
Suasana di ruang rapat mendadak menjadi menegangkan. Ken tidak mengalihkan tatapan tajamnya dari pria yang baru saja datang. Terlihat kilatan kebencian di mata Ken. Jika saja Alyssa tidak ada disampingnya, pasti sudah terjadi perkelahian di sana.
"Oh iya, perkenalkan. Ini asistenku, namanya Tiara dan pria ini.......
"Zidan Atmadja atau biasa dipanggil Zean, ketua geng motor King yang sudah membakar basecamp ku." Sela Ken. Dia menatap tajam Zean yang terlihat biasa saja seolah tidak merasa bersalah. Dan hal itu membuat Ken semakin muak. Ingin rasanya saat itu juga dia menghajar pria itu habis-habisan.
"Tu_tunggu dulu!! Kau mengenalnya?" tanya Grace
Ken beralih menatap Grace dan berkata, "kenapa kau bersikap seolah-olah terkejut nona Grace? Bukankah kalian saling mengenal? Otomatis kau tahu siapa saja musuhnya. Apalagi aku adalah rival abadinya. Jadi kau tidak perlu berpura-pura di depanku."
"A_apa yang kau katakan? Aku sungguh tidak tahu akan hal itu, Ken." seru Grace
"Apa kau yakin? Aku bisa menilai dari gerak-gerik kalian. Dan aku yakin kau sengaja mempertemukan ku dengannya."
Grace mengepalkan tangannya. Dia terlalu meremehkan Ken. Awalnya dia akan berpura-pura tidak tahu menahu tentang mereka dan berharap Ken akan menceritakan padanya tentang keluh kesahnya soal Zean. Dan dengan begitu dia bisa dekat dengan Ken dengan dalih akan membantu Ken untuk membalas Zean. Dan Ken akan percaya padanya.
Tapi ternyata Ken bisa menilai hanya dengan melihat saja. Jika sudah begini dia tidak bisa berpura-pura lagi.
__ADS_1
"Em... Mungkin lebih baik kita mulai meeting kita." seru Alvin menengahi. Dia mulai mempresentasikan proposal dari perusahaannya. Sedangkan Grace dan asistennya terlihat serius memperhatikannya. Tapi walaupun begitu, Alvin sesekali melirik Ken yang masih menatap tajam kearah Zean. Dia harus waspada jangan sampai Ken melampiaskan amarahnya di kantor.
Tapi berbeda dengan Ken, Zean justru terlihat santai. Pria itu hanya tersenyum sinis seolah memancing emosi Ken. Dan terkadang dia melirik Alyssa yang duduk disamping Ken
Tunggu dulu!!
Alvin kembali memastikan gerak-gerik Zean. Entah hanya perasaannya atau memang benar, sepertinya Zean menyukai Alyssa.
Berkali-kali Zean mencuri pandang pada Alyssa dan Alvin yakin jika Zean mempunyai niat tidak baik pada Alyssa.
Alvin menghela nafas panjang karena yakin jika Ken menyadari gerak-gerik Zean. Terlihat saat ini Ken menggenggam erat tangan Alyssa seolah tidak akan pernah melepaskannya.
"Jadi, bagaimana Nona Grace? Apa anda setuju atau ada pendapat lain?" tanya Alvin
"Em... Cukup menarik. Tapi aku harus mendiskusikannya dengan Daddy terlebih dahulu." ujar Grace
Ken berdecih. Dia mengalihkan pandangan pada Grace dan berkata, "jika kau tidak bisa mengambil keputusan sendiri, lebih baik mundur dari kerjasama ini. Biar orang lain yang mengurusnya." Ken berdiri dan menarik Alyssa, "Ayo pergi dari sini!!" ajaknya
__ADS_1
"Ta_tapi Ken....
"Kau ingin membantahku?"
Alyssa menggeleng pelan dan mengikuti Ken yang menariknya keluar dari ruangan tersebut.
"Tunggu Ken!!" Zean berdiri dan mendekati keduanya yang berhenti diambang pintu. "Apa karena ada diriku kau bersikap seperti itu? Harusnya kau bersikap profesional. Nona Grace tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena ini adalah proyek besar. Dan pasti dia tidak ingin membuat perusahaannya rugi." seru Zean
Ken tersenyum sinis. Dia membalikkan badannya menatap tajam Zean. "Aku tidak perduli kau ada disini atau tidak. Karena kerjasama ini terjadi antara perusahaan ku dan Glance Group. Kau seorang tuan muda Atmadja, tapi kau menghabiskan waktumu di bar. Apa yang kau tahu masalah bisnis?"
Zean mengepalkan tangannya. Ini merupakan penghinaan untuknya. Memang dia tidak pernah bekerja di perusahaan ayahnya, jadi dia tidak tahu masalah bisnis. Tapi bukan berarti Ken bisa mengatakan seenaknya tentang dirinya.
"Kenapa kau diam? Apa kau benar-benar tidak tau mengenai bisnis?" tanya Ken meremehkan. Dia tersenyum sinis dan memiringkan kepalanya menatap Grace, "Itu bukan perkara sulit jika kau mempelajari proposal kerjasama kita sebelumnya. Keputusan seperti itu bisa kau ambil tanpa meminta persetujuan Tuan Rian. Tapi karena kau mengatakan hal itu maka, aku sarankan kau mundur saja. Jangan sampai kau mempermalukan ayahmu." Ken tersenyum sinis dan pergi meninggalkan ruang rapat bersama dengan Alyssa.
Dia sudah tidak bisa menahannya lagi. berada di satu ruang dengan Zean membuat emosinya memuncak. Jika tidak ada Alyssa, mungkin dia sudah menghajar pria itu. Apalagi cara Zean menatap Alyssa membuatnya gelisah. Sepertinya yang dia takutkan benar-benar terjadi. Zean pasti mempunyai rencana untuk Alyssa.
Tidak!! Ini tidak boleh terjadi. Ken akan melakukan apapun demi melindungi Alyssa.
__ADS_1