Kembar Beda Dunia

Kembar Beda Dunia
Sosok Lain


__ADS_3


Kredit Pinterest.com


Asna, Isaac dan Meli tercengang melihat satu sosok yang melayang di luar jendela apartemen Irish. "Roh Dewa Naga." Gumam Asna lirih. Seumur hidupnya baru kali ini dia diperlihatkan makhluk yang hanya dia dengar dalam cerita atau dongeng saja.


Makhluk itu melayang-layang di langit kota, diliputi pendar cahaya putih dan merah jambu. Tampak berputar-putar di sekitar gedung apartemen Irish. Aura yang ditebarkan makhluk itu membawa damai bagi sekitar tempat itu, bahkan mungkin meluas sampai lingkup yang lebih jauh.


Asna berjalan mendekat ke arah jendela yang kacanya sudah tidak ada. Seolah paham, naga itu turut mendekat. Pun dengan Isaac dan Meli.


"Ada yang bisa kubantu?" Asna yakin kemunculan roh dewa naga ini bukan kebetulan semata. Pasti ada tujuannya.


"Waktunya akan segera tiba. Dua energi itu akan segera bebas. Karena itu bersiaplah."


"Kami tidak bisa melakukan itu."


"Satu hal untuk mengurangi efek buruknya. Buat mereka menyatu."


Tiga orang itu saling pandang. Saat itulah satu energi spiritual tersalurkan pada Han. "Dia satu jiwa di antara banyak jiwa yang menarik perhatianku. Karenanya takdirnya akan berat, bahkan setelah ini semua selesai, mereka masih harus menjalani ujian untuk bisa bersama."


Kembali semua hanya bisa terdiam, mendengar ucapan penuh wibawa dari sosok tersebut.


"Jika semua ini selesai. Apa waktuku juga akan tiba." Isaac memberanikan diri bertanya. Ada rasa sedih yang mendalam dalam suara Isaac.


"Semua akan berjalan sesuai takdirnya."


Isaac seketika menundukkan wajah, menatap ke arah sang adik, saat itu akhirnya datang juga. Roh dewa naga itu pun terdiam, mata hijaunya menatap tajam ke arah Isaac. Sosok itu tahu bagaimana Isaac menjalankan bagiannya dengan sangat baik. Meski Isaac berada di bawah kendali Diavolo dan terpaksa mengikuti perintah raja iblis itu. Namun banyak kebaikan yang dilakukan Isaac.


Berapa banyak jiwa penasaran dan ketakutan yang berhasil dibantu oleh Isaac agar bisa bebas dan pulang. Hingga mereka bisa meneruskan proses perjalanan mereka yang tertunda.

__ADS_1


"Untukmu...akan ada sedikit hadiah."


"Tidak ada hal lain yang kuinginkan selain bersama mereka."


Mata biru Isaac bersitatap dengan mata hijau milik sang naga yang identik dengan punya Han, saat mata batin pemuda itu di buka.


"Apa itu?"


"Kau akan tahu jawabannya nanti. Dia akan bangun setelah minum air dari Wihara Lonchan." Roh Dewa Naga itu terbang berputar beberapa kali, lantas perlahan memudar. Hilang dalam kesunyian malam.


Angin berhenti bertiup dengan kaca jendela kembali utuh seperti sediakala. Tanpa bekas kerusakan sama sekali. Ketiganya memandang Han dan Irish bergantian. Apalagi sekarang. "Tunggu dulu. Dia bilang menyatu. Apa mereka harus melakukan itu supaya mereka tidak kenapa-kenapa." Isaac bertanya heran. Masak harus dengan cara itu.


"Kadang memang ada yang seperti itu. Aura negatif harus dinetralkan. Dengan menyatunya mereka berdua bisa saja sisi buruk dalam diri Irish akan terhapus." Jelas Asna, mendekat ke arah Han. Jiwa Han tidak selemah sebelumnya. Kini tinggal menunggu air dari wihara Lonchan.


Keheningan kembali menyelimuti kamar Irish. Roh Dewa Naga itu meninggalkan dinding perlindungan yang kuat. Bisa dijamin tidak ada satu pun jiwa jahat yang bisa mendekati Han.



