
Dua pria beda dunia itu saling tatap. Pada akhirnya mereka berdua bisa bertemu. Jika Han tidak asing dengan Diavolo, maka raja iblis itu cukup tercengang saat melihat Han. Manusia yang menjadi mate Irish, sekilas tidak ada yang istimewa dari Han, kecuali ketampanannya yang di atas rata-rata. Bahkan boleh dibilang sempurna.
Namun setelah ditelisik lebih lama, aura Han sangatlah mengerikan. Di balik wajah tampan yang terkesan imut dan polos, Han menyembunyikan sebuah kemampuan besar. Tidak, yang terlihat sekarang hanyalah sebagian kecil dari kekuatan Han. Pemuda itu punya sesuatu yang lebih besar di balik penampilannya yang biasa.
"Senang bertemu denganmu, tuan." Sapa Han ramah. Senyum pemuda itu menunjukkan kalau tidak ada ketakutan sama sekali dalam diri Han.
Diavolo tersenyum sinis. Baru kali ini ada bangsa manusia yang menatap lurus penuh tantangan padanya. Biasanya mereka akan langsung bersujud memberi hormat.
"Aku yakin kaulah yang sudah mengacaukan hariku waktu itu." Diavolo bicara soal Han yang membawa Irish kabur dari kamarnya saat mereka di Chiang Mai.
"Membawa manusia ke alammu menyalahi aturan, tuan."
"Dia sudah terikat perjanjian denganku!"
"Bukan denganmu. Tapi penguasa sebelumnya. Dan setahuku, perjanjian itu sudah berakhir. Irish tidak perlu menanggung isi perjanjian itu."
Diavolo mengeratkan rahangnya. Dia tidak terima dengan ucapan Han. "Kau ingin aku mengulanginya lagi?"
Diavolo menajamkan tatapannya pada Han. Tidak paham dengan perkataan pemuda 19 tahun itu. "Apa kau ingin aku menunjukkan bagaimana perjanjian itu telah dibatalkan atau aku akan membatalkannya lagi."
Diavolo terdiam untuk sesaat. Bagaimana bisa Han melakukan hal itu. Ini sangat tidak mungkin. Tidak ada seorang pun manusia yang punya kemampuan untuk membatalkan perjanjian antara manusia dan iblis. Kecuali.....
"Akan ada masa di mana seorang bayi dilahirkan dengan berkat dewa naga....gelang Han bersinar...dan restu serta doa dari seluruh elemen di tempat anak itu dilahirkan...suara lonceng di semua wihara di Chiang Mai berdentang bersamaan menyambut kelahiran Han....di mana dia akan menjadi pengendali bagi satu kekuatan lain yang juga tengah disegel...mate-nya adalah simbol kehancuran dunia."
Dua mata Diavolo membulat menyadari satu kenyataan yang secara tiba-tiba muncul di benaknya. Irish, gadis itu bukan sekedar gadis biasa. Kelahiran Irish dan Isaac yang penuh perjuangan rupanya menarik perhatian kaum iblis untuk menanamkan satu kekuatan pada salah satu kembar itu. Kekuatan milik bangsa mereka, yang di masa lalu disegel untuk menghindari penggunaannya, karena bisa menyebabkan kerusakan dunia.
"Irish selamanya akan dan harus berada di sisi penjaganya. Sampai dia bisa menghilangkan semua energi negatif dari tubuh Irish. Penjaganya adalah penawar bagi sisi iblis yang ada dalam diri Irish."
__ADS_1
Han menggigit ujung jarinya, meneteskan darah yang keluar ke tanah. Saat hal itu terjadi, semua jiwa mendekat ke tempat itu, bahkan Diavolo bisa mencium wangi menggoda darah milik Han, lebih memikat dari darah makhluk manapun.
Han memejamkan mata, merapalkan sebuah mantra yang Han sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa mengetahui soal hal itu. Darah Han berubah menjadi satu cahaya terang, bergerak seperti tengah mengurai sebuah ikatan. Han dan Diavolo terdiam sesaat hingga cahaya itu menguar ke angkasa malam, meninggalkan titik-titik cahaya yang terlihat begitu indah.
"Kau lihat? Semudah itu aku mengakhiri perjanjian kalian."
"Brengsek!" Diavolo mengibaskan tangannya, dengan Han sigap melompat mundur. Sebab gerakan tangan Diavolo menimbulkan satu kilatan kekuatan besar yang menyerang Han. Semua jiwa berhamburan melarikan diri dari tempat itu. Menyelamatkan diri dari kekuatan yang bisa saja mengirim mereka pulang.
