Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah

Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah
Rahasia Hati


__ADS_3

Siang berganti malam. Satu persatu karyawan sudah pulang ke rumah masing-masing. Dan di perusahaan hanya tinggal Alyssa dan Ken saja.


Alyssa masih mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai. Sedangkan Ken hanya duduk memperhatikan istrinya bekerja.


"Jika kau lelah, kau pulang saja duluan." seru Alyssa


"Lalu kau sendiri bagaimana? Tidak mungkin aku meninggalkan mu sendiri di sini, kan. Bagaimana jika ada hantu?" Ken menggerakkan kedua tangannya seolah ingin menerkam untuk menakut-nakuti Alyssa


"Jangan menakut-nakuti ku!! Aku bukan anak kecil yang takut hal semacam itu." gerutu Alyssa


Ken berdecak pelan. Dia menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya. "Aku akan menunggumu. Lagipula, aku lapar. Kalau kau masih di sini, siapa yang akan memasak untukku?"


Alyssa terdiam. Dia menghela nafas panjang karena sepertinya dia melupakan kewajibannya.


Dari tadi mereka terus bersama, sampai-sampai Alyssa lupa jika asistennya itu adalah suaminya.


"Ya sudah, kita pulang saja." Alyssa membereskan berkas-berkas di meja dan menenteng tasnya.


"Apa kau yakin? Aku akan menunggu jika kau belum selesai." seru Ken


"Tidak apa-apa. Aku bisa mengerjakannya di rumah. Lagipula ini sudah malam. Aku tidak mau masuk angin karena naik motor malam-malam." Alyssa berjalan keluar dari ruangan nya terlebih dahulu di susul Ken yang protes di belakangnya.


"Apa maksudmu masuk angin? Kau kan bisa memelukku. Jadi kau tidak akan kedinginan."


Alyssa berhenti sejenak. Dia menoleh dan berkata, "sebenarnya aku masih bingung. Kenapa kau tiba-tiba baik padaku? Jika semua itu karena kau menginginkan perusahaan ini, kau tidak perlu repot-repot melakukan hal itu padaku, Ken. Suatu hari nanti aku pasti akan memberikannya padamu. Tapi dengan catatan, kau sudah berubah. Sesuai isi dari wasiat kak Rain."


"Jadi, kau tidak perlu berpura-pura di depan ku. Bersikaplah seperti biasanya saja. Bukankah kau bilang kau membenciku?" lanjut Alyssa


Ken diam mematung. Dia menatap punggung Alyssa yang semakin menjauh.


Memang benar, perubahannya cukup drastis. Dan Alyssa pasti mengira jika dirinya sedang berpura-pura. Padahal dirinya sendiri tidak tahu kenapa dia tiba-tiba bisa bersikap seperti ini?


Semua itu berawal dari Alvin yang ingin merebut Alyssa darinya. Hal itu yang memicu Ken untuk mempertahankan Alyssa. Tapi untuk apa juga dia melakukan hal itu? Bukankah mereka tidak saling mencintai?


Sial!!! Kenapa dia jadi bingung dengan perasaannya sendiri?

__ADS_1


Tidak!! Bukannya dia bingung, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya mengutarakannya pada Alyssa.


Perasaannya masih sama seperti dulu dan tidak pernah berubah. Masih tersimpan di lubuk hatinya yang paling dalam. Perasaan yang akan terus menjadi rahasia dalam hidupnya.


"Jadi pulang tidak?" teriak Alyssa


Ken tersadar. Dia tersenyum tipis dan berlari menyusul Alyssa. Tidak masalah Alyssa berfikir jika dia berpura-pura baik padanya. Yang terpenting adalah mulai saat ini dia tidak ingin Alyssa pergi darinya.


"Ken, bisa kita berhenti di supermarket sebentar? aku ingin membeli beberapa bahan makanan yang habis." seru Alyssa


"Baiklah!!" Ken menyalakan motornya dan mulai melaju dengan kecepatan sedang.


