Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Laila dibikin bingung


__ADS_3

"Dah Bu ah" (Aya) yang gak mau lagi makan kuenya


"Kasih ke Rama aja Bu"


"Mau lanjut tidur lagi aja"


"Kalau mau romantis itu cari tempat, jangan disini"


"Ganggu aja yang lagi sakit"


"Awas aja kalau Kakak lihat suap-suapan lagi, bakal ku laporkan ke Bunda dan Mama, biar tau rasa"


"Masa Guru sendiri di embat, dipacarin"


"Dasar"


"Aku mau tidur lagi, da Adek yang cucok"


"Bajumu bikin makin ganteng dan cucok Dek"


"Pokonya wow banget deh" sambil ketawa dan menarik selimut lagi.


"Awas aja nanti dirumah Kak" (Rama)


"Berani ngatain Abang, siap-siap aja nanti"


"Iya Bang Rama" (Aya)


"Kakak masih dengar, siap pkoknya"


"Kalian ini kenapa sih" (Laila)


"Kalian Kakak beradik kok malah berantem, gak ada akur-akurnya"


"Rama, kamu tuh harusnya tuh bisa jagain Kakakmu, dia kan cewek, harusnya kamu sebagai Adek yang baik bisa ngelindungin Kakakmu"


"Tadi aja nangis, sekarang sudah sadar kok malah enggak, malah usil"


"Akting Bu, biasa itu mah" (Aya)


"Kalau tidur tuh gak ngomong, diem" (Rama)


"Udah dong, jangan ribut, Ibu pusing dengarnya" (Laila)


"Iya Bu, maaf ya" (Aya)


"Hehehe, maaf ya Bu Cahaya Senja, Canisku" (Rama)


"Tadi kan tuh takut kalau Kakak bakal ninggalin Rama, kalau ninggalin Rama, gak bakal ada lawan buat berantem dirumah dong"

__ADS_1


"Rama, kalau ngomong di rem ya" (Laila)


"Jangan asal ceplos aja, nanti kebiasaan dan malah jadi tau semua anak murid Ibu"


"Kalau semuanya tau nanti malu"


"Apa yang mau mereka katakan nanti sama kita"


"Jadi harus tau tempat, dan gak boleh sembarangan bicara"


"Sebelum kamu lulus sekolah jangan curi kesempatan buat manggil begituan sama Ibu"


"Jangan bikin nama baik Ibu hilang disekolah ini karena pacaran sama anak murid sendiri"


"Paham ya Rama"


"Walaupun kamu anak dari setengah pemilik sekolah ini, tapi bukan berarti semuanya sesuka hati kamu disini, dan apa yang bakal mereka ucap akan sama Ibu nanti, mau dikira nyari kesempatan sama keluarga mu"


"Kuharap kamu paham sama omongan Ibu"


"Tapi" (Rama)


"Gak ada tapi-tapian" (Laila)


"Kalau aku kangen gimana" (Rama)


"Kalau aku pengen ngobrol sama Ibu gimana"


"Boleh ketemu sama Ibu, tapi harus menutup mukamu biar gak ketahuan sama teman-teman Ibu dan teman kamu" (Laila)


"Oke, bakal ku turuti semunya, asal bisa ketemu sama Ibu diluar sekolah, dan bisa jalan sama Ibu" (Rama)


"Jalan hanya biasa jalan, gak ada lebih" (Laila)


"Kalau jalan sendiri-sendiri, gak ada main bonceng segala, paham ya"


"Kita bukan muhrim"


"Kamu juga masih sekolah, jadi harus bisa mengerti"


"Jangan bikin Ibu malu di hadapan teman-teman Ibu nanti"


"Kalau mau ketemu cukup telpon Ibu"


"Awas aja kalau berani ke kosan Ibu"


"Ku pites kepalamu nanti"


"Yah, kan gak seru dong" (Rama)

__ADS_1


"Masa boncengin gak boleh, ke kosan juga gak boleh"


"Aku kan mau seperti yang lain, biar makin dekat, dan romantis"


"Lagian juga aku gak bakal ninggalin Ibu buat yang lain"


"Hanya Ibu seorang yang aku impikan sampai nanti"


"Kalau ngomong gak usah ngelantur gitu" (Laila)


"Mau pulang sekarang atau nunggu sampai jam pulang sekolah"


"Kakak aja tidur lagi, gimana mau pulang" (Rama)


"Masa iya pulang jalan kaki sambil gendong Kakak"


"Ibu dah ngabarin ke orang Tuamu, bentar lagi juga sampai" (Laila)


"Jadi kamu gendong sampai depan"


"Masa cowok lemah, gendong aja gak kuat, gimana nanti kalau saat dah nikah buat gendong istrinya yang mau melahirkan, bisa-bisa dititipin ke orang"


"Siapa bilang" (Rama)


"Mau bukti apa gimana nih"


"Kalau mau sekarang pun bisa ku gendong Ibu sampai depan kantor KUA depan sekolah"


"Mau ngetes apa sekarang"


"Makasih tawaran nya" (Laila)


"Masih bisa jalan sendiri, masih sehat"


"Oh bagus dong kalau mau jalan sendiri, jadi gak perlu repot-repot Rama bawa Ibu sekerang ke KUAnya" (Rama)


"Dasar gak tau sopan" (Laila) sambil memukul lengan Rama


"Sekolah yang bener, terus kuliah dan nyari kerja, baru mikir buat ke KUA"


"Emang Ibu siap nunggu Rama sekitar sepuluh tahun lagi" (Rama)


"Emang tahan dan kuat nungguinnya"


"Kalau Rama sih siap aja, asal Ibu juga siap"


"Tapi kalau misalnya nanti Ibu tiba-tiba ditanya kapan nikah dan kapan ngasih cucu sama orang Tua Ibu gimana hayo"


"Ini anak kok bisa-bisanya bikin Ibu bingung jawabnya" (Laila) dalam hati

__ADS_1


"Makan apa sih ini bocah"


__ADS_2