
Kredit Pinterest.com
Brruuuukkk
Irish menoleh ke arah kasurnya di mana Isaac dan Han muncul bersamaan. Tubuh Isaac menimpa tubuh Han yang jelas terluka. Darah terlihat di sejumlah tempat.
"Dia kenapa?" Irish bertanya panik. Melihat Isaac yang langsung merobek kemeja Han. Di mana luka menganga terlihat di dada pria itu. Irish seketika menutup mulutnya. Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Selain itu ada beberapa di luka di lengan dan bahu Han.
"I ambilkan handuk, bersihkan lukanya!" satu perintah dari Isaac membuat Irish bergegas lari ke kamar mandi. Mengambil handuk juga air hangat yang dia tempatkan di satu wadah stainless steel. Tak lupa satu kotak P3K Irish ambil dari lemari di dekat dapur.
Saat Irish kembali dilihatnya Isaac yang tengah mengalirkan energi spiritualnya pada Han. Luka luar mungkin bisa diatasi nanti, tapi luka akibat tusukan Demon Sword harus segera ditangani. Irish menunggu beberapa saat sampai Isaac selesai menyalurkan energinya pada Han. Pun begitu Han tidak kunjung membuka mata.
Isaac menjauh dari tubuh Han dengan langkah gontai, dia lemah. Energinya terkuras banyak untuk membantu Han bertahan. Giliran Irish yang mendekat ke arah Han, tangan Irish gemetar saat mulai membersihkan luka di tubuh Han.
"Kak......"
Isaac baru saja akan menjawab saat Meli muncul tiba-tiba dengan jiwa transparan, hampir hilang. Tubuh Meli juga tampak lemah. Hantu cantik hampir ambruk jika saja Isaac tidak menahan tubuhnya. "Mel...kenapa kamu melakukan ini?" Isaac bertanya marah pada Meli.
"Aku tidak punya pilihan!"
"Aku bilang tunggu sebentar!"
"Jangan berdebat." Suara lirih Han membuat mereka menoleh ke arah pria itu. Han memberi kode pada Meli untuk mendekat.
"Mau pulang?" Meli menggeleng dengan mata berkaca-kaca. Hantu cantik itu melihat ke arah Isaac yang langsung mendengus geram. "Dasar hantu bodoh!"
"Aku mau pulang bersamanya." Jawab Meli dengan air mata berlinang. Jiwa Meli berkelap kelip, tembus pandang. "Aku akan menahan jiwamu di sini. Tapi setelah ini tolong panggilkan Pamanku. Hanya dia yang bisa menyembuhkanku."
Han menarik tangan Irish, menatap gadis itu penuh permohonan. "Maaf." Irish meringis saat Han menggigit ujung jari Irish, lalu melakukan hal yang sama pada jarinya sendiri.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" teriak Isaac marah.
"Aku tidak akan mati, tenang saja." Cengir Han, santai seperti biasa. Padahal Han sedang terluka. Satu tetes darah Irish dan Han bercampur, Irish mengulurkan jarinya pada Meli. "Aku tidak mau jika begini caranya. Aku pulang saja kalau begitu."
Meli memundurkan langkahnya. Namun tanpa dia duga, Isaac mendorong tubuh Meli mendekat ke arah Irish. Lalu pria itu memasukkan paksa jari Irish ke mulut Meli. Meli terkejut melihat tindakan Isaac. Terlebih Isaac melakukannya sambil memeluk dirinya dari belakang. Mencegah Meli kabur.
"Telan!" Paksa Isaac. Sudah kepalang tanggung dibuat, sayang jika campuran darah Han dan Irish terbuang percuma. Di luar sana yang mengincar banyak.
Meli menggeleng mendengar perintah Isaac. Gemas, Isaac langsung mencium bibir Meli. Mata Meli mendelik, hampir melompat keluar dari tempatnya.
Glek! Darah itu tertelan, dan jiwa Meli perlahan muncul kembali. Dua mata itu saling tatap sebelum akhirnya Meli mendorong tubuh Isaac. Malu dengan Han dan Irish.
"Sudah? Jangan lupa pesanku. Aku mencoba menghubunginya tapi tidak bisa. Jadi tolong panggilkan dia. Namanya Somchai dari Wihara Longchan." Detik berikutnya mata Han tertutup setelah menatap ke arah Irish, sembari tangannya mengusap pelan pipi Irish yang mulai menangis.
"Jangan menangis." Lirih suara Han.
"Han....Han...bangun! Yohan Aditya bangun!" Irish menangis sejadi-jadinya. Untuk pertama kalinya dia merasa takut kehilangan seorang pria.
