Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah

Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah
Video


__ADS_3

Setelah mendapatkan apa yang mereka cari, mereka pamit pada kepala sekolah dan bergegas ke kantor. Diperjalanan Ken menceritakan mengenai ruangannya yang berantakan. Bahkan dia menunjukan video yang dikirim Alvin padanya.


"Kenapa bisa begini? Apa yang orang itu cari?" tanya Alyssa bingung. Dia curiga apa semua itu ada hubungannya dengan map yang dia temukan?


"Kita akan tahu siapa pelakunya nanti setelah kita sampai di sana." seru Ken.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka sampai di perusahaan. Mereka melihat ruangan Ken yang sangat berantakan.Tapi Ken tidak memperdulikan hal itu. Dia justru duduk di kursi kebesarannya dan mengotak-atik laptopnya.


Alyssa yang penasaran dengan apa yang Ken lakukan pun mendekat. Dia melihat Ken tengah memeriksa rekaman cctv yang tersambung ke laptopnya.


"Aku baru tahu jika di ruangan ini ada cctv." batin Alyssa. Dia melihat kesana kemari mencari letak cctv tersebut. Tapi sayangnya dia tidak menemukannya. Dia beralih menatap layar laptop Ken lagi dan melihat Raymond masuk ke ruangan itu dan mengobrak-abrik seisi ruangan Ken.


"Jadi semua ini ulah paman? Tapi apa yang dia cari?"


"Entahlah tapi..." Ken memperbesar volume dari rekaman tersebut dan terdengar Raymond menyebut tentang salinan laporan. "Apa mungkin paman mencari salinan dari laporan kecelakaan Kak Rain?"


"Jangan-jangan....."


Mereka menduga-duga jika Raymond ada hubungannya dengan kecelakaan yang dialami Rain. Jika benar begitu, maka Ken tidak akan pernah memaafkan Raymond. Dan akan memberinya hukuman yang setimpal.


"Ken!!"


"Aku harus menanyakannya langsung pada paman. Jika benar, maka aku tidak akan membiarkannya hidup tenang." Ken beranjak dari tempat duduknya, tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Dia merogoh ponsel yang ada didalam sakunya dan menjawab sambungan telepon tersebut.


"Halo..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Disisi lain, tepatnya di basecamp geng motor King. Zean dan anggotanya tengah mempersiapkan pertandingan balap nanti malam. Kali ini mereka akan bertanding dengan geng motor MXKing.


"Lawan kita kali ini tidak sebanding dengan kita. Aku yakin kita akan menang. Tapi kita tetap tidak boleh menganggap remeh lawan. Demi memenangkan pertandingan, orang bisa berbuat curang. Jadi aku harap kalian berhati-hati." seru Zean memperingatkan


"Siap Bos." jawab mereka serempak


Mereka tidak menyadari jika diantara mereka ada mata-mata. Dia adalah Satria, anggota geng motor Devil Rider.


Dia ditugaskan untuk memata-matai Zean. Tapi Satria justru mengambil resiko dengan menyamar menjadi anggota geng motor King.


Saat itu, dia yang tengah mengintai anggota Zean yang bersenang-senang di bar. Dia yakin jika bar tersebut adalah langganan mereka. Dan saat memastikan Zean tidak ada di sana, Satria mendekati anggota Zean yang tidak sadarkan diri karena mabuk. Dia melihat satu persatu dari mereka dan ada satu orang yang hampir mirip dengannya. Ditambah pria itu berkulit hitam. Jika dia memoles kulitnya menjadi warna yang sama dengan pria itu, maka tidak akan ada yang menyadarinya.


Dan benar saja, Satria membawa pergi pria itu dan menyekapnya di suatu tempat. Dia meminta bantuan temannya yang bekerja di salon kecantikan untuk mengubah dirinya menjadi seperti pria yang dia tangkap.


Dan hasilnya sungguh luar biasa. Satria terlihat mirip dengan pria didepannya. Hanya saja dia tidak bisa merubah suaranya. Tapi mungkin dia akan berpura-pura sakit tenggorokan agar tidak ada yang curiga. Ide yang sempurna.


Waktu terus berlalu. Dan malam pertandingan mereka akan segera di mulai. Satria berdiri diantara penonton dan menyaksikan jalannya pertandingan. Dan seperti yang sudah diprediksikan. Geng motor King memenangkan pertandingan.


"Yeah.. Akhirnya kita menang. Seperti biasa ayo kita rayakan kemenangan kita. Kita bersenang-senang." teriak Zean yang disambut suka cita anggotanya.


Satria memutar kedua bola matanya malas. Lagi-lagi mereka ke bar untuk minum-minum. Apa mereka tidak mempunyai kegiatan lain selain bersenang-senang? Tapi tidak masalah. Satria tetap ikut ke Bar dan menjalankan tugasnya.


"Yeah... Pesan apapun yang kalian mau. Aku yang bayar." seru Zean


"Bos Zean yang terbaik."


"Terima kasih bos."

__ADS_1


"Siap bos."


Saat mereka menikmati pesta mereka, Zean memisahkan diri dan menemui seseorang. Satria yang penasaran, mengikuti Zean dan merekam pembicaraan Zean dengan orang tersebut.


"Apa kau membawa barangnya?" tanya Zean


"Tentu saja. Ini barang bagus. Tapi harganya juga mahal." seru pria itu


"Tidak masalah. Berikan padaku!!"


Pria itu terlihat mengeluarkan plastik berisi serbuk putih dan memberikannya pada Zean. Zean membuka bungkusan tersebut dan menjilatnya. Setelah sesuai keinginannya, Zean mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya pada pria itu.


Satria yakin jika itu adalah sejenis obat-obatan terlarang. Dan setelah cukup mendapatkan bukti, Satria kembali berkumpul dengan yang lainnya.


"Aku harus segera mengakhiri penyamaran ini. Jika aku terlalu lama disini, mereka pasti akan menyadarinya." batin Satria.


Satria mengambil kesempatan untuk pergi setelah mereka semua mabuk. Begitu juga dengan Zean. Dia berdecih pelan dan segera meninggalkan tempat itu.


Dia menghubungi Delon untuk membawa pria yang dia tangkap ke bar. Dan setelah Delon sampai, Delon membaringkan pria itu diantara mereka yang mabuk berat. Tidak lupa dia memasukan beberapa teguk alkohol ke mulut pria itu agar tidak ada yang curiga.


"Beres!!" Delon menemui Satria yang menunggunya di luar dan mereka kembali ke basecamp untuk istirahat.


"Aku akui kau sangat berani, Sat. Tapi aku harap ini untuk yang terakhir kalinya. Aku tidak mau kau terluka. sekarang kau beruntung karena mereka tidak menyadari keberadaan mu. Tapi setelah ini aku yakin, Zean akan menyadarinya." ucap Revan setelah keduanya sampai di basecamp.


"Aku tahu bos. Aku janji ini yang terakhir kalinya."


"Bagus. Sekarang kalian istirahatlah!!"

__ADS_1


Satria dan Delon pergi ke kamar masing-masing. Sedangkan Revan melihat video yang direkam oleh Satria. Dia tersenyum karena mendapatkan bukti yang bisa menyeret Zean ke penjara.


__ADS_2