Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah

Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah
Rahasia Ken


__ADS_3

Malam itu, Ken benar-benar memperlakukan Alyssa dengan spesial. Walaupun wanita itu malu, tapi dia membiarkan Ken membantunya memakaikan baju dan mengobati bagian intimnya. Bahkan dengan telaten, Ken menyuapi Alyssa dan memeluk wanita itu saat bercengkrama.


"Besok aku akan mulai bekerja dengan serius. Kau istirahat saja di rumah. Aku tahu punya mu pasti masih sakit." seru Ken


"Tapi, kalau nanti aku sudah sembuh, aku boleh bekerja lagi kan?"


Ken menunduk menatap kedua mata Alyssa. "Ka_kau bilang ingin punya anak. Tapi sebelum hamil, aku boleh kan bekerja." lirih Alyssa. Dia menggigit bibir bawahnya malu karena membahas anak dengan Ken.


Dan benar saja, Ken langsung mengecup kening Alyssa dan memeluknya erat. "Tentu saja. Jadi sebelum kau hamil, kau boleh bekerja. Dan aku akan berusaha keras agar benihku cepat tumbuh di dalam sini." ucap Ken mengusap perut Alyssa


Blush


Alyssa membelakangi Ken dan menutup wajahnya malu. Berusaha keras agar cepat punya anak? Apa itu artinya mereka akan melakukan hal itu lagi?


Astaga!! Memikirkan hal itu membuat jantung Alyssa berdetak kencang. Dia menggigit bibir bawahnya karena mengingat setiap sentuhan lembut Ken dan dia akui, walaupun dia menolak tapi dia juga menikmatinya.


"Ada apa, hm? Apa kau mau lagi?" goda Ken


"Ken!!" pekik Alyssa


Ken terkekeh dan memeluk Alyssa dari belakang. "Tidurlah !! Ini sudah malam."


Alyssa mengangguk dan memejamkan matanya. Walaupun seharian dia hanya tidur, tapi kegiatan mereka tadi pagi masih terasa sampai sekarang. Bukan hanya rasa nikmat, tapi juga tubuh Alyssa yang pegal dan sakit.


"Good night, baby." seru Ken saat melihat Alyssa sudah terlelap. Dia tersenyum dan terus menatap Alyssa. Ini pertama kalinya mereka tidur satu kamar setelah menikah. Dan dia merasa sangat senang karena bisa memiliki Alyssa.


Andai Alyssa tahu yang sebenarnya, mungkin dia akan sangat malu sekarang. Tapi mungkin ini adalah takdir mereka. Cinta yang tulus, cinta yang sejati, cinta yang murni tidak harus menunggu balasan ungkapan dari seseorang.


Karena Cinta akan datang dengan sendirinya. Mencari sendiri pilihan hatinya.


"Aku mencintaimu, Alyssa." lirih Ken. Dia terdiam sejenak dan kemudian terlintas ide gila di otaknya. Dia mengambil ponsel Alyssa dan berpose mesra dengan Alyssa yang tidur disampingnya.


Ken mengambil foto mereka dan menjadikan nya wallpaper di ponsel Alyssa. Dia melakukan hal yang sama pada ponselnya. Hanya saja dia berpose lebih intim lagi dengan mencium Alyssa. Dan setelahnya, dia juga menjadi foto tersebut wallpaper di ponselnya.

__ADS_1


"Sempurna." gumamnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, Alyssa dengan telaten membantu Ken bersiap untuk pergi ke kantor. Dia menyiapkan baju ganti dan juga sarapan untuk pria itu


Alyssa merasa senang karena untuk pertama kalinya, dia membantu Ken untuk bersiap. Dia merasa menjadi istri yang berguna apalagi Ken mengijinkan nya menempati kamar Ken. Tidak!!! Lebih tepatnya, Alyssa akan pindah di kamar Ken.


"Apa tidak apa-apa kau pergi kekantor dengan luka seperti ini?" tanya Alyssa khawatir


"Aku tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil. Kau tahu sendiri kan kalau aku pernah mendapat luka yang lebih parah dari ini?" seru Ken


Alyssa hanya mengangguk pelan. Tapi walaupun begitu, dalam hatinya ada rasa khawatir. Ini pertama kali Ken masuk ke kantor menggantikannya dengan penampilan seperti ini.


Wajah tampan Ken penuh luka lebam. Dan Ken juga mudah emosi. Bagaimana jika nanti Ken tersulut emosi karena ada yang merendahkannya? Pertama kali dia memimpin perusahaan saja, dia sudah menjadi bahan pembicaraan. Apalagi Ken yang terkenal sering membuat ulah. Hah.. Andai dia bisa ikut, mungkin dia bisa mengawasi Ken agar tidak membuat ulah.


"Ada apa?" tanya Ken yang dijawab gelengan oleh Alyssa.


Ken tersenyum menatap Alyssa yang murung. Dia tahu jika Alyssa mengkhawatirkannya. "Kau tenang saja. Aku pasti bisa mengatasinya. Jadi kau tidak perlu khawatir." seru Ken.


"Memangnya kalau aku menghubungimu, kau mau apa?"


