
"Kok malah diam" (Rama)
"Ayok, Canis ku, masuk, kita pulang, atau mau ke KUA hari ini"
Bu Laila langsung masuk karena semakin lama berdiam akan semakin banyak digodain dan makin merah mukanya.
Rama langsung menutup pintu, dan memutar kesebelah dan ikutan masuk kedalam mobil disamping Bu Laila pujaan hatinya, Canis nya.
"Sabuknya dipasang dong Nis" (Rama)
"Apa mau Cami yang pasangin"
"Hah" (Laila) karena melamun
"Hahahaha" (Aya)
"Jangan digodain mulung Bang, kasian jadi melamun tuh karena Abang"
"Abang jangan macam-macam" (Fariel)
"Jangan karena duduk sebelahan kalian malah leluasa"
"Siapa yang godain, rang cuman bilang sabuknya dipasang, atau mau dibantu pasangkan" (Rama)
"Siapa tau gak bisa masangnya"
"Aku bisa kok, makasih dah diingatkan" (Laila)
"Iya sama-sama Canis ku" (Rama)
"Akukan gak mau Canis ku kenapa-kenapa"
"Kan Canis harus sehat selalu, gak boleh sakit, masa calon Ibu dari anak-anak ku sakit sih, kan akunya gak mau"
"Rama diem, jangan banyak gombal" (Fariel)
"Pasang sabuk mu Kak"
"Emang Ayah apa yang suka gombalin cewek, maknya mantannya banyak" (Rama)
"Iya, kata Bunda mantan Ayah banyak baget, karena banyak yang naksir" (Aya)
"Mantan Ayah hanya tiga" (Fariel)
"Ketahuan kan, katanya hanya satu" (Rama)
"Hayo siapa aja hayo ngaku" (Aya)
"Tantemu sama Bunda Dan Mama kalian" (Fariel)
"Hanya itu, paham"
"Ayah itu orang yang setia, buat apa memuiliki lalu menyakiti dan pergi"
"Hati cewek bukan kaya cowok, mereka gampang menangis dan mudah rapuh, makanya Ayah gak mau menyakiti cewek, karena Ayah dilahirkan dari rahim seorang cewek atau Ibu, bahkan akan memiliki keturunan cewek nanti nya"
__ADS_1
"Orang bilang karma itu ada, makanya Ayah gak mau menyakiti, takut nanti keturunan Ayah ada disakiti atau Ayah sendiri yang akan tersakiti karena dosa lama"
"Berarti kalau Kakak itu" (Rama)
"Itu beda cerita" (Fariel)
"Maksudnya tuh, kamu buat cewek itu sakit karena pernah kamu sayangi tapi hanya untuk mainan, nanti kamu bakal kena seperti itu yang jadi mainan, atau saudara mu yang kena, atau anakmu"
"Jadi biarkan mereka menyakiti kita, tapi kita jangan, cukup balas dengan senyuman dan Do'akan dia agar segera menjadi seorang yang baik-baik"
"Oke Yah, paham" (Aya)
"Siap Yah, Abang gak bakal melakukan hal itu pada Canis ku" (Rama)
"Aku akan selalu menyayanginya, dan akan melindungi dan buat dia selalu tersenyum bahagia"
"Bagus deh kalau ngerti" (Fariel)
"Kita langsung pulang aja ya"
"Bu ikut kami makan dulu aja ya, biar nanti setelah makan baru kita ketempat Ibu"
"Gak papa kan kalau mampir makan dulu"
"Gak ada kuliah siang kan"
"Gak ada sih Pak, tapi" (Laila)
"Kok pak lagi sih Nis, Ayah dong panggilnya, kan dah gak disekolah lagi" (Rama)
"Iya" (Fariel)
"Jangan dipaksakan, Pak juga gak papa, cuma belajar biar jadi biasa"
"Kalua ada apa-apa dan butuh bantuan bilang aja sama saya, biar nanti kubantu"
"Anggap saja disini saya sebagai pengganti orang tuamu"
"Kalau butuh sesuatu katakan saja, boleh telpon ke nomor ku, atau datang kerumah"
"Walaupun aku sekarang belum menjadi mertuamu tapi dah kuanggap kamu seperti mantuku ataupun anakku"
"Kuharap kamu mau berbagi cerita dan masalah padaku biar saya bantu masalahnya"
"Karena semua orang hidup memiliki masalah"
"Makasih Y Yah" (Laila)
"Nah gitu kan enak" (Fariel)
"Ini mau makan dimana, apa mau makan dirumah"
"Gimana Bu kalau makan dirumah saya aja, biar perkenalan, tapi tenang, tak akan ku katakan kalau Ibu ini adalah calon mantu, hanya kubilang Guru Aya dan Rama"
"Iya yah makan dirumah aja" (Aya)
__ADS_1
"Aku mau makan pecel lele yang tadi Kakak minta sama Bibi"
"Gimana Bu, mau ya" (Fariel)
"Nanti pulang bisa diantarkan lagi, gak usah takut, Rama tanggung jawab dan sebagai jaminan kalau ada apa-apa yang terjadi pada Ibu"
"Kok Abang yang jadi jaminannya" (Rama)
"Kan itu calon Abang, jadi Abang yang tanggung semuanya" (Aya)
"Tapi Yah" (Laila)
"Gak papa, anggap aja jadi keluarga baru kami" (Fariel)
"Biar makin kenal dan bisa akrap sama Bunda dan Mamanya mereka"
"Kamu panggil tetap Ayah aja nanti, dan panggil aja mereka Bunda dan Mama"
"Mereka pasti mau, lagian kamu sama anak saya sekitar beda dua tahun sama Aya"
"Kalau mau nginep juga boleh, nanti tidur sama Aya dikamar Aya" (Aya)
"Iya bener banget tuh" (Fariel)
"Kapan-kapan nginep dirumah, kalau pas Rama gak ada ya"
"Kok gitu sih Yah, gak adil banget sih" (Rama)
"Biar gak bahaya kalau ada kamu" (Fariel)
"Lagian juga kamu bakal lanjutkan sesuatu"
"Iya iya" (Rama)
"Jadi gimana, apa kerumah, makan dirumah" (Fariel)
"Iya" (Laila)
"Baiklah kalau gitu kita ke rumah ya" (Fariel)
"Gak usah takut banyak nunduk"
"Kalau anak ku gombalin mulu bilang aja sama Ayah, biar ku pites"
"Kalau ngatain kamu cantik, itu memang semua cewek itu cantik, gak cantik diwajahnya tapi bisa di hatinya"
"Jadi biarkan aja kalau gombalin kamu"
"Emang semut apa" (Rama)
"Kan gombal ini Ayah yang ngajarin"
"Buah jatuh gak jauh dari pohonnya"
"Ayah gak bisa ngomong lagi" (Aya)
__ADS_1