Selanjutnya duel pedang pun terjadi. Meski Diavolo merasakan energi spritual Han sangat besar, namun pria itu heran. Serangan Han tidak sekuat yang dia perkirakan. Ada apa ini? Ada yang tidak Diavolo ketahui soal Han.
Trang....
Dua pedang beradu, dua pria itu menyalurkan energi mereka ke pedang masing-masing. Menekan satu sama lain. Tatapan tajam keduanya tidak teralihkan. Angin mulai berhembus kencang. Perang energi spiritual telah terjadi. Awalnya Diavolo tidak tahu kenapa kekuatan Han tidak penuh saat menyerangnya. Sampai pria itu melihat gelang naga milik Han.
Senyum Diavolo terukir samar. Energi Han masih terkunci, ini kesempatannya untuk menghabisi pemuda itu. Han mendadak kelabakan merasakan energi Diavolo yang mengalir cepat dan kuat ke dalam pedang raja iblis itu.
Blaaarrr
Satu ledakan hebat terjadi dengan Han terpelanting ke belakang. Jatuh tersungkur dengan dada terasa panas terbakar. Uhukkkk, pemuda itu terbatuk dengan darah yang keluar dari bibir Han.
Pranngggg
Natalie melompat mundur saat gelas yang dia pegang jatuh, dan pecah berkeping-keping. Hati ibu Han mendadak tidak karuan, seolah merasakan kalau hal buruk telah terjadi pada sanv putra. Wajah Natalie berubah pias, tubuhnya lemas. Wanita itu jatuh terduduk di lantai marmer rumahnya.
Sementara itu, Han masih terus melawan Diavolo. Luka yang dia derita tidak seberapa, keinginan Han untuk segera membebaskan Irish dari Diavolo sangatlah besar. Pemuda itu ingin Irish tidak terkait lagi dengan dunia iblis.
Han yang terluka tidak lagi mampu mengimbangi serangan Diavolo yang bertambah beringas. Raja iblis itu begitu berhasrat untuk menghabisi Han. Selagi kekuatan Han masih tersegel, di situlah kesempatan untuk melenyapkan Han.
__ADS_1
Satu ayunan pedang Diavolo melukai dada Han, pemuda itu meringis menahan perih. Han yakin, pedang Diavolo bukan pedang biasa. Luka Han memperparah keadaan pemuda itu.
"Aku akan melenyapkanmu selagi roh naga itu masih terkunci dan belum bangun!" Han mendelik mendengar ucapan Diavolo, tidak tahu menahu dengan apa yang raja iblis itu katakan.
Han sigap menahan pedang Diavolo yang terarah ke jantungnya menggunakan pedang hijaunya. Gigi Han bergeletuk mengerahkan sisa energi yang dia punya. Namun rupanya itu tidak cukup untuk menangkis kekuatan pedang Diavolo yang memang masih full power.
Han semakin lama semakin terdesak. Pedang Diavolo sudah berada di depan wajah Han. Satu tekanan pedang hijaunya akan patah.
"Mati kau!" Pedang hijau benar-benar patah. Serpihannya menjadi butiran kristal yang berhamburan. Aaaarrgggghhh, mata Han melotot, merasakan sakit luar biasa. Pria itu jatuh terduduk dengan ujung pedang Diavolo menancap di dadanya. Sementara dua tangan Han menjepit pedang Diavolo, menahan agar tidak menusuknya semakin dalam.
Dua pria itu saling tatap dengan sengit. Tidak ada yang mau mengalah. "Tidak semudah itu untuk menghabisiku!" Geram Han. Pria itu mempertahankan posisi tangannya, namun detik berikutnya Han menggeser tubuhnya ke samping, sambil menyentak pedang Diavolo.
Tubuh Han ambruk ke samping sedang Diavolo tersungkur ke depan. "Sialan!" maki Diavolo.
Raja iblis itu bangkit dengan cepat. Berbalik dan seketika pedang Diavolo sudah berada di atas dada Han. Dengan satu kaki raja iblis itu menginjak bahu Han.
"Kau pikir kau siapa ha? Kau tidak bisa lari dariku!"
Aaarrgghhhhh, Han memejamkan mata, kembali menahan sakit teramat sangat, saat pedang Diavolo melukainya lagi. Bisa dipastikan Han terluka cukup parah.
****
Han vs Diavolo
Up lagi readers.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Terima kasih.
***