
Zean tertegun saat hendak menangkap Alyssa. Ternyata orang yang sekarang berdiri di depannya bukan Alyssa melainkan Revan.
"Hai Zean, Apa kabar?" sapa Revan
"Kau..."
"Yeah, ini Aku."
Zean mencoba untuk kabur, tapi Revan lebih dulu menangkapnya. "Lepaskan aku, sialan!!!" teriak Zean
"Tidak semudah itu Zean. Kami tidak bodoh seperti yang kau kira. Kami tahu jika kau pasti berencana menyakiti Alyssa demi membalas Ken. Untuk itu, kami sudah membawa Alyssa di tempat yang aman." seru Revan
Zean mendengus kesal. Apalagi Ken baru saja datang dan berdiri didepannya. Sial!! jika Ken disini, itu artinya ketiga anak buahnya juga kalah.
"Aku tidak menyangka kau mempunyai nyali yang besar dengan masuk ke kandang singa, Zean." ucap Ken
"Lepaskan aku, sialan!! Akan aku hajar kau. Gara-gara kau, aku jadi buronan polisi." teriak Zean
"Kau menyalahkanku atas kesalahanmu sendiri? Harusnya kau sadar, Zean. Polisi sudah lama memburumu. tapi mereka tidak bisa menangkapmu karena kurang bukti. Dan aku hanya membantu mereka saja."
"Kau..." Zean terlihat geram. Dia memberontak dan mencoba melepaskan diri, tapi sayangnya polisi datang dan langsung membawanya. Bahkan anak buahnya yang bersembunyi di gudang tua bersama dengan Grace sudah tertangkap dengan informasi yang diberikan oleh Ares.
Ya, orang yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Zean dan Grace di Cafe adalah Ares. Dia langsung menemui Ken dan mengatakan semua yang dia dengar pada Ken. Untuk itu, Ken merencanakan penangkapan Zean tanpa menimbulkan korban.
__ADS_1
Ken tahu jika Zean pasti menargetkan Alyssa. Untuk itu, dia meminta Revan untuk bersembunyi di kamarnya dan menyamar menjadi Alyssa. sedangkan Alyssa yang saat itu baru masuk kedalam rumah langsung di amankan oleh Satria dan Delon.
"Thanks Res. Kau sudah membantuku menangkap Zean dan anggota geng motornya." seru Ken
"Tidak masalah Ken. Lagipula aku berhutang budi padamu. Dan hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikanmu." balas Ares
Ken tersenyum dan menjabat tangan Ares. Di saat bersamaan, Alyssa datang bersama dengan Satria dan Delon.
"Ken!!" panggil Alyssa
Ken tersenyum dan merentangkan kedua tangannya. Dan dengan senang hati, Alyssa berlari kepelukan Ken. "Aku takut sekali." lirih Alyssa
"Tidak perlu takut, semua sudah berakhir." ucap Ken
"Apa maksudmu, Lys?" tanya Ken bingung
Alyssa tersenyum dan menuntun tangan Ken untuk menyentuh perutnya. "Bebanmu akan bertambah, sainganmu sudah datang. Dan kau harus bersiap menerima kekalahan." ucap Alyssa
Ken mengeryitkan keningnya tidak paham dengan ucapan Alyssa. Berbeda dengan Revan dan yang lain yang paham akan ucapan Alyssa.
"Aku masih tidak mengerti." seru Ken
Alyssa menyentak kasar tangan Ken dan melipat kedua tangannya di depan dada. " kau memang tidak peka, Ken." sungut Alyssa. "Aku membencimu." Alyssa melengos dan pergi begitu saja. Sementara Ken hanya bisa diam karena bingung dengan perubahan Alyssa yang tiba-tiba sangat sensitif.
__ADS_1
"Em.. Maaf jika aku ikut campur, tapi sepertinya aku tahu apa maksud dari ucapan istrimu." seru Ares
"Bukan hanya kau, tapi kami juga tahu. Ken saja yang bodoh." celetuk Satria yang langsung mendapat pelototan horor dari Ken
Tapi bukannya takut, Satria justru tertawa dan semakin mengejek Ken bodoh.
"Diam kau Sat!! Atau aku robek mulut mu itu." ancam Ken
"Robek saja jika berani. Maka kau tidak akan tahu apa maksud dari ucapan Alyssa. Wlee..."
"Kau......"
"Sudah-sudah !! Jangan bertengkar lagi." ucap Revan melerai. Dia mendekati Ken dan menepuk bahu pria itu, "selemat Ken." ucapnya
"Ng?"
"Ck.. Satria benar. Kau memang bodoh." celetuk Revan
"Kak !!!"
Semua orang tertawa melihat Ken yang menjadi bahan ejekan. Begitu juga dengan Alyssa yang masih berdiri di depan pintu. Dia tersenyum bahagia sambil mengusap pelan perutnya yang masih rata.
"Aku senang, semua sudah berakhir." batin Alyssa
__ADS_1