Keluargaku Tercinta

Keluargaku Tercinta
Aya yang manja


__ADS_3

"Ayah kan juga pengen tau calon mantu Ayah nanti itu orang nya seperti apa, sifat nya seperti apa, orang tuanya siapa namanya" (Fariel)


"Siapa tau bisa diajak main voli bareng Ayah, atau panco lawan Ayah"


"Ihh Ayah" (Aya)


"Gak ada yang spesial selain teman biasa kok Yah"


"Iya, Ayah ngerti, tapi jangan kelewatan batas ya" (Fariel)


"besok ajak masuk ya, Ayah mau kenalan sama calon mantu"


"Ihh Ayah mah" (Aya)


"Yah ada yang lagi betingkah nih" (Rama)


"Abang, jangan teriak, berisik, kasian adek lagi tidur, jangan berisik" (Ervi)


"Katanya mau tidur siang, kenepa gak jadi" (Fida)


"Mau minum, haus" (Rama)


"Ya dah sana habis itu tidur ya, jangan tetiak-teriak lagi" (Fida)


"Ok Ma" (Rama)


"Itu Kakak kenapa Yah, nangis ya"


"Gak kok" (Fariel)


"Biasa kakakmu lagi dalam mode manja"


"Dasar Kakak manja" (Rama)


"Sudah punya pacar baru masa masih manja"


"Malu dong sama kucing"


"Abang diem aja ya" (Fariel)


"Kalau mau minum sana minum kebelakang, jangan bikin klKakakmu marah, kasian capek baru pulang"


"Iya Yah" (Rama)


"Tapi aneh sih Kakak, masa masih aja manja padahal dah besar dah mau lulus sekolah dah mau nikah juga bentar lagi, kan dah dapat"


"Ramaaa" (Fariel) potong ku


"Diem bisa kan"


"Nanti Kakak marah kalau Abang begitu terus sama Kakak"


"Jangan bikin Kakak marah"


"Hati wanita tak seperti cowok, mudah rapuh dan gampang nangis"


"Jadi jangan di cengin digoda mulu ya"


"Ok sip" (Rama)


"Tapi ada syaratnya"


"Apa syaratnya" (Fariel)


Lalu Rama berjalan kearahku dan membisikkan sesuatu padaku


Yang dibisikkan kita kosongkan dulu, karena ini bisikan spesial yang bakal bikin tercengang, jadi kosong dulu, maaf yaaaaa.


"Hahhh" (Fariel)


"Jangan aneh-aneh kenapa sih"


"Lebih aneh dari Kakakmu malah Bang"


"Abang bisikin apa sama Ayah, ngaku" (Fida)


"Iya ngaku, jangan bikin Bunda marah" (Ervi)


"RHS alias" (Rama)


"RAHASIA" (Fariel, Rama)


"Oh gitu sama bunda sekarang, awa aja ya kalau macam-macam" (Ervi)


"Iya, pake rahasia segala, Mama kan mau tau juga" (Fida)


"Kenapa cuma Ayah yang dikasih tau"


"Cie kepo nih Mama sama Bunda kepo Yah" (Rama)


Aku hanya bisa ketawa aja.


"Ayah kalau gak ngasih tau bakal tidur diluar selama seminggu" (Ervi)


"Cocok itu bun" (Fida)


"Ya jangan dong" (Fariel)


"Gimana nih bang"


"Ayah bisa tidur dikamar abang nanti kalau Mama sama Bunda ngusir Ayah" (Rama)


"Abang juga tidur diluar, sama kek Ayah" (Ervi)


"Ya dah nanti kita nginep tempat Tante Tia ya Yah" (Rama)

__ADS_1


"Daripada tidur diluar kan dingin ya kan Yah, kan ada Tante Tia yang pasti bisa nerima Ayah"


"Bisa makin marah nih macam singa nih kedua istriku nih, kacau nih bocah malah makin bahaya bicaranya" (Fariel) ucapnya dalam hati