Kredit Pinterest.com


Diavolo tersenyum, tidak ada lagi yang bisa menghalani rencananya memiliki Irish seutuhnya. Baik raga, jiwa maupun kekuatan Irish akan berada dalam genggamannya.


"Jangan senang dulu." Satu suara membuat Diavolo tersadar dari angannya. Pria itu menoleh ke arah perapian yang tiba-tiba menyala terang. Dalam nyala api itu terlihat samar satu bayangan seseorang memakai topeng yang menutupi separuh wajah si pemakai. Dengan jubah bulu tebal menyelimuti seluruh tubuh sosok tersebut.


"Tidak ada lagi penghalang untukku. Mate ratu iblis sudah kupastikan akan mati tidak lama lagi." Kata Diavolo merasa menang.


Tawa mengejek menggema di ruangan berdinding batu tersebut. Hawa dingin dan mencekam kian terasa. Suara sosok tersebut membuat Diavolo ciut nyalinya. Diavolo sendiri tidak tahu siapa sebenarnya sosok yang tengah bicara padanya itu.


Makhluk yang sekilas memiliki bentuk seperti manusia itu tiba-tiba muncul di hadapan Diavolo saat dia menemukan Irish. Awalnya Diavolo hanya tertarik pada kecantikan dan aura yang Irish miliki. Namun kemunculan sosok itu membuat hasrat Diavolo untuk memiliki Irish semakin besar.

__ADS_1


"Kelahirannya sudah ditunggu lebih dari seribu tahun. Di mana akan ada anak manusia yang mampu membawa kekuatan kaum iblis yang berhasil di curi oleh raja iblis terdahulu dari kuil dewa naga, Liong. Kekuatannya bisa membuat bangsa iblis berkuasa kembali di tiga dunia."


"Dan tugasmu adalah membawanya ke hadapanku. Dia adalah milikku."


Diavolo menggeram marah. Bahkan tanpa embel-embel kekuatan iblis yang ada dalam diri Irish, Diavolo menginginkan Irish sepenuhnya. Pria itu ingin Irish menjadi ratunya, pasangan hidupnya.


Aaargghhhhh


Diavolo menggeram kesakitan kala satu energi mencekik leher raja iblis itu. Mata Diavolo mendelik ke arah sosok tersebut.


"Irish akan jadi milikku, kau tidak bisa mengambiknya, Naraku!"


Braakkkkk


Tubuh Diavolo terlempar ke dinding batu di seberang. Bugh, suara benturan itu begitu keras. Diavolo meringis menahan sakit saat tubuhnya terbanting ke lantai keras.


"Kau berani melawanku! Kau lupa? Selama ini yang mendukungmu. Hingga kedudukanmu tidak tergoyahkan. Sekarang aku ingin dia. Dia yang akan jadi penyempurna untukku. Dia yang bisa memberiku kekuatan untuk lepas dari belenggu sialan ini!"


Suara sosok yang Diavolo panggil Naraku itu sangat mengerikan, bengis dan juga kejam. "Tapi aku ingin dia jadi ratuku. Aku sudah menunggu lama untuk kelahirannya!"


Diavolo berusaha bangun. Tidak! Dia tidak mau menyerahkan Irish pada Naraku. Dia ingin Irish. Tidak mau yang lain. Naraku menggeram marah. Jubah Naraku terangkat. Menunjukkan tubuh tinggi besar milik sosok lain yang sangat misterius bagi Diavolo.


Raja iblis itu tidak bisa menemukan identitas Naraku yang sebenarnya, berapa kali dia mencoba menyelidiki sosok tersebut. "Kenapa? Kau masih penasaran soal siapa aku? Kenapa aku bisa memiliki energi spiritual yang tidak bisa kau kalahkan? Bahkan setelah banyak jiwa yang kau serap dari Isaac?"


Diavolo benar-benar penasaran dengan sosok Naraku ini. Siapa sebenarnya dia, energi spiritualnya sangat besar. Dia saja tidak bisa mengalahkan Naraku. Apalagi Han, bisa dipastikan Han akan mati dengan mudah di tangan Naraku.


***


Up lagi readers. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah selesai membaca ya. Terima kasih.

__ADS_1


****


__ADS_2