak ada kata nyerah dalam kamus ku buat berjuangin kalian dihidupku" (Fariel)
"Kalian harus selalu aku berjuang kan sampai akhir hayatku, bukan hanya berjuang diawal saja sebelum aku mendapatkan kalian dan cinta kalian padaku"
"sampai nanti perjuangan ini masih ada buat kalian, buat keutuhan cinta kita yang menyatu"
"Cie-cie" (Rama, Aya)
"Ehem ehemmm, so sweet banget sih, Mami jadi pengen diperjuangin hingga akhir nanti" (Mami)
Lalu aku langsung lanjut lagi berjalan menuju melewati tangga secara perlahan dan berhenti sejenak buat ambil nafas.
"Buat semangat" (Fida) yang mencium pipi kananku
"Biar makin semangat juga" (Ervi) yang juga mencium pipi kiriku secara bersamaan
"Aduhhh, romantis banget sih" (Mami)
"Kok lebih dari yang ada di drama ya" (Aya)
"Ini kalau dijadikan film kayaknya bakal menarik nih" (Rama)
"Apalagi romansa romantis gini"
"Jauh dari yang lain mah kalau gini romantis nya Ayah sama Mama dan Bunda"
"Ini cocok kalau dapat penghargaan" (Aya)
"Sangat menyentuh hati"
Lalu aku lanjut lagi jalan kekamar paling depan dilantai ini. Kamar utama yang biasa aku gunakan untuk tidur dari dulu saat pertama masuk rumah ini buat tidur.
Fida membukakan pintu kamar ini, lalu langsung aku masuk kedalam kamar, dan sampai dikamar langsung ku turunkan diatas kasur mereka berdua
"Dah turun, capek" (Fariel)
"Gak pernah bawa beban berat jalan naik tangga, ini suruh bawa beban pakai tangan" sambil ngos-ngosan
__ADS_1
"Kalian balik kekamar, Ayah mau hukum Bunda dan Mama kalian"
"Ok bos" (Rama)
"Kuunggah ah di sosmed biar temen Rama pada iri lihatnya"
"Iya, Kakak juga, biar temen Kakak makin kagum sama Ayah ku ini yang ganteng dan maco" (aya)
"Duluan ya Yah, Bun, Ma" (Rama)
"Assalamu'alaikum"
"Aya juga mau belajar dan tidur" (Aya)
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" (Fida, Ervi, Fariel)
"Mami tinggal ya, Assalamu'alaikum" (Mami)
"Waalaikumsalam" (Fida, Ervi, Fariel)
"Selamat menikmati malam pertama lagi"
"Kasih Aqilla adek baru dua lagi juga oke"
"Dada pasangan baru"
"Tutup pintu nya, kunci kalau bisa" (Fariel)
"Iya Samiku sayang" (Ervi, Fida)
Ervi langsung menutup pintu dan menguncinya.
"Tanganku pegal-pegal dan Kakiku juga"
"Harus kalian pijitin dengan benar"
"Besok ada miting pagi, jadi harus capek dan rasa pegal ku hilang malam ini"
"Iya Samiku sayang" (Ervi, Fida)
"Akan ku pijitin malam ini biar capeknya hilang" (Ervi)
"Sami tiduran aja biar nanti kami pijit" (Fida)
"Ini bajunya harus dibuka biar bisa dipijit" (Ervi)
"Masa mau pake baju, gimana mijitnya"
"Kan tangan Sanis kan kuat, masa mijit gak bisa yang kuat" (Fariel)
"Tapi harus dilepas juga dong Mi" (Fida)
"Celananya juga, masih pake celana pendek kan"
"Kayaknya enggak sih" (Fariel)
"Lagian juga ini kamar kita sendiri, sapa yang bakal lihat kita disini"
"g
Gak usah aneh-aneh Mi, katanya besok miting pagi" (Fida)
"Kuremas baru nyahok"
__ADS_1
"Hahahahaha" (Ervi)
"Ih jahatnya sama suami sendiri gitu" (Fariel)
"Aku kan dah berjuang nih, tinggal kalian lah ya g berjuang buat Sami sekarang"
"Capek bicara sama Sami" (eErvi)
"Iya, katanya hanya mijit, kok jadi aneh-aneh sekarang" (Fida)
"Ya dah pijitin cepat, aku mau tidur merem mataku" (Fariel)
"Besok pagi pegal dan capeknya harus hilang"
"Ya ini di lepas dulu dong mi" (Fida)
"Kalian lah yang lepasin, aku mau dimanjain malam ini, masa tiap hari manjain kalian mulu, sama Aya terus juga Rama" (Fariel)
"Sekali-kali Sami tu dimanjain gitu, pulang kerja dikasih apaan gitu, ditanyain Sami mau apaan, capek sini biar kupijitin biar capeknya hilang"
"Ini enggak malah dicuekin, dan suruh manjain kalian dan anak-anak"
"Iya deh iya maaf" (Fida)
"Ya dah mulai besok bakal kita manjain Samiku ini" (Ervi)
"Duh kasiannya kesayangan kita ini, kecapean butuh dimanja"
"Iya bakal kami manjain mulai besok" (Fida)
"Sami kerja kan buat kita semua"
"ATM ku mana, masa Sami gak pegang uang gitu" (Fariel)
"Kalau itu gak bisa" (Fida)
"Sami hanya boleh tiap hari minta sama kita uang cash, gak ada pake kartu ATM" (Ervi)
"Biar gak nelaktirin tante mulu sama gadis muda"
"Astaga, gak pernah Sami gitu" (Fariel)
"Masa iya Sami nanti dibilang pelit karena gak bisa bayarin makan temen Sami yang lain"
"nanti dikira bos pelit dong"
"Ok akan kukasih besok ATM Sami, tapi Sami janji gak boleh buat yang macam-macam" (Fida)
"Hanya boleh buat kepentingan saja"
"Itu juga harus isinya gak boleh lebih dari lima juta, jadi kalau kurang baru kita kirim, dan harus tau buat apa dipakai" (Ervi)
"Iya silahkan" (Fariel)
"Yang penting sekarang pijitin, aku mau tidur"
"Kalian lepaskan sendiri"
"Capek aku debat sama kalian, gak bakal menang"
"Harus, Sami gak boleh menang kalau debat sama istri" (Ervi)
"Iya, kan istri segala-galanya buat Sami, jadi harus kalah sama Sanis dong" (Fida)
Aku langsung memejamkan matanya dan ervi juga fida melepaskan baju dan celana panjangku lalu memijat nya hingga berasa sudah cukup lalu mereka ikut merebahkan badannya disamping ku dan tidur dengan memeluk tubuhku juga kaki mereka meletakkan di atas kakiku.
__ADS_1