"Bisa sebulan puasa, kalau gak sunat lagi"


"Oh gituuu" (Fida)


"Ok"


"Berani macam-macam sama Bunda dan Mama ya sekarang ya" (Ervi)


"Kan Mama sama Bunda yang macam-macam" (Rama)


"Ingat Ma, ingat Bun"


"Ingat apa" (Fida, Ervi)


"Ingat umur dah tua" (Rama)


"Hahahahahaha" (Rama, Fariel)


"Oh Ayah sama anak kerja sama sekarang nih" (Ervi)


"Mama sama Bunda lagi kenapa sih Yah" (Rama)


"Lagi M mungkin" (fariel)


"Makanya lagi emosian gitu"


"Ya dah kalau gitu Abang mau minum" (Rama)


"Selamat menyelesaikan masalah Ayah sama Bunda dan Mama"


"Selamat menikmati ya Yah" langkah berjalan kebelakang


"Sialan nih bocah, ngerjain Ayah rupanya, awas aja nanti Ayah bales" (Fariel) ucap dalam hati


"Bisa-bisa nya Ayah dijadikan korban juga"


"Tadi Rama ngomong jujur" (Fida)


"Hanya minta sesuatu aja kok" (Fariel)


"Iya apaan, jangan bikin marah, dan bakal tidur diluar beneran selama seminggu" (Fida)


"Gak ada, hanya minta motor aja kok" (Fariel)


"Pengen sekolah kaya yang lain yang naik motor, bukan diantar mulu" bohong ku


"Gak ada motor baru sebelum kelas tiga dan dah ada SIM" (Ervi)


"Awas aja kalau Ayah berani ngasih"


"Kalau bohong tambah semingguan tidur diluar"


"Jangan dong, dah jujur ini" (Fariel)


"Bun, Ma, ingat" (Rama)


"Istri itu harus nurut sama Suami, Ridho Istri ada pada Suami" lalu mengedipkan matanya satu padaku


"Salah sedikit berdosa besar loh Ma, Bun"


"Jangan berantem, dosa, gak melayani Suami juga dosa, ingat kalau dosa masuk mana hayo"


"Masuk Neraka" (Fariel)


"Jangan lama-lama debat dan marahan, cukup sejam aja, bahaya" (Rama)


"Duluan ya Yah, Ma, Bun"


"Ingat jangan ribut" langsung cabut


"Tuh anak kita aja paham, Ma, Bun" (Fariel)


"Kalau ada salah maafin Ayah. Tapi beneran deh Ayah gak ada main dibelakang, Ayah dah punya dua bidadari dibumi seperti ini yang cantik, bahkan lebih cantik dari bidadari manapun"


"Kalian selalu ada didalam doaku, hanya kalian yang aku mau, aku sayang"


"Gak usah gombal" (Ervi)


"Iya gak mempan gombalanmu" (Fida)


"Kali ini kumaafkan"


"Lain kali gak akan"


"Ini serius loh Sanisku yang cantik-cantik" (Fariel)


"Kalau aku ada main dibelakang, bukan kalian yang melakukan akan aku lakukan sendiri, tanpa harus kalian yang memotongnya"


"Iya, kami maafkan, tapi nanti malam hanya tidur biasa gak ada macam-macam" (Ervi)


"Oke" (fariel)


"Yang penting masih bisa memeluk bidadari sambil tidur"


"Aya, ganti baju terus makan" (Fida)


"Ayaaa"


"Tidur Ayanya" (Fariel)


Yang tidur dalam pangkuan ku sambil memelukku.

