
Jika Ken dan Alyssa tengah menikmati bulan madu mereka, ditempat lain tepatnya di apartemen. Raymond tengah berdiskusi dengan asisten pribadinya. Dia meminta asistennya untuk mencari tahu sejauh mana Ken menyelidiki kecurangannya dan siapa yang memberitahu Ken masalah itu.
Dan ternyata semua bersumber dari Alvin. Pria itu memberitahu Alyssa dan sejak itu mereka menyelidikinya. Bahkan sekarang Ken ikut andil mencari bukti untuk menjebloskannya ke penjara.
"Jadi bagaimana?" tanya Raymond
"Sepertinya mereka baru menyadari dimana letak kecurangan kita, tuan. Tapi semua itu belum cukup untuk menyeret kita ke penjara. Mereka harus mengumpulkan bukti lengkap dan juga saksi." seru Bimo yang merupakan asisten Raymond
"Oh.. jadi masih ada waktu untuk menghalangi mereka mendapatkan bukti lain dan juga saksi."
"Benar tuan."
"Kalau begitu, kau tahu apa yang harus kau lakukan, bukan? Karena jika kau gagal, tidak hanya aku. Tapi kau juga akan masuk penjara." seru Raymond
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin tuan. Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi." ujar Bimo
Raymond menyeringai. Dia tidak ingin masuk penjara dan dia akan melakukan berbagai cara untuk menggagalkan rencana Ken dan Alvin yang mencari bukti untuk menghancurkan karirnya.
Jika perlu, dia akan menghilangkan nyawa mereka semua agar tidak ada lagi yang menghalanginya untuk mendapatkan harta Rain. Tapi dia tidak mau terburu-buru. Dia takut akan ada yang curiga dan menyangkut pautkan hal itu dengan kecelakaan yang terjadi pada Rain dua tahun yang lalu.
"Aku tidak akan membiarkanmu menangkap ku dengan mudah, Ken. Dan aku juga tidak akan tinggal diam jika sampai kau berani mengusikku terlalu jauh. Aku akan membuatmu menderita dengan melenyapkan orang yang kau cintai." seringai Raymond
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Malam berganti pagi. Matahari terbit dari ufuk timur, memancarkan cahaya yang menghangatkan dunia. Orang-orang mulai terbangun dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Ada yang pergi ke kantor, ke sekolah dan masih banyak lagi.
Tapi walaupun begitu, ada juga yang masih bermalas-malasan ditempat tidur. Dan mereka adalah Ken dan Alyssa. Mereka masih memejamkan mata dibawah selimut yang menutupi tubuh polos keduanya.
Ya, semalam mereka melakukan olahraga malam hingga larut. Berbagai gaya mereka lakukan. Bahkan walaupun Alyssa mengeluh lelah, tapi Ken tetap bersemangat melakukannya. Dia tidak ingin melewati bulan madu mereka walaupun terkesan mendadak.
"Ng...." Alyssa menggeliat karena silau matahari yang masuk melalui pintu balkon. Karena terlalu asyik dengan pergulatan mereka, pintu balkon dibiarkan terbuka begitu saja untuk menambah sensasi saat melakukan penyatuan.
"Sudah pagi ya." Alyssa melihat Ken yang masih terlelap di sampingnya. Dia memindahkan tangan Ken yang melingkar di perutnya dan meraih ponselnya di nakas.
"Astaga!! Sudah jam 9." Alyssa terlihat panik. Dia membangunkan Ken karena mereka sudah sangat terlambat untuk berangkat bekerja.
"Ken!! Bangun!!" seru Alyssa
"Ng?" Ken membuka matanya sedikit dan kembali memejamkan nya. "Ada apa Lys?" tanyanya dengan suara khas bangun tidur
Ken hanya tersenyum dan menarik lengan Alyssa hingga jatuh diatas dadanya. "Hari ini kita libur sayang. Aku sudah meminta kak Alvin untuk menghandle perusahaan hari ini. Jadi kita bisa bangun kapanpun kita mau."
"Ke_kenapa begitu?"
Ken membuka sebelah matanya dan tersenyum, "memangnya kau bisa berjalan normal hari ini?" tanya Ken menggoda
"A_apa?" Alyssa melepas tangan Ken yang memeluknya. Dia turun dari tempat tidur dan...
__ADS_1
"Akh...
Ken segera bangun saat mendengar rintihan Alyssa. Dia dengan sigap membawa Alyssa berbaring di tempat tidur lagi. "Apa aku bilang ? Sakit kan?" ujarnya
"Ck... Itu ku sakit juga karena dirimu, kan." gerutu Alyssa
"Tapi kau menyukainya, kan?" Ken menaikturunkan alisnya menggoda Alyssa
"Isshh.. Dasar mesum." Alyssa menarik selimutnya sampai batas leher dan membelakangi Ken. Dia akan kembali tidur jika memang mereka libur hari ini.
Jujur saja, seluruh tubuhnya terasa sakit. Dan bagian intimnya juga perih. Apalagi dia juga masih mengantuk karena mereka melakukan hal itu sampai menjelang pagi.
Hah... Dia tidak menyangka jika Ken benar-benar buas. Tidak hanya pandai berkelahi, tapi dia juga pandai menyiksanya di atas ranjang.
"Kau tidur saja lagi. Aku akan memesan makanan untuk kita saat kau bangun nanti. Atau kau ingin kita melakukan senam pagi terlebih dahulu?" seru Ken
"Senam pagi? Memangnya ada tempat untuk senam di penginapan ini?" tanya Alyssa
"Tentu saja ada. Tapi senam itu hanya bisa dilakukan dua orang saja."
"Senam macam apa itu? Kenapa hanya dua orang?"
"Karena yang kita lakukan adalah senam seperti semalam. Aku melakukan push up diatas mu, dan kau mengerang nikmat dibawah ku." bisik Ken
__ADS_1
"DASAR MESUM!!" Alyssa memukul Ken menggunakan bantal saat tahu apa yang dimaksud Ken sebenarnya. Sedangkan Ken tak henti tertawa karena lagi-lagi dia berhasil menggoda Alyssa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...