
"Kenapa kau lakukan ini padaku?" tanya Alyssa dengan bibir bergetar
"Karena itu adalah hak ku." jawab Ken singkat
Alyssa menatap Ken yang seolah tidak merasa bersalah. "Hakmu?" tanya Alyssa
"Ya. Kita suami istri dan aku berhak mendapatkannya." Ken menatap Alyssa dan kembali berkata, "Aku pernah bilang ingin menjalani hubungan layaknya suami istri pada umumnya bukan? Dan ini yang aku inginkan." Ken menggeser tubuhnya dan memeluk Alyssa. "Aku ingin segera mempunyai anak darimu."
Deg
"Kau boleh membenciku, tapi aku tidak suka kau mengabaikan ku, Alyssa." lanjut Ken
"Mengabaikan mu? Mengabaikan yang seperti apa yang kau maksud? Kau memintaku untuk tidak menunggumu. Tapi aku tetap menunggumu. Tapi apa? Kau justru bersenang-senang dengan wanita lain. Dan sekarang, tiba-tiba kau datang dan memaksaku untuk......
Alyssa tidak sanggup meneruskan ucapannya. Lidahnya terasa kelu. Hatinya sakit. Walaupun Ken adalah suaminya, tapi apa yang sudah Ken lakukan itu sangat keterlaluan.
"Apa maksudmu, aku bersenang-senang dengan wanita lain?" tanya Ken bingung.
"Semalam kau meneleponku. Tapi saat aku menjawab telepon mu, seorang wanita mengatakan jika kau tidak akan pulang. Kau ingin bersama wanita itu."
Deg
"Aku sudah memberitahu adikmu jika kau sekarang bersamaku."
"Semalam ponselmu terus berdering. Jadi aku mengangkatnya dan mengatakan jika kau ada di rumah ku. Sepertinya Alyssa tidak keberatan. Dia justru mengatakan untuk menjagamu."
__ADS_1
Ken mengepalkan tangannya erat. "Jadi dia sudah membohongiku." geram Ken
Alyssa tidak perduli. Dia mengubah posisi dengan membelakangi Ken dan kembali menangis. Kesuciannya di ambil paksa oleh suaminya sendiri. Haruskah dia bersedih? Itu memang kewajibannya. Cepat atau lambat dia harus melayani Ken di ranjang. Tapi haruskah dengan cara seperti ini?
Ditambah lagi, saat ini Ken tengah dekat dengan wanita lain. Bagaimana jika Ken akan meninggalkannya setelah mendapatkan semuanya?
"Kau menangis?" tanya Ken lembut. Tapi Alyssa hanya diam saja.
"Lys!!" Ken menarik bahu Alyssa agar berbalik menatapnya. "Lihat aku, Lys!! Apa dengan wajahku yang seperti ini, aku masih bisa bersenang-senang dengan wanita lain, hm?"
Alyssa memberanikan diri menatap wajah Ken dari dekat. Memang saat Ken datang, dia melihat kepala Ken yang terluka dan wajahnya yang penuh dengan luka lebam.Tapi dia belum sempat menanyakan kenapa karena Ken sudah lebih dulu menciumnya. Dan kini dia bisa melihat dengan jelas luka itu. Tangannya tergerak menyentuh kepala Ken yang terbalut perban.
"Semalam aku kesal karena kau diam saja saat wanita itu menganggap mu, adikku. Jadi aku pergi ke arena balap dan.... Yeah kau tahu sendiri apa yang terjadi, bukan?" seru Ken
"Kau berkelahi?" tanya Alyssa yang dijawab anggukkan pelan dari Ken
Alyssa menarik tangannya dan kembali membelakangi Ken. "syukurlah jika dia sudah mengobati mu." ucapnya
Ken memeluk dari belakang tubuh polos Alyssa yang hanya tertutup selimut. "Aku tidak ingin kau salah paham. Dan aku tidak menghabiskan waktu dengan wanita manapun." seru Ken
"Buktinya, sekarang kita bersama." lanjut Ken. Dia menciumi bahu mulus Alyssa dan kembali berkata, "Aku serius Lys. Aku ingin punya anak darimu. Aku tahu kau pasti ragu apakah aku bisa menjadi ayah yang baik untuk anak kita. Apakah aku bisa menafkahi kalian? Untuk itu, aku akan berusaha untuk kalian. Mulai sekarang, aku yang akan menghandle perusahaan."
Alyssa memutar tubuhnya menatap Ken. Dia melihat keseriusan di mata Ken. "Kau akan menghandle perusahaan?" tanya Alyssa memastikan
"Ya, dan aku ingin kau fokus mengurusku dan anak-anak kita nanti. Kau mau, kan?" Ken mengusap pipi Alyssa dan mendaratkan kecupan di sana.
__ADS_1
Alyssa mendadak terdiam mematung. Kenapa tiba-tiba? Apa yang membuat Ken berfikir seperti itu? Ini terlihat seperti dipaksakan. Sesuatu yang dilakukan tanpa rencana, apa akan berjalan dengan baik?
Semua orang tahu bagaimana Ken? Walaupun sebenarnya dia adalah orang yang pintar, tapi dia mempunyai temperamen yang buruk. Bagaimana nanti dia akan mengurus perusahaan?
"Tidak!!! seharusnya kau mendukung Ken, Alyssa. Dia terlihat bersungguh-sungguh. Dan dia sadar dengan apa yang telah dia lakukan padamu akan menimbulkan tanggungjawab yang besar. Ken sudah berani mengambil keputusan ini, jadi kau harus mendukungnya." seru Alyssa dalam hati
"Lys!!" panggil Alyssa
"Aku mendukungmu. Aku akan mengatakan pada pengacara untuk melakukan percobaan padamu. Jika kau berhasil, aku pastikan semua harta Kak Rain akan kembali padamu." seru Alyssa
"No!! Aku tidak menginginkan semua itu. Biar saja semua harta kak Rain tetap atas namamu. Aku hanya butuh kau percaya padaku dan mendukungku."
Deg
Kedua mata Alyssa memanas. Dalam hatinya dia masih tidak percaya jika orang yang selama ini hanya bisa membuat masalah, bisa berfikir dewasa seperti itu. Ini adalah keputusan yang sangat besar. Dan Alyssa akui, dia senang mendengarnya.
"Jangan menangis!! Mulai sekarang aku akan menjadi suami yang bertanggungjawab." Ken mencium kedua mata Alyssa dan memeluknya erat. "Istirahatlah!! Kau pasti lelah karena pergulatan kita barusan. Hah... Aku tidak menyangka ada hal lain yang lebih menyenangkan daripada balapan."
"Ken!!" pekik Alyssa
Ken hanya tertawa dan mengusap kepala Alyssa. "Maaf dan terimakasih, sayang."
Hati Alyssa menghangat. Kini dia mulai menyadari sesuatu. Perasaannya yang selalu mengkhawatirkan Ken, jantungnya yang selalu berdetak kencang saat berada di dekat Ken dan rasa tidak nyaman saat ada wanita lain yang memperhatikan Ken, itu karena sebenarnya dia mulai menyukai Ken.
Dan mendengar Ken yang kini mulai memikirkan masa depan rumah tangga mereka membuatnya senang.
__ADS_1
"Kak Rain, aku berhasil membuat Ken berubah. Walau harus mengorbankan sesuatu yang berharga, tapi aku tidak akan menyesal karena kau memintaku untuk mencintai Ken. Dan aku rasa aku mulai mencintainya. Maafkan aku Kak." batin Alyssa