
Sementara itu, Alyssa terlihat tidak semangat pagi itu. Dia melihat ke kamar Ken yang ternyata masih kosong. Itu artinya semalam Ken tidak pulang. "Heh.. Apa yang kau pikirkan Lys? Sudah pasti Ken menghabiskan malam berdua dengan Grace." lirihnya. Dia menutup kembali pintu kamar Ken dan menuruni anak tangga. Dia harus membuat sarapan untuk dirinya sendiri baru kemudian berangkat ke kantor.
Tapi dia terlihat tidak fokus sampai-sampai jarinya tergores pisau. "AW..." pekik Alyssa. Dia mencuci tangannya dan mengambil p3k untuk mengobati jarinya.
"Astaga, ada apa denganku? Kenapa aku terus memikirkan Ken?" Alyssa menghela nafas panjang. Semalam dia tidak bisa tidur karena Ken belum juga pulang. Padahal Ken sudah berpesan untuk tidak menunggunya. Tapi tetap saja, dirinya tidak tenang sebelum Ken sampai rumah.
Tapi saat tengah malam, dia mendapat telepon dari Ken. Dan saat dia mengangkatnya, terdengar suara wanita. Dan dia adalah Grace. Grace mengatakan jika Ken bersamanya dan memintanya untuk tidak menunggu Ken karena Ken tidak akan pulang.
Saat itu, dia merasa sangat bodoh. Dia bodoh karena melakukan hal yang sia-sia dengan menunggu sesuatu yang tidak pasti. Inilah sebabnya Alyssa meminta Ken untuk tidak baik padanya. Dia takut salah mengartikan perasaannya. Setiap apa yang Ken lakukan belakangan ini membuat hatinya tidak menentu. Tapi sekarang kedua matanya sudah terbuka lebar. Ken hanya mempermainkannya.
"Hah... Kau sangat bodoh Alyssa." gumamnya bermonolog. Dia berdiri dan hendak kembali ke kamar untuk mengambil tasnya. Biar saja nanti dia sarapan di kantor saja. Dia malas untuk memasak. Dan untuk Ken, dia yakin saat ini pria itu sedang sarapan dengan Grace.
"Semalam bersikap seolah tidak perduli. Tapi di belakangku, mereka saling bercengkrama. Dasar Ken sialan!!" teriak Alyssa
Brakh
Alyssa tersentak kaget mendengar pintu yang terbuka dengan keras. Dia menoleh dan melihat Ken yang masuk dengan kepala yang terbalut perban dan wajah yang penuh dengan lebam.
"Ke_ken!! Wajahmu...
__ADS_1
Belum selesai Alyssa berbicara, Ken sudah lebih dulu membungkam bibir Alyssa dengan bibirnya.
"Hmmptt...Ke_mppt."Alyssa memberontak tapi tenaganya kalah kuat dari Ken.
Pria itu meraup bibir Alyssa dengan rakus, sampai-sampai Alyssa kehabisan oksigen. "Hah.. Hah...Hah.. Apa yang kau lakukan?" teriak Alyssa
"Aku hanya ingin melakukan kewajibanku sebagai seorang suami." Ken tidak membiarkan Alyssa untuk menjawab. Dia langsung menggendong Alyssa di bahunya dan membawanya ke kamar.
"Ken!!! Turunkan aku!!! Apa yang kau lakukan, hah?" Alyssa memberontak, dia memukul punggung Ken agar di lepaskan. Tapi pria itu seolah tidak perduli. Dia membawa Alyssa ke kamarnya dan melemparkannya diatas tempat tidur.
"Ken!!" pekik Alyssa
"Kenapa? Kau takut? Bukannya tidak masalah jika kita melakukannya? Kita suami istri. Dan aku berhak untuk melakukannya padamu." seru Ken
"Ta_tapi Ken. Ki_kita tidak...
"Tidak saling mencintai?" sela Ken. Dia mendekatkan bibirnya ditelinga Alyssa dan berkata, "Bahkan aku bisa melakukannya walau tanpa cinta, Alyssa." bisiknya
Alyssa tidak kuasa menahan tangisnya. Dia benar-benar ketakutan dan terus memohon agar Ken melepaskannya. Tapi Ken tidak perduli. Ucapan Grace membuatnya gelap mata dan berniat memiliki Alyssa seutuhnya dan hanya untuknya.
__ADS_1
"Ke_ken!!!"
"Rileks, Sayang!! Aku akan melakukanya dengan pelan." bisik Ken. Dia menghapus air mata Alyssa dan mulai mencium lembut wajah Alyssa. Sedangkan kedua tangannya sudah menjalankan tugasnya dengan menjelajah memberi sentuhan lembut di tubuh Alyssa.
Ken berusaha tidak memperdulikan Alyssa yang terus menangis dan memohon padanya. Didalam hati dan pikirannya hanya ada Alyssa dan niat untuk memilikinya. Dia justru berusaha untuk membuat Alyssa merasa nyaman dan menerima sentuhannya. Dan berhasil.
Alyssa yang awalnya menolak, perlahan mulai merespon setiap sentuhannya
"Ken!!!" lirih Alyssa
"Yes, baby. Call my name!!" Ken membuka satu persatu kain yang menempel di tubuh keduanya hingga kini mereka sama-sama polos.
Ken mengarahkan miliknya ke milik Alyssa. Hingga dalam sekali hentakan, miliknya terbenam sempurna didalam sana.
"Akh...!!" teriak Alyssa kesakitan. Tapi Ken kembali menenangkan Alyssa dengan mencium bibir wanita itu. Dan setelah Alyssa rileks, dia mulai menggerakkan pinggulnya dengan ritme yang beraturan.
Dalam hati, Ken merasa sangat senang karena dia berhasil memiliki Alyssa. Dan dia juga menjadi pria pertama untuk wanita itu.
"Ini hukuman untukmu karena tidak perduli padaku. Dan setelah ini kau tidak akan bisa mengabaikan ku lagi. Aku juga tidak perduli jika kau membenciku, Alyssa. Tapi setelah ini aku pastikan kau hanya akan menjadi milikku satu-satunya. Tidak akan aku biarkan kau pergi dari ku. Kau hanya milikku, Alyssa." seru Ken dalam hati
__ADS_1