
Di ruangan CCTV.
"Pak apa boleh kami minta izin sebentar buat ngecek sesuatu" (Rama)
"Iya Pak" (Sifa, Sandra, Nina) yang sangat khawatir
"Untuk apa ya" (Rofik)
"Apa ada sesuatu yang hilang"
"Iya Pak, Aya sahabat kami belum balik ke kelas setelah dari kantin" (Sandra)
"Aku takut terjadi sesuatu padanya"
"Ya udah kalau gitu kalian boleh masuk" (Rofik)
"Makasih Pak" (semuanya)
Mereka langsung masuk kedalam ruangan CCTV sekolah.
Pak Rofik duduk di bangku buat ngecek dan sedangkan yang lain berdiri di belakang nya.
"Terakhir dia keluar atau ninggalin kalian kapan" (Rofik)
"Sekitar satu jam yang lalu Pak" (Nina)
"Kira-kira sebelum hilang dia ada bilang mau kemana gak sama kalian" (Rofik)
"Hanya bilang ke toilet Pak" (Sandra)
"Oke kalau gitu kita mulai dari situ" (Rofik)
"Dan kalian tetap harus ngawasin dan perhatikin yang lain, siapa tau ada terlihat di tempat lain"
"Baik Pak" (semuanya)
Dan mereka semua langsung menatap layar monitor hingga beberapa menit dan hingga setengah jam mungkin.
"Gak ada apa-apa yang terlihat" (Rofik)
"Sebentar Pak, coba lihat dan puter ulang yang tadi" (Reza)
Dan Pak Rofik langsung memutar ulang lagi.
"Nah itu kelihatan pas masuk" (Rama)
__ADS_1
"Iya, itu Aya" (Nina)
"Benar itu Aya" (Sifa)
"Kalau gitu kita lihat disini aja, kita tungguin sebentar apa ada keluar setelah itu" (Rofik)
"Tapi kami cek satu-satu toiletnya gak ada Aya disana" (Nina)
"Bentar, tapi satu lagi yang ujung belum ada kami cek" (Sifa)
"Karena gak bisa dibuka"
"Bisa jadi disana, dikunci" (Rama)
"Perbuatan siapa, awas aja kalau ketahuan, jangan harap aku bisa memafkan kalian"
"Coba lihat setelah Kak Aya masuk ada yang lain masuk juga gak"
"Banyak banget, tapi aku curiga sama dia deh" (Sifa)
"Yang mana" (Rama)
"Itu si Fitri, tapi gak tau juga sih" (Sifa)
"Bisa jadi mereka dan teman-temannya"
"Ada masalah apa dengannya Kak Aya" (Rama)
"Sebenarnya si Fitri tuh suka sama Reza, tapi mungkin Reza malah dekat dengan Aya" (Sandra)
"Apalagi tadi ada ngobrol sebentar"
"Kalau memang mereka yang melakukan, aku gak akan tinggal diem" (Reza)
"Memang dia berapa kali buat mendekati ku, tapi akun gak ada hubungan apapun dengannya, hanya karena orang tua kami aja yang menjodohkan kami, tapi aku menolaknya"
"Itu urusanmu, aku gak mau ikutan urusan keluarga mu terbawa ke Kak Aya, dan membahayakan keselamatan Kakakku" (Rama)
"Kalau itu memang dia yang melakukan jangan halangi aku buat melakukan apapun"
"Rama tenang aja dulu, jangan bikin nama baik mu dan keluarga mu jadi tercoreng" (Rofik)
"Biar nanti ini jadi urusan sekolah, kuharap kamu ngerti"
"Kalau ini memang dia, akan aku lakukan sendiri padanya, tanpa harus mengotori tanganmu dan nama baik keluarga mu" (Reza)
__ADS_1
"Lebih baik sekarang kita cek kekamar mandi toilet paling ujung" (Rofik)
"Baik, kalau gitu kita langsung kesana aja" (Rama)
"Ayok, kita kesana langsung" (Reza)
"Ayok" (Sahabat Aya)
"Semoga aja cepat ketemu" (Nina)
"Semoga aja kamu baik-baik aja Ay" (Sandra)
"Karena kalau kamu kenapa-kenapa aku lah orang yang pertama merasa bersalah"
Dan mereka langsung menuju toilet cewek buat ngecek keberadaannya.
"Tolong yang ada didalam keluar" (Rama) dengan teriak
Dan ada beberapa yang keluar dari toilet.
"Dah sekarang kita langsung cek aja satu-satu, terutama yang paling ujung seperti yang tadi mereka bilang kalau yang ujung belum dilihat karena tekunci" (Rofik)
"Biar aku langsung cek yang paling ujung" (Rama)
Langsung berjalan ke paling ujung toilet.
"Kak, Kak, Kak" (Rama) dengan teriak-teriak
"Pak apa ada kuncinya"
"Gak ada, dah lama hilang kunci ujung" (Rofik)
"Kalau kurusak gimana Pak, ku dobrak" (Rama)
"Karena filing ku ada didalam"
"Silahkan aja" (Rofik)
"Karena memang hanya ini aja yang belum kami cek" (Reza)
"Kalau gitu kita langsung dobrak aja, siapa tau dia sudah gak sadarkan diri"
"Ayok" (Rama)
Dan mereka langsung mendobraknya hingga pintu terbuka.
__ADS_1