Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Pagi yang manja


__ADS_3

Dimeja makan saat sarapan pagi


"Yah, antarin ya" (Aya)


"Kan biasanya aja diantarin pake mobil, kenapa minta Ayah yang ngantar" (Fida)


"Iya biasanya aja bareng sama Abang, kenapa minta diantarin sama Ayah" (Ervi)


"Pokoknya pengen sama Ayah diantar titik" (Aya)


"Mulai deh kumat nya" (Rama)


"Ayah ada miting pagi, sama yang lain aja ya" (Fariel) sambil menggendong Aqilla


"Nanti Ayah telat kalau ngantarin Kakak sekolah dulu"


"Pokoknya Ayah harus mau ngantarin Aya titik" (Aya)


"Aya mau diantarin pake motor sama Ayah hari ini"


"Tuh Kakakmu kalau minta harus dituruti terus" (Fariel)


"Nanti Aqilla kalau besar jangan kaya Kakak ya, jangan manja banget"


"Bareng sama Papi dan Mami kalau gitu ya" (Mami)


"Iya sama Papi aja ya cucu Papi yang cantik" (Papi)


"Gak mau, maunya sama Ayah" (Aya)


"Plis Yah"


"Kalau gak, Kakak gak mau sekolah kalau gak diantarin Ayah"


"Ya dah iya" (Fariel)


"Buruan sana ganti, dan panaskan motor Ayah, terserah mau yang mana"


"Makasih Ayahku yang ganteng" (Aya)


"Memang Ayah paling terbaik paling mengerti sama Kakak"


"Love u Ayah"


"Emmuachh" yang mencium pipiku


"Adek Kakak yang paling cantik, Ayahmu buatku ya"


Sedangkan Aqilla hanya ketawa sambil bertepuk tangan, karena mungkin diajak becanda sama Kakaknya.


"Dah sana kemas-kemas" (Fariel)


"Iya sana, nanti bisa telat Ayah kalau nungguin kamu Kak" (Fida)


"Anak Mama sehari aja gak manja sama Ayah bisa gak coba"


"Bisa setruk Ma kalau gak manja sama Ayah" (Rama)


"Hus, kalau ngomong yang bener" (Ervi)


"Kan emang iya Bun" (Rama)


"Sehari aja ditinggal sama Ayah dah macam orang gila, marah-marah mulu kerjaanya dirumah"


"Biarin mau bilang apa Adek sama Kakak, yang penting Kakak hanya mau Ayah selalu ada buat Aya" (Aya)

__ADS_1


"Iya iya Kakak cantik" (Fariel)


"Cepetan sana, atau gak jadi"


"Ayah mau gendong Aqilla sebentar, karena Ayah gak ada waktu buat Aqilla karena kamu Kak"


"Ok" (Aya)


"Dada Aqila bola" sambil melambaikan tangan ke Aqilla


"Dada Kakak yang bawel dan manja" (Fariel) sambil melambaikan tangan ke Kak Aya


"Kakak berangkat ya Bun, Ma" (Aya) yang mengalami Bunda dan Mamanya


"Iya sana" (Fida)


"Hati-hati, belajar yang bener jangan pacaran di kelas" (Ervi)


"Hahahahaha" (Rama) yang ketawain Kakak


"Iya Budaku sayang, gak akan kok, tenang aja, asal Ayah selalu ada buat Aya" (Aya)


"Kakak berangkat dulu Pi, Mi" yang juga menyalami Papi dan Mami


"Iya hati-hati ya cucu Papi yang dah gede dah tau laki-laki tampan" (Papi)


"Jangan pacaran di kelas, dirumah sini aja, bakal Mami kasih minum dan cemilan kalau dikenalkan sama kita" (Mami)


"Kalau pacaran dirumah biar ada yang ngawasin ya cucu Mami yang cantik dan manja"


"Gak mau pacaran, nanti di jewer lagi sama Mama, karena Mamaku galak" (Aya)


"Assalamu'alaikum" yang langsung lari karena takut bakal diomelin Mamanya karena bilang Mama galak.


