Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Serangan cinta


__ADS_3

Sampai disekolah aku ikutan masuk mengantar Rama hingga ke kelasnya. Dan tak lupa sambil ngobrol sedikit. Apalagi sikap Rama yang kini jadi ada semangat baru.


"Yah gimana nih, kok Abang jadi berasa dag dig dug gini jantung nya" (Rama)


"Kencang banget detaknya"


"Kenapa ya Yah"


"Siapa suruh macarin Guru sendiri, ya gini akibatnya" (Fariel)


"Abang gak bakal kena serangan jantung kan Yah" (Rama)


"Gak kok, hanya kena serangan cinta" (Fariel)


"Kan mau ketemu didalam kelas nanti"


"Tapi ingat harus fokus ke pelajaran"


"Jangan mentang-mentang dapatin hati gurunya dah nerima Abang, malah Abang gak fokus malah banyak melamunin Bu Cahaya Senja"


"Nanti Abang minta nomer HP nya ya Yah" (Rama)


"Nanti kukirimkan" (Fariel)


"Inget pesan Bu Senja, kamu harus juara satu baru Bu senja mau jadi jodohmu nanti dan jadi mantu Ayah"


"Berjuang yang bener, dan harus sopan saat disekolah"


"Walaupun ini sekolah punya Papi Mamimu tapi bukan berarti Abang seenaknya aja kelakuannya"


"Iya Yah" (Rama)


"Oh ya Yah, gimana permintaan Abang buat bawa motor sendiri, apa boleh sama Mama, dan Bunda"


"Boleh, tapi harus ujian buat SIM dulu" (Fariel)

__ADS_1


"Sama Kakak kamu juga ikutan ujian buat SIM"


"Mentang-mentang dah jadian mau pake motor sekolah biar bisa ngantar jemput Bu Guru cantik, Bu Cahaya Senja setiap pagi dan siang"


"Hehehe, tau aja Ayah mah" (Rama)


"Taulah, kan Ayah pernah muda juga, jadi ya paham sifat anak jaman sekarang" (Fariel)


"Tapi hanya boleh pakai matic, gak boleh pakai yang lain, masa ngantar cewek pakai moge, kasian nanti dah dandan anggung malah hilang keanggunan nya karena harus naik moge"


"Jangan lupa bawa kerumah buat kenalin ke Bunda dan Mama kalau berani"


"Hihihihihi"


"Gak ah, nanti aja kalau dah waktu nya" (Rama)


"Kalau sekarang bisa di jewer sama Bunda dan Mama"


"Bisa-bisa diomelin panjang sepanjang jalan tol"


"Itu karena mereka gak mau anaknya pada salah" (Fariel)


"Masa masih sekolah dah ngenalin calon kerumah"


"Kan pasti dituduh yang enggak-enggak"


"Dah sana masuk, dah sampai"


"Ketuk pintunya, bilang maaf karena telat"


"Tenang akan Ayah bantu"


"Iya Yah" (Rama) Langsung mengetuk pintu kelasnya


"Tok tok tok, Assalamu'alaikum"

__ADS_1


Dan pintu pun dibukakan oleh Gurunya, Bu Laila.


"Wa Waalaikumsalam, silahkan masuk" (Laila) yang seperti nya ada kegrogian sedikit


"Apa aku boleh masuk" (Rama) karena melihat Bu Laila diam


"Oh ya silahkan" (Laila) lalu mengusap dadanya


"Langsung gabung dan duduk"


"Maaf Bu, telat anak saya" (Fariel)


"Maklum ya Bu, anak muda ya gini lah ada masalah sedikit gak sekolah"


"Maaf dah bikin Ibu repot, apalagi pagi-pagi dah buat" dipotong oleh Laila


"Gak papa Pak" (Laila)


"Ini dah jadi tugas kami sebagai gurunya"


"Ya dah kalau gitu saya permisi dulu" (Fariel)


"Lanjutkan aja ngajarnya Bu"


"Tolong titip anak saya ya Bu, kalau ada apa-apa bisa hubungi saya langsung atau boleh Ibu hukum sesuka Ibu kalau anak saya buat salah"


"Oh iya Pak" (Laila)


"Kalau gitu saya permisi ya Buk, Assalamu'alaikum" (Fariel)


"Waalaikumsalam" (Laila)


"Mari Bu" (Fariel)


Dan Ibu Laila hanya menganggukan kepalanya saja, lalu aku langsung balik parkiran untuk pulang dan kekantor.

__ADS_1


__ADS_2