
Setelah berpamitan dengan yang lainnnya kini aku langsung menunjukkan garasi karena ada anak gadisku yang menungguku untuk minta diantarkan kesekolah pagi ini.
"Apa dah siap" (Fariel)
"Dah dong Yah" (Aya)
"Langsung berangkat ya Yah"
"Iya ayok kita langsung berangkat aja, nanti kesiangan" (Fariel)
"Ayah juga harus kerja berangkat cepet, takut nanti yang lain nungguin Ayah buat miting"
"Ya udah ayok naik"
"Ok Yah" (Aya) yang langsung naik ke atas motor
"Pegangan yang bener" (Fariel)
"Ok Ayahku yang ganteng" (Aya)
"Helmnya yang bener" (Fariel)
"Dah bener kok Yah" (Aya)
"Ya dah kita langsung berangkat" (Fariel)
"Roknya awas nyangkut"
"Ok yah, dah aman gak bakal nyangkut, selow aja" (Aya)
Aya langsung memegangi pada bagian pinggang ku dengan erat. Walaupun duduk dengan posisi seperti menghadap kesamping seperti pada umumnya perempuan membonceng diatas motor, tapi tetap harus pegangan dengan erat bahkan sampai memelukku dari belakangan.
Kini telah sampai dihalaman sekolah Aya. Banyak para Siswa Siswi yang baru sampai juga, dengan naik ojek, angkutan dan diantar oleh orang tuanya kesekolah.
"Dah sampai, turun" (Fariel) langsung kulepaskan hlmku
"Iya Ayah" (Aya) yang langsung turun dan melepaskan helm nya
"Nih Yah helm nya" yang memeberikan helm padaku, dan kuterima, lalu kuletakan didepan disangkutkan ke stang.
"Belajar yang bener ya" (Fariel)
"Dah sana masuk, apa lagi nungguin cowok yag kemarin ngantarin pulang"
"Ih ayah mah" (Aya)
"Lagi nunggu temen Aya kok yah, cewek bukan nunggu cowok"
"Ayah mah suka gitu sama Aya"
"Pagi-pagi dah bikin betmut aja"
"Iya maafin Ayah ya anak gadis Ayah" (Fariel)
"ya kan siapa tau ya kan anak gadis Ayah lagi nungguin pacar barunya ya kan"
"Ayah kan mau ngantarin kan juga sekalian mau kenalan giti sama cowok ganteng yang kemarin sampai gerbang rumah"
"Dah Ayah pulang aja sana" (Aya)
__ADS_1
"Katanya ada miting pagi, buruan pulang, dan kerja"
"Nanti kalau Ayah gak kerja nanti Aya gak bisa minta sesuatu sama Ayah"
"Cepetan Ayah pulang berangkat kerja"
"Heiii Aya" teriak mereka
"Hei Om ganteng" a
"Hai juga semua" (Fariel)
"Kalian semua sekelas sama Aya"
"Iya Om, kami satu kelas" b
"Kami sahabatan dari dulu" c
"Bagus kalau gitu" (Fariel)
"jadilah sahabat yang selalu ada dan saling mengerti dan mau saling berbagi"
"jangan datang saat ada maunya, pergi saat senang"
"Kalian gak usah gitu sama Ayahku" (Aya)
"Ayahku gak bakal mau sama anak sekolahan yang masih bau kencur"
"Ya sapa tau ya kan Om" b
"Oh ya kita belum perkenalkan diri loh, kan biar akrab ya gak Om" a
"Sandra" yang juga menyalamiku
"Sifa" yang juga sama memyalamiku
"Nama kita hampir sama loh Om"
"Om Sielfa, aku Sifa, jadi mirip dan mungkin memang kita ditakdirkan bertemu kali ya Om"
"Huh dasar" (Aya)
"Ya sapa tau, sahabat jadi anak ya gak Om, walaupun anak tiri, tapi kan gak papa ya gak, malah bisa jadi makin akrab" (Sifa)
"Dah kumat" (Nina)
"Iya ini, GR" (Sandra)
"Kalau Om mau sama yang lebih muda masih bau kencur seperti yang Aya bilang gak masalah" (Sifa)
"Walaupun umur beda jauh tapi asal seumur hidup selalu bersama kan so sweet juga"
"Kita ke kelas, kita ke kelas aja" (Nina)
"Makin ngelantur kalau lama-lama disini"
"Iya ayok" (Sandra) sambil menarik tangan Sifa
"Bentaran napa sih Nin, Dra" (Sifa)
__ADS_1
"Lagi lihat Om ganteng kok diganggu"
"Kan lagi PDKT"
"Makin ngelantur aja ni bocah satu" (Sandra)
"Biarin, Om aja biasa aja, kenapa kalian yang repot sih" (Sifa)
"Ya kan Om"
"Iya" (Fariel) dengan tersenyum
"Duh meleleh hatiku melihat senyumnya" (Sifa)
"Ayah jangan senyum gitu, jangan bikin senyum seperti itu, nanti makin gila" (Aya)
"Dah kalian sekarang masuk" (Fariel)
"Aya masuk ya, Ayah mau kerja"
"Ok Om" (bertiga)
"Iya yah, sana buruan" (Aya)
"Kelamaan disini bakal makin runyam"
"Apalagi kalau yang lain tau, makin deh, capedeh" dengan tangan dikening
"Ayah idolanya banyak disini, disekolah ini, ini belum seberapa, masih ada puluhan yang seperti Sifa"
"Sana Ayah pulang, Assalamu'alaikum" langsung mencium tangan ku
"Hati-hati, belajar yang bener" (Fariel)
"Duluan ya Om" (Sandra)
"Aku juga Om" (Nina)
"Pamit Om ganteng" (Sifa) yang ingin menyalamiku tapi ditarik sama Aya dan Sandra
"Aku kan mau juga"
"Dah sini kalian boleh cium tangan ku, anggap aja Om orang tua kalian disini" (Fariel) yang memberikan tangan kananku untuk mereka salami.
"Anak Ayah gak usah cemburu, kan Ayah hanya buat Aya seorang"
"Pulang nanti diatar aapa bareng sama Rama"
"Assalamu'alaikum" yang menyalamiku dan mencium tangan ku
"Dada Om" (Sifa)
Aku hanya menggelengkan kepala saja melihat teman Aya seperti itu.
"Kenapa aku diidolakan sama mereka, apa yang aku perbuat" (Fariel)
"Dah lah pusing, lebih baik kerja, daripada mikirin mereka"
"Ada aja kelakuan nya mereka"
__ADS_1
Langsung kupakai helm dan kunyalakan motornya lalu pulang dan kerja