"Hahahaha" (Rama, Papi, Mami)


"Kan Mama galak juga sama Ayah juga kalau Ayah buat salah ya Ma" (Ervi)


"Bunda juga gitu kok, jadi gak perlu takut dibilang galak, emang kami galak"


"Tuh dengarin Bang, Ayah juga" (Fida)


"Emang Ayah lembek"


"Bukan lembek, hanya karena gak mau memarahi anak" (Fariel)


"Cukup dikasih tau aja"


"Cukup dibilangin"


"Karena jangan sampai kita memarahi anak, malah anak makin marah dengan kita dan malah memusuhi kita, menganggap kita ini gak sayang"


"Lihat sekarang Aya gimana sama Mamanya, seperti itu kan"


"Itu karena Mama terlalu keras mendidiknya"


"Boleh keras tapi jangan terlalu keras dan selalu keras pada anak"


"Cukup sesekali aja"


"Kalau memanjakan anak, itu memang semua orang tua wajib memanjakan anak asal kita mampu, tapi harus ada batasnya"


"Makanya Ayah gak pernah memarahi anak, karena Ayah gak mau dijauhi anak-anak sendiri"


"Ayah memang memanjakan anak, karena Ayah masih mampu memanjakannya"

__ADS_1


"Tapi setiap memanjakan mereka selalu meminta sesuatu juga padanya, ada imbalannya"


"Seperti yang kulakukan ke Rama, kalau dia bisa juara kelas dan nilainya bagus akan ku ajari naik motor dan boleh mengendarai nya, tapi dijalan biasa bukan jalan Umum atau jalan Raya"


"Makanya sekarang mulailah memanjakan anak dengan ada imbalannya yang pas dan kira-kira anak itu mampu apa yang kita minta darinya"


"Ayah selalu meminta mereka selalu Mengaji setiap sore dan menghafal Surat Pendek, kalau mereka berhasil akan kuberikan apa yang mereka mau"


"Itu kurasa impas dengan apa yang mereka minta"


"Apa yang dikatakan Anak Mami bener" (Mami)


"Dan mungkin dengan seperti itu anak gak jauh dari orang tua dan akan menjadi anak yang baik dan Shaleh Shalehah"


"Gak salah kalau Papi memintamu untuk meneruskan perjuangan Papi" (Papi)


"Gak salah Papi memilihmu jadi mantu dikeluarga ini, atau menjadikan mu anak kami kalau kamu gak jadi mantu kami"


"Makasih Pi, Mi" (Fariel)


"Aku juga masih dalam belajar kok"


"Masih berusaha menjadi yang terbaik, dan memberikan juga membimbing menjadi yang terbaik"


"Perlahan tapi pasti"


"Jangan disamakab dengan hidup ku yang gak bisa dimanjakan, tapi bisa diberikan kasih sayang dan memberikan apa yang aku minta kalau aku selalu bisa memberikan apa yang Bapak dan Mama minta"


"Dah siang, sekarang Rama berangkat ya"


"Ayah juga mau berangkat ngantar tuan Putri Ayah"


"Bun tolong nanti berkasnya disiapkan, nanti Ayah ambil setelah ngantarin Aya sekolah"


"Map merah dan biru"


"Sama baju Kerawangnya, karena pake pakaian Kerawang miting hari ini"


"Sekarang gini aja cukup biar gak kelamaan"


"Iya, nanti kusiapkan" (Fida)


"Sana berangkat, nanti kasian anak gadisnya nungguin"


"Sekarang Aqilla Sama Bunda lagi ya" (Fariel)


"Ayah mau berangkat"


Langsung kuangkat Aqilla yang ada dipangkuan ku dan memeberikan ke Ervi.


"Duh anak Bunda makin berat aja" (Ervi)


"Duluan ya Bun, Ma" (Fariel) yang mencium kening keduanya dan memberikan tangan kananku buat mereka salami dan dicium


"Duluan Pi, Mi" yang langsung menyalami Papi dan Mami"


"Dada anak Ayah"


"Cium dulu, Emmuachh" yang mencium pipi kanan dan kiri Aqilla.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam" semuanya


"Dada Ayah" (Ervi) yang melambaikan tangan Aqilla dan menirukan suara anak kecil

__ADS_1


Dan aku langsung menuju garasi buat ngantarin Aya sekolah pagi ini


__ADS_2