Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah

Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah
Tanda


__ADS_3

Ken menarik Alyssa sampai ke depan perusahaan. Dia meminta wanita itu untuk menunggu sebentar sementara dia ingin mengambil motornya.


"Kita mau kemana Ken?" tanya Alyssa


"Aku lapar. Kita makan di luar saja. Mood ku hilang jika makan di kantin kantor." seru Ken


Alyssa hanya tersenyum dan menunggu Ken. Entah mengapa Ken tiba-tiba berubah. Tapi dia sangat senang. Setidaknya Ken membelanya di depan karyawan saat dipermalukan oleh pamannya.


"Ayo naik!!" pinta Ken saat menghentikan motornya didepan Alyssa


"Baik." Alyssa naik di jok belakang dan memegang bagian samping jas Ken


"Pegangan yang benar!! Nanti kau bisa jatuh." Ken menarik tangan Alyssa untuk memeluknya. "Begini baru benar." ucapnya


Alyssa tersenyum dan menyandarkan dagunya di bahu Ken. "Memangnya kita mau makan di mana?" tanyanya


"Tempat favoritku." Ken tancap gas dan melaju meninggalkan halaman perusahaan.


Di sepanjang perjalanan, Alyssa tidak berhenti tersenyum. Dia sangat senang bisa jalan dengan Ken. Apalagi Ken bersikap hangat padanya. Bahkan Ken mau mengajaknya makan di tempat favoritnya. Apa itu artinya Ken mulai terbuka padanya?


Tapi mengingat apa yang Ken katakan pada Raymond tadi membuatnya hatinya tidak menentu. Ken ingin mengambil posisi pemimpin perusahaan dengan caranya sendiri. Dan dia tidak masalah dengan itu. Tapi apa setelah Ken mendapatkan semuanya, hubungan mereka akan sama seperti sekarang?


Bagaimanapun juga mereka menikah tanpa cinta. Mereka menikah karena permintaan terakhir Rain. Walaupun Ken mengatakan jika dia tidak akan menceraikannya. Tapi bagaimana jika suatu hari nanti Ken menemukan wanita yang dia cintai? Apa Ken akan tetap mempertahankannya atau melepasnya?


"Astaga Lyssa!! Apa yang kau pikirkan? Bukankah bagus jika suatu hari nanti Ken menemukan cintanya? Jangan bersikap seolah-olah kau mempunyai perasaan pada Ken!!" gumamnya dalam hati


Tunggu dulu!!! Perasaan?


Alyssa menegakkan tubuhnya dan memegang dadanya. "Jantungku selalu tidak normal jika berada di dekat Ken. Perasaanku selalu tidak menentu jika itu menyangkut Ken. Kadang sakit saat dia memperlakukanku dengan kasar. Dan sekarang aku merasa senang saat dia begitu hangat padaku. Apa aku jatuh cinta padanya?" batin Alyssa


Tanpa Alyssa sadari, motor Ken sudah berhenti di depan restoran. Bukan restoran mewah, tapi tempat itu menyuguhkan pemandangan yang indah.


"Kita sudah sampai." seru Ken


"Sampai?" Alyssa melihat sekeliling dan turun dari motor.


Indah dan sejuk. Itu pertama kali yang Alyssa rasakan.


"Kau suka?" tanya Ken


"Sepertinya tempat ini sangat menyenangkan." seru Alyssa

__ADS_1


"Akan aku tunjukan sesuatu yang menyenangkan." Ken menarik Alyssa masuk ke restoran.


Restoran itu cukup besar tapi di dalamnya tidak terlihat seperti restoran pada umumnya yang menyuguhkan interior dari barang yang mewah untuk menarik minat pelanggan.


Tapi di dalam sana menyuguhkan banyaknya barang-barang antik yang terlihat sudah ketinggalan jaman. Tapi walaupun begitu, menurut Alyssa semua itu terlihat sangat unik.


Sementara Alyssa melihat-lihat, Ken nampak berbicara dengan pegawai restoran tersebut. Ken memesan tempat dan makanan untuk mereka makan siang


"Ayo!!" Ken menarik tangan Alyssa. Mereka naik kelantai atas dan masuk di sebuah ruang yang Ken pesan. Dan...


"Wah...!!!" Alyssa terkagum-kagum melihatnya. Bukan karena tempatnya yang mewah, tapi dari sana mereka bisa menikmati pemandangan yang sangat indah.


"Restoran ini memang bukan restoran berbintang yang mewah dan mahal. Tapi restoran ini mempunyai view yang sangat menenangkan pikiran. Itu sebabnya saat pikiranku kacau, aku biasa menghabiskan waktu berhari-hari disini." seru Ken


Alyssa berdiri di balkon dan melihat pemandangan di luar sana yang terlihat sangat indah.


"Ya, kau benar. Tempat ini memang sangat menenangkan." Alyssa memejamkan matanya merasakan angin yang berhembus mengenai tubuhnya. Sangat sejuk.


Walaupun cuaca siang ini sangat panas, tapi berada di sana, mereka merasa seolah berada di pegunungan yang menyejukkan.