"Ya... A_aku...


"Jika aku merindukanmu, apa kau akan datang?" bisik Ken


"I_itu.... Ma_makanan sudah siap. Ayo kita sarapan!!" Alyssa tersipu malu. Dan mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Ken untuk makan.


Ken terkekeh dan menyusul Alyssa ke ruang makan.


Dan seperti biasa, Alyssa melayani Ken di meja makan. Mereka sarapan bersama dan setelahnya, Ken berpamitan untuk berangkat ke kantor.


"Jika kau membutuhkan sesuatu, hubungi aku." seru Ken

__ADS_1


"Iya-iya. Hati-hati di jalan!! Dan jangan terbawa emosi. Nanti bisa-bisa kau dianggap bos yang kejam dan klien kita bisa kabur semua." seru Alyssa


"Iya sayang." Ken mengecup kening Alyssa dan pergi ke kantor menggunakan mobil mendiang kakak nya.


"Aku senang dia sudah berfikir dewasa. Semoga semua baik-baik saja. Aku yakin kau bisa, Ken." Alyssa tersenyum melambaikan tangan pada Ken yang semakin menjauh. "Hah... Waktunya bersih-bersih." Alyssa masuk ke rumah dan mulai membersihkan rumah.


Ya, mereka tidak mempunyai pembantu karena Alyssa ingin mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Dia masih sanggup mengurus semuanya walaupun dia sibuk bekerja. Tapi sekarang, sepertinya dia akan mempunyai banyak waktu luang karena Ken sudah mulai menghandle perusahaan mendiang kakaknya.


Alyssa memulai pekerjaannya dengan membersihkan kamar Ken. Tidak!! Tapi kamar mereka. Ken meminta Alyssa untuk memindahkan barang-barangnya ke kamar Ken. Dan mulai sekarang, mereka akan tidur dalam satu kamar.


"Aku baru sadar kalau kamar Ken bernuansa hitam. Apa aku boleh merubahnya?" gumamnya bermonolog.


Selama ini Ken melarang Alyssa menyentuh barang-barang miliknya. Untuk itu, Alyssa tidak pernah membersihkan kamar Ken. Dan sekarang, untuk pertama kalinya dia bisa melihat dengan jelas tata ruang kamar milik Ken.


Alyssa menatap foto besar Ken yang terlihat sangat tampan. Dia tersenyum dan beralih menatap tempat tidur yang berantakan. Sejenak bayangan saat Ken merenggut paksa kehormatannya terlihat di sana. Air matanya tiba-tiba menetes, tapi Alyssa buru-buru mengusapnya.


"Semua sudah terjadi. Dan aku akan berusaha menjadi istri yang lebih baik lagi." Alyssa tersenyum dan mulai membersihkan kamar Ken. Dia merapikan tempat tidur, membereskan buku-buku Ken yang berserakan dan menatanya di rak buku. Tapi pandangan Alyssa tertuju pada buku kecil yang terselip di antara buku-buku besar milik Ken.


Dia penasaran dan mengambil buku tersebut. "Buku diary?" Alyssa tertawa karena dia tidak menyangka orang seperti Ken mempunyai buku diary yang manis. Dia duduk di tepi tempat tidur dan mulai membaca satu persatu lembaran dari buku tersebut.


Tertera tanggal, bulan dan tahun di sudut kanan yang menunjukkan kapan Ken menulis di diary itu. Alyssa terlihat bergumam membaca lembar pertama buku diary Ken. "Hari pertama masuk sekolah menengah, Aku bertemu dengan seorang gadis yang manis. Dia bernama......


Deg


"A_alyssa Aurora?" Alyssa melebarkan kedua matanya. Dia membaca ulang setiap kalimat yang ditulis Ken dan ternyata benar, itu adalah dirinya.


Sejenak ingatannya menerawang mengingat pertama kali dia masuk sekolah. Dia bertemu dengan pria yang sangat menyebalkan bernama Ken. Tapi dia justru tertarik pada pria yang saat itu mengantar Ken sekolah yang pada akhirnya menjadi kekasihnya. Dan dia adalah Rain.


Semenjak dia jadian dengan Rain, Ken selalu bersikap dingin padanya. Ken akan berkata kasar dan dengan terang-terangan mengatakan jika dia membencinya.


Dan hal itu terus berlangsung sampai akhirnya Rain meninggal dan dia menikah dengan Ken.


"Tidak mungkin Ken....

__ADS_1


Alyssa kembali membaca diary Ken. Kedua matanya memanas. Air matanya tidak bisa terbendung lagi. Dia menangis dengan terus membaca buku yang menyimpan rahasia Ken. Dia tidak menyangka jika selama ini, Ken mencintainya dalam diam. Ken bersikap menyebalkan dan menunjukan kebenciannya pada Alyssa karena Ken ingin melupakan Alyssa. Tapi sayangnya cinta itu semakin dalam. Dan dia hanya bisa melampiaskannya dengan berkelahi dan balapan.


"Jadi semua ini karena diriku? Ken seperti ini karena Aku?" gumam Alyssa.


__ADS_2