
Pagi ini berkumpul namun tak ada kehadiran Rama dimeja makan buat sarapan pagi.
"Abang mana kok gak kelihatan" (Ervi)
"Apa sakit"
"Iya tumben, kok belum kelihatan cucu Mami yang paling ganteng" (Mami)
"Gak tau, belum ada kelihatan dari tadi" (Fida)
"Paling masih dikamar kali, apa baru selesai mandi"
"Ya dah kalian lanjutkan makannya" (Fariel)
"Biar aku kekamar nya ngecek dulu"
"Iya Yah" (Fida, Ervi)
"Anak Ayah hari ini gak minta diantar Ayah kan"
"Gak usah Yah" (Aya)
"Nanti Ayah kecapean gara-gara bolak-balik ngantar Kakak kesekolah dan ke kantor"
"Ya dah kamu makan yang bener ya, terus berangkat diantar seperti biasa" (Fariel)
"Nanti biar Abang Ayah yang ngantar"
"Iya yah" (Aya)
"Aku keatas dulu" (Fariel)
"Iya" (semunya)
Langsung menuju kamar Rama diatas, dan lalu kuketuk pintu kamarnya.
"Tok tok tok" (Fariel)
"Assalamu'alaikum, Bang, Abang"
Karena tak ada jawaban dari dalam aku langsung masuk kedalam kamar nya, kebetulan gak dikunci.
"Assalamu'alaikum" (Fariel) langsung masuk dan duduk disebelahnya yang masih tidur
"Apa sakit ya" langsung kucek suhu badannya dan kutempelian telapak tanganku di keningnya.
"Tapi gak panas"
"Bang, Abang bangun dah siang"
"Nanti telat loh berangkat sekolahnya"
"Tuh kakak dah nungguin dibawah tinggal berangkat"
"Apa mau Ayah antar"
"Gak ah Yah males sekolah hari ini" (Rama)
"Loh kenapa" (Fariel)
"Apa ada masalah disekolah, apa ada yang gangguin Abang disekolah"
"Gak ada, hanya pengen libur aja dua tiga hari" (Rama)
"Nanti ketinggalan pelajaran loh" (Fariel)
__ADS_1
"Pasti ada sesuatu yang bikin Abang gak mau sekolah"
"Hayo ngaku sama Ayah"
"Cerita sama Ayah sini"
"Gak bakal Ayah kasih tau siapapun"
"Ayo cerita sama Ayah"
"Biar Ayah tau"
"Ayah janji akan jadi rahasia kita berdua, kalau Abang mau cerita sama Ayah"
"Gak ah males" (Rama)
"Nanti Bunda sama Mama marah kalau Abang gak sekolah hanya karena ada sesuatu yang Abang sembunyikan" (Fariel)
"Ayok cerita sama Ayah, sapa tau Ayah nanti bisa bantu, apapun itu"
"Masalah hati, tentang cinta, apa tentang yang itu yang pernah Abang bisikin ke Ayah"
"Hayo ngaku sama Ayah, pasti yang itu kan"
"Kalau gak mau ngasih tau sama Ayah, nanti Ayah bakal cari tau sendiri ah sama orangnya, kan Ayah juga tau dia itu siapa" sebenarnya hanya tau sedikit saja.
"Iya Abang cerita" (Rama) yang langsung bangun dari tidurnya.
"Ayok cerita, Ayah mau dengarin semuanya" (Fariel)
"Ayah tutup dulu dan kunci pintunya biar gak ada yang masuk dan nguping"
"Biar jadi rahasia kita berdua"
"Tenang ada Ayah, masalah Kakak nanti biar Ayah yang ngatur" (Fariel)
"Kan Kakak kalau sama Ayah pasti mau kerja sama, bisa tutup mulut"
"Oke Yah" (Rama)
"Ayah kebawah bentar ya, mau bisikin ke Kakak biar gak bocor, oke" (Fariel)
"Makasih Yah, memang Ayah yang paling oke deh" (Rama)
"Paling bisa mengerti"
"Makasih dah mau jadi Ayahku yang bisa mengerti dengan Abang"
"Iya" (Fariel)
"Sekarang kamu bangun terus cuci muka ya"
"Gosok gigi dan mandi, nanti Ayah kesini habis makan, sekalian bawakan Abang makan"
"Nanti ikut Ayah kekantor, bilang aja ada pelajaran tentang Akutansi"
"Oke"
"Siap Yah" (Rama)
"Ayah kebawah ya, kamu mandi" (Fariel)
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" (Rama)
__ADS_1
Langsung aku turun kebawah lagi gabung dengan yang lain yang masih ada dimeja makan buat sarapan pagi.
"Mana Abang Yah" (Ervi)
"Lagi mandi" (Fariel)
"Apa sakit" (Mami)
"Gak kok" (Fariel)
"Hanya mau kekantor ikut Ayah, katanya ada tugas buat sekolah tentang akutansi atau apalah gitu tadi" lalu kubisikan ke Aya.
"Jangan bongkar rahasia, kasian" (Fariel)
"Oke"
Aya hanya mengangguk saja.
"Bisik apaan Ayah ke Kakak" (Fida)
"Gak ada apa-apa" (Fariel)
"Hanya minta tolong aja kok buat nanti pulangnya mampir belikan kue"
"Oh gitu" (Fida)
"Kan mama juga bisa buat kue, kalau mau nanti sore ku buatkan"
"Gak usah, kan Mama sama Bunda juga harus ke Klinik" (Fariel)
"Nanti kecapean kalau pulang dari Klinik langsung buat kue, beli aja"
"Ayah mau nyoba aja, kayaknya enak kue itu"
"Kue siapa Yah" (Ervi)
"Kalau namanya Ayah kurang tau, tapi Kakak kayaknya tau sih, rang guru baru Kakak yang jualan kue" (Fariel)
"Itung-itung bantu biaya kuliahnya sambil buatan kue dan ngajar disekolah Kakak"
"Ya dah kalau gitu Bunda pesan satu Kue nya ya Kak" (Ervi)
"Kue tart aja satu" (Fida)
"Dah lama gak makan kue tart"
"Iya terakhir saat belum Hamil Aqilla" (Ervi)
"Ya dah nanti belikan itu aja ya Kak satu" (Fariel)
"Iya yah" (Aya)
"Tapi gak gratis ya Yah" bisiknya padaku
"Iya nanti ku lebihkan uang jajan mu" (Fariel)
"Sekarang habiskan susunya terus berangkat ya"
"Iya Yah" (Aya) langsung menghabiskan susunya dan pamit buat berangkat sekolah.
"Pamit Yah, Bun, Ma, Mami, Papi" yang menyalami satu-satu.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" (semuanya)
__ADS_1