Ken tertegun melihat kecantikan Alyssa. Angin yang memainkan rambut panjangnya memperlihatkan aura yang selama ini tersembunyi dari dalam diri Alyssa.


"Cantik." gumamnya dalam hati. Seolah terhipnotis, perlahan Ken mendekat dan langsung memeluk Alyssa dari belakang.


"Ken!!" pekik Alyssa


"I_iya." Alyssa terlihat sangat gugup. Tangan Ken melingkar erat di perutnya. Ditambah nafas Ken yang beraroma mint membuatnya meremang saat berada di dekat lehernya.


"Semua akan terlihat lebih indah jika malam hari." seru Ken


"Be_benarkah?" tanya Alyssa gugup. Dia mencoba melepas tangan Ken yang ada di perutnya. Tapi pria itu justru semakin erat memeluknya.


"Ke_ken, jangan seperti ini!!" seru Alyssa


"Kenapa, hm? Kau malu? Bukankah kita ini suami istri?"


Alyssa menggigit bibir bawahnya. Suara Ken terdengar begitu berat. Sepertinya dia merasakan hal yang sama seperti yang Alyssa rasakan saat ini.


"Aku ingin kita menjalaninya hubungan layaknya suami istri pada umumnya."


Glek

__ADS_1


Alyssa menelan salivanya kasar saat teringat ucapan Ken. Apa mereka akan melakukan hal itu di sini?


Pikiran Alyssa melayang membayangkannya. Apalagi tempat yang mereka pesan terlihat seperti ruang pribadi. Suasananya juga sangat mendukung. Bahkan Ken bilang bisa menghabiskan waktunya di sini sampai berhari-hari. Tapi mereka tidak saling mencintai? Bagaimana mungkin mereka melakukan hal itu?


Tidak!! Logikanya, pria bisa melakukan hal itu tanpa cinta. Mereka mengandalkan nafsu dan dengan mudah menikmatinya walau tanpa cinta. Tapi bagaimana dengan Alyssa? Dia adalah wanita yang mendambakan cinta.


Tapi Alyssa adalah seorang istri. Dan tugas istri adalah melayani suaminya.


"Ke_ken!!" lirih Alyssa. Dia menggigit bibir bawahnya saat bibir Ken menyentuh lehernya.


"Akh..!!" Alyssa memekik kesakitan karena Ken tiba-tiba menyesap kuat lehernya. "Ke_ken!!"


Ken tiba-tiba melepas pelukannya. Dia mengusap leher Alyssa dan tersenyum senang. "Ini adalah tanda jika kau adalah istri ku." seru Ken


"Ta_tanda?" Alyssa mengusap lehernya. Dia penasaran dengan tanda yang Ken buat. "Tanda apa? Kenapa harus digigit? Apa kau ingin jadi vampir?" gerutu Alyssa. Dia mengambil ponselnya dan menyalakan kamera depan. Dia mengarahkan ponsel tersebut ke lehernya. Tapi Ken merebutnya dengan cepat.


"Ken!!" pekik Alyssa


"Apa?"


"Berikan ponselku!! Aku ingin lihat apa yang kau lakukan pada leherku?"


"Bukan hal yang penting. Sudah lupakan saja. Ayo duduk!! Sebentar lagi pesanan kita datang." Ken menarik Alyssa untuk duduk. Dan benar saja, tidak lama setelah itu, pelayan datang membawa pesanan mereka.


"Permisi!! Ini pesanan kalian." Pelayan tersebut meletakan makanan dan minuman di meja. Tapi entah kenapa, pelayan itu tersenyum melihat Alyssa.


"A_ada apa? Kenapa kau tersenyum? Apa ada yang aneh?" tanya Alyssa bingung


"Tidak nona. Tapi kami juga menyediakan layanan penginapan yang menyuguhkan pemandangan yang tidak kalah indah dari tempat ini. Tempat itu tidak jauh dari sini. Dan banyak pasangan suami istri yang berbulan madu di sana." seru si pelayan


"A_apa? Bu_bulan madu?" Alyssa terlihat bingung. Apalagi Ken yang juga terlihat menahan tawa dari tadi. Sebenarnya apa yang mereka tertawakan? Dan kenapa tiba-tiba pelayan itu menawarkan penginapan untuk berbulan madu?


"Terimakasih atas rekomendasinya. Lain kali saja kami kesana." seru Ken yang dijawab anggukan oleh si pelayan.


"Silahkan menikmati!!" pelayan itu menutup mulutnya menahan tawa dan pergi dari sana.


Alyssa terlihat bingung. Apalagi Ken juga melakukan hal yang sama. "Apa yang kau tertawakan?" tanya Alyssa


"Apa? Aku tidak tertawa." sangkal Ken


"Jangan bohong!!"

__ADS_1


"Ck.. Sudahlah!! Lebih baik kita cepat makan. Sebentar lagi jam makan siang sudah habis. Kita masih harus bekerja jika kau lupa."


Alyssa berdecak kesal dan melahap makanan.


__ADS_2