Ken ingin menikmati malam ini lebih lama bersama Alyssa. Apalagi malam ini sangat cerah, bulan dan bintang bersinar diatas sana. Dia menggenggam tangan Alyssa yang dingin yang melingkar di perutnya.


Andai mereka adalah pasangan yang sebenarnya, pasti malam ini akan menjadi malam yang romantis untuk mereka berdua. Tapi sayangnya cinta itu hanya satu hati. Karena hati yang lain masih menyimpan masa lalunya.


Tapi saat ada hati lain mencoba untuk masuk kehati itu, dia mulai tergerak dan mencoba menguasai hati itu untuk dirinya sendiri.


Egois? Serakah? Dia tidak perduli. Karena Alyssa adalah miliknya.


"Kau mau menunggu disini, atau ikut masuk?" tanya Alyssa saat Ken memarkirkan motornya di depan supermarket.


"Aku ikut!i " Ken menggenggam tangan Alyssa dan masuk ke supermarket tersebut.


Ken mendorong troli sedangkan Alyssa memilih bahan makanan yang ingin dia beli. Benar-benar terlihat seperti pasangan ideal.


"Apa kau ingin membeli sesuatu?'' tanya Alyssa


"Apa boleh?" bukannya menjawab, Ken justru berbalik bertanya seolah dia sedang meminta izin pada Alyssa


"Memangnya apa yang ingin kau beli?" tanya Alyssa


Ken menunjuk menggunakan dagunya. Alyssa yang penasaran mengikuti arah dagu Ken. Dia menggeram pelan dan pergi begitu saja.


"Sudah kuduga." Ken menghela nafas panjang dan menyusul Alyssa.

__ADS_1


"Kau marah?" tanya Ken


Alyssa tidak menjawab. Dia fokus pada produk yang tertata rapi di depannya.


"Maaf." seru Ken


"Untuk apa kau meminta maaf? Lagipula itu hak mu. Untuk berubah memang membutuhkan waktu, tidak mungkin bisa lepas dari barang seperti itu dengan cepat. Semua butuh proses." seru Alyssa tanpa menatap Ken.


Dia tidak bisa marah pada Ken karena pria itu sudah kecanduan dengan alkohol. Tapi dia kesal saat Ken justru ingin membeli minuman itu saat bersamanya. Walaupun kandungan alkoholnya hanya 5%, tapi tetap saja dia merasa kesal.


"Jika kau mau minum minuman itu, jangan di depanku!! Harus kau ingat, aku tidak menyukai pria pemabuk."


Deg


Hati Ken seolah tercubit. Tidak menyukai pria pemabuk, itu artinya Alyssa tidak menyukai dirinya, kan? Tapi Alyssa tadi juga bilang jika membutuhkan proses untuk berubah atau lepas dari hal-hal yang buruk. Itu artinya Ken masih punya kesempatan, bukan?


Ken tersenyum senang. Dia kembali mendorong troli menyusul Alyssa. Tapi tiba-tiba ada seorang wanita yang menabraknya.


Brukh


"Aw.." Pekik wanita itu


"Apa kau tidak punya mata, Hah?" teriak Ken


Alyssa menoleh saat mendengar teriakkan Ken. Takut Ken akan berulah, Alyssa mendekati Ken dan mencoba meredam emosi pria itu.


"Sudah Ken!! Dia kan tidak sengaja." seru Alyssa


"Tapi dia harus minta maaf, Lys."


"Ma_maafkan aku. Aku tidak....


Ucapan orang itu terhenti saat menatap wajah tampan Ken.


"Kau.. Kau pria yang menolongku waktu itu kan? Akhirnya aku bisa bertemu denganmu." Wanita itu tiba-tiba memeluk Ken. Dan hal itu membuat Alyssa diam mematung begitu juga dengan Ken.

__ADS_1


"Aku senang bisa bertemu denganmu lagi." lanjut wanita itu


__ADS_2