__ADS_1


"Ni anak kebiasaan banget, pasti selalu seperti ini sama Ayahnya" (Ervi)


"Assalamu'alaikum" (Papi, Mami)


"Waalaikumsalam" (Fariel, Ervi, Fida)


"Itu cucu Mami si Aya" (mami)


"Tidur Mi, biasa kalau kecapean bisa digodain sama Rama ya seperti ini jadinya" (Fariel)


"Duh cucu Papi dah besar dah tau cowok kok masih manja sama Ayahnya" (Papi)


"Iya, masih aja manja" (Mami)


"Mama, sama Bunda nya kalah sama Aya nih manjanya, kayaknya manja kalian berdua jadi satu sama Aya, jadi seperti ini deh sekarang manjanya"


"Iya Mi, kayaknya" (Fida)


"Kamu antar aja kekamar buat tidur kalau gak nak" (Papi)


"Daripada dipangku kaya gitu"


Iyaa Pi" (Fariel) lalu mencoba berdiri


"Duh beratnya anak Ayah ini sekarang"


"Tasnya dilepasin aja Yah" (Fida)


"Sini biar Mama bawakan kekamar nya"


Langsung ku lepasin tasnya yang ada dalam gendongannya.


Langsung berdiri sambil memegangi Aya supaya gak jatuh


"Berat banget ya Yah" (Aya)


"Ih ngerjain Ayah ya" (Fariel)


"Heheee" (Aya)


"Lanjut gendong sampai kamar Yah"


"Plis yaaaa"


"Ayahmu dah gak kuat Ya" (Mami)


"Kamu kan dah besar"


"Masih kuat kok Mi, kan Ayah rutin olahraga. Badannya aja kaya masih muda masih keliatan kekar, pokonya bikin temen-temen Aya pada suka kalau lihat Ayah main voli sore dilapangan, mereka pada neriakin Ayah" (Aya)


"Makanya kalau ayah kesekolah Aya buat jemput Aya, temen Aya pada sok carper gitu sama Ayah, minta ikut pulang bareng, padahal mah mau mepet"


"Hah, jadi Ayahmu disukai sama temen-temen mu" (Mami)


"Iya, bahkan ada yang terang-terangan bilang suka sama Ayah, kalau misalnya duda bakal dipepet, gak papa tua, tapi masih tampan keliatan muda kata mereka" (Aya)


"Makanya Bunda sama Mama, jangan bikin Ayah berpaling, harus dimanja biar gak diambil temen Aya nanti yang jauh lebih muda"


"Jagain yang bener, jangan sampe hilang. Aya gak mau Ayahku diambil orang, hanya punya Aya, dan Mama, blBunda juga yang lainnya"


"Aya sayang Ayah" lalu mencium pipiku


"Ayok Yah"


"Iya ayok iya" (Fariel)


"Anak Ayah manja banget sih sama Ayah, gak kaya yang lain"


"Biarin, kan Ayah hanya buat Aya" (Aya)


"Iya, Iya, kalau Mama sama Bunda marahin Ayah, bilang sama Aya, biar Aya marahin Mama sama Bunda karena bikin Ayah kesayangan ku dicuekin" (Aya)


"Sip" (Fariel)


"Ayo buruan" (Aya)


"Iya ayok" (Fariel)


Langsung aku berjalan sambil menggendong Aya didepan, karena Aya memang seperti itu manjanya padaku yang suka memelukku dan minta digendong


"Dah turun dah sampai, Ayah mau kebawah lagi" (Fariel)


"Makasih Ayahku yang ganteng, paling ganteng malah dibumi ini, gak ada saingannya pokoknya" (Aya)


"Ah masa" (fariel)


"Kalau yang ngantar tadi ganteng gak"


"Pokoknya hanya Ayah tetap Ayah" (Aya)


"Ya dah turun dong" (Fariel)


"Ok" (Aya) langsung turun


"Makasih Ayahku sayang" lalu mencium pipiku


"Mandi terus makan ya, kalau belum Sholat, Sholat dulu" (Fariel)


"Udah tadi disekolah Yah" (Aya)


"Ya dah Ayah tinggal ya" (Fariel)


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam" (Aya)

__ADS_1


__ADS_2