"Lalu bagaimana kau akan memanggilnya. Chiang Mai ke sini perlu 7 jam penerbangan. Kita tidak tahu sampai kapan Han akan bertahan." Isaac berucap sendu.
Dia menyesal, sangat menyesal. Mengabaikan instingnya yang mengatakan kalau Han dalam bahaya. Hingga dia terlambat datang menolong. Demon Sword (Pedang Iblis) sudah menyebarkan racun ke tubuh Han saat Isaac datang, dan membawanya pergi, setelah Meli datang mengacaukan konsentrasi Diavolo. Dan berakibat pada jiwa Meli yang hampir hancur.
"Apa tidak ada jalan lain? Kita tanya mbah putri, siapa tahu dia bisa mbantu." Isaac langsung menghilang. Setelah meminta Meli untuk mencari cara menghubungi pria bernama Somchai itu.
Meli pun ikut menghilang. Meninggalkan Irish yang hanya bisa menangis di sisi Han. "Bangun ngapa? Katanya ngajakin nikah." Kata Irish asal. Melihat wajah pucat Han, Irish jadi merasa bersalah. Perlahan Irish memberanikan diri menggenggam tangan Han.
"Aku mohon bertahanlah."
Di sisi lain, Isaac langsung menerobos masuk ke rumah mbah putrinya. Kepanikan melanda Isaac. Meski dia merasa lemah, tapi dia tidak mau menyerah. Setelah mengucapkan salam, terdengar suara mbah putrinya menjawab.
"Ada apa Le? Kok cemas banget kelihatannya." Tanya mbah putri. Wanita renta itu mengajak sang cucu duduk dulu. Meski dia tahu Isaac gusar jadinya.
__ADS_1
"Mbah....."
"Pelan-pelan. Sekarang ceritakan."
Lalu mulailah Isaac bercerita soal siapa Han. Dari mana dia berasal. Apa yang sudah terjadi pada Irish dan Han. Hingga kejadian yang baru saja terjadi. Selama bercerita Isaac hampir menangis, dan di akhir cerita hantu tampan itu sungguh-sungguh menangis.
"Aku kudu kepiye mbah?" ("Aku harus bagaimana mbah?")
Mbah putri terdiam sebentar. Seolah berpikir. Di depannya Isaac terlihat semakin cemas. "Wihara Longchai?" Apa Pamannya bernama Som...Som..."
"Somchai? Mbah putri tahu."
"Kalau benar Somchai yang itu. Mbah kenal kakeknya. Dulu temenan sama kakung sebelum pindah ke Thailand, gitu dia pamitnya." Welah dunia ternyata sempit sekali. Simbah-simbah alias kakek nenek mereka dulu saling kenal. Berteman sejak dulu kala.
"Sekarang ada gak jalan keluarnya?" Cerita soal kakek dan simbah mereka yang saling kenal, tidak menarik perhatian Isaac. Dia lebih suka menanyakan ada tidak cara untuk menyelamatkan Han, sebelum Somchai tiba atau sebelum hal buruk terjadi pada Han.
Sementara Isaac dan mbah putri tengah berpikir, dan Meli sibuk mencari tahu soal Somchai, mereka lalai membiarkan Han dan Irish tanpa perlindungan. Bisa dipastikan banyak jiwa yang mengincar tubuh Han. Jiwa-jiwa yang tengah mencari raga untuk dirasuki agar bisa bebas berkeliaran di dunia manusia. Waktu jiwa seseorang lemah, saat itulah ada kesempatan jiwa lain bisa mengambil alih raga mereka.
Mereka melayang, mendekati apartemen Irish. Angin mulai menerbangkan tirai jendela kamar Irish. Padahal semua sudah tertutup dan terkunci. Irish yang tertidur di samping Han, mulai terusik dengan kehadiran makhluk-makluk tak kasat mata yang ada di luar kamarnya.
Gadis itu baru selesai mengganti kemeja Han dan membalut luka di dada Han. Irish membuka mata saat aura negatif itu mendekatinya. Irish melompat bangun. Sejak Han membuka mata batinnya hari itu, Han tidak lagi menutupnya. Alasannya Irish tidak takut dengan wujud jelek dan mengerikan sosok-sosok tak kasat mata.
"Kalian mencari masalah denganku ya?" Aura gelap Irish tiba-tiba saja meroket naik. Namun hal itu tidak membuat jiwa-jiwa itu gentar. Mereka begitu ingin merasuki raga Han yang sangat memikat. Detik berikutnya serangan serentak datang dari para jiwa dan iblis yang menginginkan tubuh Han.
****
Up lagi readers.
Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.
****
__ADS_1