
Sampai di Cafe, Zean melihat kesana kemarin mencari keberadaan Grace. Hingga dia melihat seorang wanita yang menggunakan masker lengkap dengan kacamata hitam dan topi untuk menutupi wajahnya. Zean yakin jika itu adalah Grace karena wanita itu bilang, dia sedang menyamar.
Zean menghampiri wanita itu dan langsung duduk di depannya begitu saja. "Grace?" tanyanya memastikan
"Zean!!! Itu kau?" lirih Grace hampir tidak terdengar. Zean datang dengan penampilan yang berbeda, membuat Grace nyaris tidak mengenalinya.
"Iya, Ini aku." jawab Zean. Dia kembali melihat kesana kemari memastikan tidak ada polisi di sekitar di sana.
"Sekarang Katakan padaku, Ada apa kau menghubungiku sampai puluhan kali?" tanya Zean.
Grace mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video mereka saat di toilet. "Apa maksudnya semua ini Zean? apa ini perbuatanmu?" tanya Grace.
Zean merebut ponsel Grace dan melihat video tersebut. Dia melebarkan kedua matanya, terkejut melihat video mereka saat berhubungan di toilet tersebar di internet. "Ke-kenapa video kita....
"Justru aku bertanya pada mu, Zean. Apa kau yang menyebar video kita di internet?" tanya Grace
"Jangan gila Grace!! Mana mungkin aku melakukan hal gila itu." ucap Zean dengan meninggikan nada bicaranya. Dia memejamkan mata sejenak dan melihat pengunjung yang menatap kearah mereka.
__ADS_1
Tapi Zean tidak menghiraukan mereka. Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat videonya sudah tersebar di media sosial. Bahkan ada yang berkomentar agar polisi mengusut pelaku yang menjadi pemeran di video tersebut.
"Sial!!" umpat Zean.
"Aku sama sekali tidak tahu, Grace. Aku berani bersumpah, aku tidak tahu. Justru sekarang Aku....." Zean menjeda ucapannya. Dia melihat kesana kemari dan mencondongkan tubuhnya ke depan dan kembali berkata, "justru aku sekarang sedang bersembunyi dari kejaran polisi karena ada yang melaporkanku jika aku memakai obat-obatan terlarang dan sekarang aku dan anak buahku bersembunyi di gudang tua. Jadi bagaimana mungkin aku menyebarkan video kita? Apa untungnya untukku?"
Grace nampak berfikir. Memang benar, jika Zean menyebarkan video mereka, otomatis Zean juga dalam masalah. Tapi bisa saja Zean menjual video tersebut untuk mendapat keuntungan. Walaupun Zean anak orang kaya, tapi dia sudah lama tidak pulang. Dia pasti membutuhkan uang untuk kebutuhannya. Apalagi dia bilang jika dia pemakai obat-obatan terlarang. Pasti disaat terdesak, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan barang haram tersebut.
"Percaya padaku, Grace. Aku tidak melakukan hal itu. Aku bahkan....." Zean terdiam sesaat. Dia teringat seseorang yang mengintip mereka saat berhubungan di toilet. Bisa saja orang itu merekam kegiatan panas mereka dan menyebarkannya di internet.
"Tunggu sebentar!!" Zean mencari kontak anak buahnya dan menghubunginya. "Aku ingin kau cek cctv bar, terakhir kita kesana. Dan kirimkan padaku." Zean mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya.
"Begini. Kau ingat saat kita bermain ada yang mengintip kita, bukan? Aku yakin orang itu merekam kegiatan kita dan menyebarkannya. Makanya aku ingin anak buahku menyalin rekaman cctv tersebut. Nanti kita akan tahu, siapa pelaku sebenarnya. Dan bisa saja, orang yang melaporkan ku ke polisi adalah orang yang sama dengan yang menyebarkan video itu."
Grace kembali berfikir. Dia juga ingat saat itu ada seseorang di luar. Entah orang itu hanya kebetulan lewat atau sengaja menyaksikan kegiatan mereka. Tapi saat Zean dan yang lain mencarinya, orang itu tidak ditemukan di manapun. Bahkan tidak ada orang yang mencurigakan yang terburu-buru. Makanya mereka mengira jika itu hanya orang lewat saja.
Cukup lama mereka terdiam. Hingga ponsel Zean berdering. Si empunya membuka pesan masuk yang berupa rekaman cctv di bar yang dikirim oleh anak buahnya.
__ADS_1
Zean meneliti dengan seksama. Hingga dia menyipitkan mata saat melihat seseorang yang mencurigakan berlari dari arah toilet. Tapi sayang, orang itu menghilang di tengah-tengah kerumunan manusia yang tengah menari.
Zean memutar mundur adegan saat orang itu berlari lalu dia menekan tombol pause. Zean memperbesar foto pria itu dan terlihat tatapan Zean berubah tajam. Rahangnya mengeras menahan amarah.
"Sekarang aku tahu siapa orang yang melakukan hal ini pada kita." seru Zean
"Siapa?" tanya Grace
"Ken."
Deg
"What?"
Zean memperlihatkan foto orang yang ada di ponselnya pada Grace. "Alvin?"
"Ya. Orang yang mengintip kita adalah Alvin dan aku yang yang menyebarkan video kita adalah Ken." terlihat kilatan kemarahan di kedua mata Zean. Dia yakin jika Ken juga yang sudah melaporkannya ke polisi. entah bagaimana dia bisa meyakinkan polisi untuk menangkapnya, apakah Ken mempunyai bukti atau sekedar menggertak nya, dia tidak tahu. Tapi yang jelas, Ken sudah berhasil menghancurkan hidupnya
__ADS_1
"Lalu apa yang akan kita lakukan, Zean?" tanya Grace
"Apalagi? Tentu saja membalasnya. Bahkan aku sudah mempunyai rencana sekarang." Zean mencondongkan tubuhnya dan mengatakan rencana itu pada Grace. Dan setelah keduanya sepakat, mereka meninggalkan Cafe bersama-sama tanpa mengetahui jika sedari tadi ada sepasang telinga yang mendengar pembicaraan mereka.